Spirit PSV untuk Barca

Jelang Liga Spanyol

Spirit PSV untuk Barca

- Sepakbola
Kamis, 14 Jun 2007 10:36 WIB
Barcelona - La Liga mendekati penghujung kompetisi dengan Barcelona masih berharap-harap cemas. Namun Barca mendapatkan dukungan PSV Eindhoven. Apa hubungannya PSV dengan Barca? Yang pertama tentu saja hubungan pertemanan antar pelatih, Frank Rijkaard dan Ronald Koeman. Rijkaard dan Koeman adalah "tulang punggung" tim nasional Belanda di Piala Eropa 1988. Dan walaupun ada jarak yang memisahkan namun hubungan pertemanan tetap terjalin. Bahkan, demi mendukung teman, Koeman sengaja mendatangi sesi latihan Barca yang digelar hari Rabu (13/6/2007). Namun tak sekedar datang, pria yang kini berusia 44 tahun itu juga menyemangati skuad Rijkaard. "Yang paling penting adalah untuk mempercayai diri sendiri," kata mantan pemain Barca era 1989-1995 itu. "Memenangkan pertandingan Anda adalah hal yang paling krusial. Pada titik ini segalanya bisa terjadi karena Madrid bukan tidak terkalahkan di Bernabeu dan pernah kalah di tangan tim yang lebih rendah (peringkatnya)," tukasnya seperti dikutip situs resmi Barca. Koeman pun mengatakan bahwa memenangkan piala di saat-saat terakhir rasanya akan sangat menyenangkan. Dia berkata karena musim inipun skuadnya mengalami pengalaman yang hampir mirip dengan Barca. Ketika memasuki pekan terakhir Liga Belanda PSV juga berada di posisi yang tidak menguntungkan. Mengoleksi nilai yang identik tak cuma dengan pimpinan klasemen, AZ Alkmaar, namun juga dengan Ajax Amsterdam, PSV berada dalam posisi kurang menguntungkan karena surplus gol yang paling buruk diantara ketiga tim. Tapi siapa sangka di pertandingan terakhir PSV mampu menang besar atas Vitesse Arnheim (5-1). Sedangkan Alkmaar secara mengejutkan tumbang di tangan tim yang ada di zona degradasi, Excelsior Rotterdam, 2-3. PSV pun keluar sebagai juara berkat keunggulan selisih gol yang sangat tipis dengan Ajax di peringkat dua (+50 berbanding +49) sedangkan Alkmaar terjerembab ke peringkat ketiga. Sayang Liga Spanyol menggunakan head-to-head sebagai penentu pimpinan klasemen. Dan karena Carles Puyol cs kalah dalam kategori itu maka tidak ada syarat lain buat Barca kecuali mereka menang di pertandingan terakhir melawan Gimnastic Taranggona, sementara Real tidak menang (seri atau kalah). Bagaimana Koeman melihat peluang Barca? "Sebagai orang luar dan melihat para pemain yang ada di sini, Barca masih tim terbaik di Eropa," yakinnya. (mel/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads