Tiga gol Llorente mengantar Villarreal mengatasi perlawanan klub Denmar Aalborg di matchday 3 Liga Champions, Rabu (22/10/2008) dinihari WIB tadi. Di akhir pertandingan Villarreal unggul 6-3.
Yang hebat, Llorente melakukannya hanya dalam waktu 45 menit. Penyerang berusia 28 tahun itu baru masuk ke lapangan di awal babak kedua untuk menggantikan posisi Guillermo Franco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hat-trick ini membawa Llorente merangsek ke peringkat kedua daftar top skorer sementara Liga Champions. Di atasnya, ada Dimitar Berbatov yang telah mencetak empat gol.
Llorente termasuk dalam kategori late bloomer alias pemain yang mekar di usia yang sudah tidak muda lagi. Tumbuh dari akademi sepakbola Real Sociedad, Llorente baru menapaki jenjang sepakbola profesional di usia 20 bersama tim yang sama pada tahun 1999.
Di Sociedad, Llorente kurang bersinar. Llorente pada akhirnya meninggalkan Sociedad setelah empat tahun di sana dan hanya mencatat 23 penampilan. Ia rela berlabuh di Segunda Division bersama Eibar yang juga pernah meminjamnya.
Llorente lalu kembali ke divisi teratas Liga Spanyol setelah direkrut Real Valladolid pada 2005. Musim 2007/2008 adalah titik balik karir Llorente. Musim itu, dalam usia nyaris 29 tahun, ia membukukan 16 gol di La Liga dan menghindarkan Valladolid dari degradasi.
Dua hal yang mencolok dari kiprah Llorente tahun lalu adalah ketika ia mencetak gol tercepat La Liga. Melawan Espanyol, Llorente mencetak gol hanya 7,82 detik setelah kick-off, sekaligus mengalahkan rekor 8 detik milik Dario Silva. Hal lain adalah hat-trick yang ia cetak ke jala Recreatvio Huelva.
Menyadari potensi Llorente, Villarreal merekrutnya dengan gratis tahun ini. Berbekal tiga gol sejauh ini, ia adalah pencetak gol terbanyak Villarreal di La Liga. Ia masih lebih produktif ketimbang Santi Cazorla atau Rossi.
Namun tetap saja, nama Llorente tetap kurang terdengar. Performa apiknya sejauh ini pun belum menggerakkan Vicente del Bosque untuk memanggilnya masuk timnas Spanyol. Bandingkan dengan Cazorla yang rutin masuk skuad 'Matador' atau Rossi yang di usia 21 tahun sudah berbaju timnas Italia.
Kini, dengan tiga gol ke gawang Aalborg, dapat dipastikan Llorente akan makin diandalkan oleh pelatih Manuel Pellegrini sebagai ujung tombak Villarreal. Semua orang kini wajib memperhatikan gerak gerik Llorente dengan lebih seksama karena bila tidak, ia akan menghukum lawan-lawannya dengan gol-golnya.
(arp/a2s)











































