Howard Lancar Karena Belajar

Howard Lancar Karena Belajar

- Sepakbola
Senin, 20 Apr 2009 08:10 WIB
Howard Lancar Karena Belajar
London - Tim Howard membuktikan betapa pentingnya belajar. Ia menghabiskan waktu dua hari untuk mempelajari secara intensif teknik algojo-algojo penalti Manchester United. Hasilnya? Ia lulus dengan nilai memuaskan.

Howard menjadi bintang kemenangan Everton atas MU di semifinal Piala FA, Minggu (19/4/2009), dengan menggagalkan dua dari empat tendangan penalti tim lawan dalam drama tos-tosan di stadion Wembley.

Kiper asal Amerika Serikat ini menghentikan bola sepakan Dimitar Berbatov dan meredam eksekusi Rio Ferdinand. Dalam adu penalti ini The Toffees menang 4-2, setelah kedua tim bermain 0-0 selama 120 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai mantan pemain MU, orang mungkin tidak terlalu heran dengan kesuksesan Howard menghadapi tendangan-tendangan penalti "Setan Merah". Tapi yang lebih aktual adalah dia belajar.

Menurut pengakuan Howard, selama dua hari sebelum pertandingan ia dan staf pelatih Everton menganalisis teknik menendang para pemain MU lewat rekaman video. Yang 'wah' adalah, pihak klub mampu menyediakan data penalti para pemain MU dalam sekitar delapan tahun terakhir.

"Teknologi itu memang gila." tukasnya. "Tentu saja tidak sempurna. Maksudku, aku bergerak ke arah yang sama pada dua tendangan penalti mereka. Tapi (pelajaran) ini amat membantu."

Kehebatan Howard dalam menghadapi tendangan penalti diungkapkan rekan setimnya, Tim Cahill. "Dia mengagumkan. Dia sering menggagalkan tendangan penalti semua orang dalam latihan. Dia sebuah kredit untuk klub ini."

Di kubu MU, kiper Ben Foster menjadi pahlawan dalam adu penalti ketika timnya mengalahkan Tottenham Hotspur di final Piala Carling bulan lalu, juga dengan adu penalti. Sebelum tos-tosan, ia dan pelatih kipernya sempat mempelajari teknik-teknik algojo Spurs melalui teknologi iPod.

Kembali ke Howard, penyelamatan terbaiknya adalah saat menggagalkan Berbatov. "Aku mencoba bersabar (dengan menahan di posisi tengah gawang). Padahal sangatlah sulit di posisi itu karena gawang itu 'kan lebar," terangnya, seperti dikutip dari usatoday.com.

"Aku kira dia suka menendang ke kanan. Apakah aku menghambat dia? Aku tak yakin. Tapi aku tahu dia salah satu shooter yang suka menunggu (kiper bergerak lebih dulu)."

Hal lain yang dikemukakan Howard adalah masa lalunya dengan MU. Walaupun terkesan "dibuang", tapi pria 29 tahun itu tidak merasa sakit hati apalagi dendam pada klub lamanya itu.

"Hal terbaik yang pernah terjadi dalam karirku adalah bermain selama tiga tahun di Manchester United. Baik atau buruk, aku belajar banyak dari kekecewaan, bukan yang lain. Ngomong itu gampang, tapi kenyataannya ya begitu... Aku bisa lebih baik karena aku pernah main di sana. Aku bermain dengan banyaj orang hebat, yang membuatku seperti sekarang ini." (a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads