Sebelum pertandingan di Estadio Mediterraneo, Minggu (3/2/2008) dinihari WIB, Almeria mengairi lapangannya. Praktek semacam itu adalah hal lumrah dalam sepakbola kendati tingkat kelembaban yang lantas tersisa di lapangan tidak memuaskan tim tamu.
Akibat kondisi lapangan tersebut, Fabio Cannavaro, Robinho dan Guti sempat beberapa kali terpeleset. Mereka jelas tak senang dengan permukaaan lapangan yang pada prosesnya berbuntut kekalahan buat Los Blancos. Apalagi melayangnya poin juga membuat saingan beratnya, Barcelona, jadi berpeluang memangkas jarak di papan klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadil lapangan juga tak luput dari kekesalannya. Guti menilai ada serangkaian kartu yang seharusnya tak layak keluar dari kantong pengadil lapangan. Dalam laga itu, Madrid diganjar empat kartu kuning, termasuk satu di antaranya untuk Guti.
"Wasit seharusnya lebih fokus kepada sepakbolanya daripada kepada sesuatu yang diucapkan atau gerak-gerik pemain. Ada beberapa kartu kuning yang tidak perlu. Mereka tidak perlu terlampau disiplin," ketus dia.
Meski teramat kecewa, Guti mencoba menatap laga berikut timnya melawan Valladolid pekan depan. Apalagi partai itu nanti akan digelar di kandang sendiri, Santiago Bernabeu, sehingga tak perlu khawatir akan menemukan kondisi sebagaimana di Almeria.
"Saya sebenarnya ingin menang (melawan Almeria) karena catatan kami sedang bagus, namun Anda tak bisa selalu menang. Saya tak sabar bermain di pertandingan berikutnya, yang mana akan digelar di kandang," tandas pemain Spanyol itu.Β (krs/krs)











































