Perhatikan Fabiano

Perhatikan Fabiano

- Sepakbola
Senin, 29 Jun 2009 08:36 WIB
Perhatikan Fabiano
Jakarta - Luis Fabiano bukanlah nama yang diharapkan ada di lini depan Brasil untuk Piala Konfederasi. Jadi pemain kelas dua di antara bintang Samba, dia kini layak dapat perhatian lebih.

Bukan cuma publik sepakbola dunia yang mempertanyakan keputusan Dunga untuk membawa dan kemudian memasang Fabiano sebagai striker utama di skuad Brasil untuk Piala Konfederasi. Seperti diakui sendiri oleh sang pelatih, dirinya bahkan sempat dapat serangan dari gila bola Brasil karena keputusannya yang tak populer itu.

"Saya sudah mendengar orang berkata Luis Fabiano mampu mencetak gol tapi tak cukup bagus untuk masuk timnas. Dalam cara pandang saya melihat sepakbola, striker yang bagus adalah yang bikin gol. Dan dia melakukan itu," ungkap Dunga seperti diberitakan Goal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Striker belia AC Milan, Alexandre Pato sebelumnya disebut lebih layak berada di daftar starter dibanding Fabiano. Tapi seperti dikatakan Dunga, striker 28 tahun itu membawar tuntas kepercayaan yang diberikan dengan terus mencetak gol.

Sepanjang kompetisi, total lima gol dibuat Fabiano. Jumlah yang membawanya memuncaki daftar top skorer dan berhak pulang membawa sepatu emas.

Striker Sevilla itu mencetak gol pertamanya ke gawang Mesir sebelum menjebol dua kali jala Gianluigi Buffon di pertandingan terakhir fase grup menghadapi Italia. Dua gol lain yang melengkapi status penyerang tersubur adalah ke gawang Tim Howard di final.

Tak seperti Kaka, Robinho atau Ronaldo, awal karir Fabiano tak bisa dibilang mulus. Meski terhitung sukses di Ponte Preta dan Sao Paolo yang merupakan klub pertamanya, dia kemudian gagal berkembang di Rennes serta FC Porto.

Sewaktu di Brasil, pesepakbola kelahiran 8 November 1980 itu malah sempat dijuluki bad boy setelah terlibat beberapa perkelahian. Dia pernah dengan nekat berlari dan menendang seorang pemain River Plate tepat di bawah leher pada ajang Copa Libertadores.

Fabiano baru mulai menapaki sukses saat dia dijual Porto ke Sevilla. Meski butuh waktu untuk beradaptasi di Ramon Sanchez Pizjuan, pemilik 31 caps itu kini jadi bagian tak terpisahkan dari skuad Rojiblancos dan punya peran besar mengantar klub itu memenangi dua Piala UEFA serta masing-masing satu tropi Super Eropa, Copa Del Rey dan Super Copa.

Di timnas Brasil, karir Fabiano juga jauh dari kesan gemerlap. Meski jadi pilihan utama saat Brasil menjuarai Copa Amerika 2004, namanya sempat absen masuk skuad Selecao selama tiga tahun hingga melakukan comeback pada November 2007 di Kualifikasi Piala Dunia.

Dengan apa yang ditorehkannya di Afrika Selatan, Fabiano kini jelas jadi perhatian. Bukan hanya dari Dunga atau penggila bola, namun juga klub-klub papan atas Eropa yang tengah mencari striker di musim panas ini. Dan Milan mungkin jadi yang paling beruntung karena beberapa hari lalu dia sempat menyatakan minat gabung dengan Rossoneri. (din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads