Madrid sedang membangun kembali era Los Galacticos dengan melakukan pembelian besar-besaran di musim panas ini. Raksasa Spanyol ini mendatangkan sejumlah pemain bertalenta tinggi berharga mahal.
Dari pembelian itu Madrid dinilai terlalu timpang ke sektor penyerangan. Sebagian besar anggaran dihamburkan untuk membeli pemain berkarakter menyerang yang berpredikat superstar macam Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madrid dinilai perlu melabuhkan pemain yang mampu berperan sebagai penyeimbang permainan. Hingga kini, banyak yang belum melihat adanya figur yang optimal di posisi gelandang bertahan yang piawai, sepeninggal Claude Makelele.
Pilihan pada Xabi Alonso sepertinya sangatΒ menjanjikan. Dengan talenta, prestasi, dan reputasinya, ia boleh diharapkan Madridista untuk memerankan fungsi deep playmaker, menjadi pengisi sesuatu yang sudah lama hilang, menambah the missing link.
Sejak mengawali karir profesional di Real Sociedad 10 tahun silam, Alonso memang sudah mulai menunjukkan talenta yang cukup bagus. Di tahun 2004, performa yang menawan membuat Rafael Benitez yang baru saja di tunjuk sebagai pelatih Liverpool tertarik untuk memboyongnya.
Pemain yang setia dengan nomor punggung 14 ini pun langsung menjawab kepercayaan yang diberikan Benitez dengan turut mempersembahkan titel Liga Champions di akhir musim pertamanya di Anfield.
Setelah itu posisi Alonso di pusat permainan Liverpool nyaris tak tergantikan. Selama lima musim, ia dinilai sebagai salah satu pemain yang paling konsisten permainannya di skuad Benitez.
Sebagai gelandang, Alonso tak hanya trampil membaca serangan lawan. Pemain kelahiran 25 November 1981 ini juga piawai dalam membagi bola dan akurat dalam mengumpan. Selain itu ia juga merupakan eksekutor bola-bola mati yang baik.
Lumrah jika Madrid sangat ngebet untuk mendapatkannya. Bahkan seorang Kaka pun pernah menyampaikan bahwa Alonso merupakan sosok pelengkap dari rentetan bintang besar yang datang ke Madrid di jeda transfer kali ini.
Di samping itu, terdapat pertimbangan lain untuk membenarkan langkah Madrid yang memilih Alonso. Status kewarganegaraan Spanyol yang melekat pada pemain bertinggi 183 cm ini menjadi prioritas tersendiri, mengingat banyaknya pemain asing di skuad utama Merengues.
Dengan hadirnya Alonso, maka Madrid memiliki setidaknya satu pilar lokal yang hebat di setiap lini: Iker Casillas di bawah mistar gawang, Sergio Ramos di lini belakang, Alonso di sektor gelandang dan Raul di barisan penyerang. (a2s/krs)











































