Meski menjadi salah satu pelatih tersukses yang pernah dimiliki Barcelona, keputusan memecat Frank Rijkaraad rasanya tak salah dilakukan petinggi Barca. Meneer Belanda itu nyata-nyata terbukti tak mampu memegang kendali atas pemainnya, yang kemudian berujung tak berprestasinya El Barca.
Pastinya ada banyak alasan juga saat nama Guardiola yang kemudian ditunjuk menjadi suksesor, meski pria yang tahun itu baru berusia 37 tahun itu tak punya trek rekor yang panjang sebagai pelatih. Mantan gelandang Barca di era 1990-an itu baru sekali menjabat pelatih, itupun di Barcelona B dengan durasi yang cuma satu tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Guardiola setidaknya sudah menunjukkan kemandiriannya dengan mendepak bintang-bintang besar yang di era Rijkaard justru merupakan nyawa tim Catalan itu. Lihatlah Ronaldinho yang dilepas ke AC Milan serta Deco yang dilempar ke Inggris bersama Chelsea, sementara Samuel Eto'o juga nyaris terdepak dari Camp Nou walau akhirnya dipastikan bertahan.
Ini bisa jadi pertanda awal yang baik buat Guardiola yang harus banyak membuat perubahan di Barcelona mengingat kondisi internal klub sempat kurang harmonis musim lalu.
Seperti terjadi pada musim-musim lainnya, Guardiola masih dibantu dengan dana belanja dalam jumlah besar. Jadilah dia kini memiliki salah satu bek kanan terbaik di dunia dalam diri Daniel Alves serta gelandang bertahan hebat yakni Seydou Keita.
Hingga ini hasil kerja Guardiola masih tergolong sangat baik. Kemenangan demi kemenangan dia kumpulkan, dari ajang ujicoba hingga Kualifikasi Liga Champions yang berjumlah delapan ada 31 gol tercipta. Kekalahan 0-1 atas Wisla Krakow di leg kedua Kualifikasi Liga Champions kemarin juga tak seharusnya dirisaukan karena Carles Puyol cs sudah meraih kemenangan 4-0 di laga pertama.
"Saya tak punya keraguan sama sekali kalau kami bakal kompetitif di semua lini," yakin pelatih yang juga sempat berseragam Brescia, AS Roma dan Al Ahli itu seperti diberitakan International Herald Tribune.
Hingga kini total sudah 90 juta euro dikeluarkan Barcelona untuk memoles kekuatan demi bersaing memperebutkan trofi La Liga Primera serta mengembalikan kejayaan di Eropa. Jumlah besar yang diyakini Presiden Joan Laporta tak akan terbuang sia-sia karena keberadaan Guardiola.
"Saya jamin kalau kita akan melihat sebakbola yang memikat dan akan ada hasil dari itu," ungkap Laporta yang baru saja selamat dari ancaman pemberhentian setelah sempat diancam mosi tak percaya anggota dewan klub. (din/key)











































