Melihat Barca di musim ini bak sebuah kapal yang ada di tengah badai. Terombang-ambing oleh masalah internal, juga kritikan dan kecaman dari media serta publik.
Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi kondisi tim. Masalah internal, yangΒ kabarnya ada keretakan antara pelatih Frank Rijkaard dan para pemain bintang seperti Deco, Thierry Henry dan Ronaldinho pastinya memberi implikasi tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Villarreal, start positif mereka terbilang sedikit telat mengingat 'Kapal Selam Kuning' ini sempat terseok-seok di awal musim. Konsistensi permainan pun masih belum stabil. Kadang menang, namun tak jarang pula tiba-tiba kalah atau hanya memetik hasil seri. Torehan seperti itu pastinya sangat menghambat terbukanya peluang yang lebih besar untuk bisa menjadi juara.
Real Madrid sebenarnya juga memiliki masalah yang sama. Konsistensi permainan sempat menjadi masalah, namun Raul Gonzalez cs merupakan tim yang cukup solid luar dalam.
Konflik internal pun tak banyak terjadi, atau setidaknya sudah terselesaikan sebelum makin melebar dan dicium media Spanyol untuk menyerang mereka.
Ketika Bernd Schuster sering mendapat kecaman, anggota tim sepakat untuk membantunya dengan melontarkan komentar-komentar dukungan. Hasilnya, kemenangan demi kemenangan pun kembali diraih, dan tim kebanggaan kota Madrid itupun mampu mempertahankan posisi puncak hampir sepanjang musim.
"Mereka pantas mendapatkannya," komentar singkat Samuel Eto'o melihat performa Real Madrid yang cukup konsisten di musim ini.
"Kami makin dekat dengan gelar juara dan kami tak bisa melepas kesempatan itu. Kami berada di performa terbaik kami sejak awal musim, jadi saya pikir kami layak mendapatkannya," sambung Iker Casillas usai Real Madrid menundukkan Racing Santander 2-0 (21/4/2008) dinihari tadi.
Hanya butuh dua kemenangan lagi bagi Real Madrid untuk bisa menyegel titel La Liga musim ini, sekaligus membuktikan bahwa El Real lebih sehat dalam perburuan gelar domestik.
(ian/din)











































