Walaupun Milan masih menyimpan Filippo Inzaghi dan memiliki Marco Boriello serta Klaas Jan Huntelaar, faktanya sejauh ini Pato-lah yang hampir selalu menjadi starter.
Di musim penuh keduanya di San Siro ini, pemain berusia 20 tahun itu memimpin daftar top skorer internal klub dengan total lima gol: tiga di Seri A, dua di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu Pato sempat paceklik, seiring dengan buruknya performa Milan. Dan ketika timnya membaik, ia menjadi inspirator.
Akhir pekan lalu, saat Milan mengungguli AS Roma 2-1, Pato menjadi pencetak gol penentu kemenangan tersebut. Pun demikian sewaktu Milan meraih sukses besar di Liga Champions dinihari tadi, Kamis (22/10/2009) WIB, di kandang Real Madrid.
Tak cuma penentu kemenangan, ia pun menyumbangkan dua gol untuk timnya. Gol pertama ia buat di menit 66, empat menit setelah Andrea Pirlo membalas gol pembuka Madrid yang dibuat Raul Gonzalez di babak pertama.
Ketika skor imbang 2-2, Pato tampil sebagai pahlawan lagi. Dua menit menjelang injury time, tendangan volinya dari jarak dekat menaklukkan kiper nomor satu Spanyol Iker Casillas, sekaligus menghilangkan poin dari Los Galacticos.
Jebolan klub Internacional ini mulai membela Milan sejak Januari 2007 dan mencetak sembilan gol dari 18 pertandingan Seri A. Di musim lalu ia tampil 42 kali di semua kompetisi dan mendulang 18 gol. (a2s/din)











































