Xavi Bela Gavi dari Kritik Konyol

ADVERTISEMENT

Xavi Bela Gavi dari Kritik Konyol

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 25 Jan 2023 12:17 WIB
RIYADH, SAUDI ARABIA - JANUARY 15: Gavi of FC Barcelona reacts during the Super Copa de Espana Final match between Real Madrid and FC Barcelona at King Fahd International Stadium on January 15, 2023 in Riyadh, Saudi Arabia. (Photo by Yasser Bakhsh/Getty Images)
Permainan Gavi dibela pelatih Barcelona Xavi Hernandez. (Foto: Getty Images/Yasser Bakhsh)
Barcelona -

Tidak sedikit yang menganggap permainan Gavi kelewat kasar. Pelatih Barcelona Xavi Hernandez menyebut kritik pada Gavi itu tidak masuk akal.

Gelandang berusia 18 tahun itu telah tampil di seluruh 17 pertandingan Barcelona di LaLiga musim ini, dengan menjadi starter 12 kali. Gavi menyumbang dua assist untuk membantu Barca memuncaki klasemen dengan keunggulan tiga poin dari juara bertahan Real Madrid.

Meski begitu, Gavi tercatat sebagai pemain Barcelona "paling kasar" setelah membukukan 41 pelanggaran, setidaknya 22 lebih banyak dibandingkan rekan-rekan setimnya dan ketiga terbanyak di kompetisi itu. Namun, Gavi juga menjadi tukang tekel paling jitu di timnya dengan rata-rata 1,65 per laga hanya kalah dari Sergio Busquets (1,73).

Belakangan Gavi disorot karena sering lolos dari hukuman usai melakukan tekel-tekel keras, dengan hanya diganjar tiga kartu kuning. Xavi tidak sepakat dengan kritik terhadap Gavi karena wasit yang membuat keputusannya. Xavi juga menuding Gavi menerima perlakuan berbeda saat bermain untuk Spanyol dan Barcelona.

"Kritik itu tampak konyol bagi saya," ceplos Xavi dilansir Stats Perform. "Bukannya ada wasit yang memutuskan? Pada akhirnya, dia itu orang yang membuat keputusannya."

"Gavi itu menaruh gairah dan keberanian ke dalam permainannya. Saya menganggap bahwa peluit selalu ditiup untuk beberapa pelanggaran karena dia. Bagi saya, justru sebaliknya. Dia itu justru pemain yang banyak dilanggar, dan peluitnya ditiup terlalu sedikit untuk dia."

"Kesannya ketika dia bermain untuk tim nasional dia itu menakjubkan, dan ketika dia bermain untuk Barcelona, dia kelewatan. Itu kesan bagi saya dari luar, begitu. Dia itu contoh keuletan dan keberanian [untuk Spanyol] dan ketika di Barca, dia tidak seperti itu, iya 'kan?"

"Well, ini wajar. Ini wajar saja. Dan di atas semua itu, jika kami menang, dia bahkan lebih tidak disukai lagi. Ya, begitulah. Buat Gavi, saya bilang tenang saja, tetaplah memiliki gairah yang sama, atau bahkan lebih juga lebih berani dan berkorban... dan dia tidak berhenti. Dia tidak harus melambat," cetus Xavi.

(rin/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT