Kiper kelahiran 18 Februari ini menarik minat klub Perancis Le Havre untuk membelinya. Tetapi, dia tidak mampu masuk ke skuad utama dan lebih banyak main di tim cadangan. Bahkan pemain bertinggi badan 186 cm tidak pernah dimainkan sama sekali sebelum akhirnya dipinjamkan ke St Etienne.
Pada Juli 2004, Kameni hijrah ke tim La Liga, Espanyol, dengan nilai transfer US$ 600.000. Di Negeri Matador dia mulai mendapat kepercayaan dan membayar itu semua dengan penampilan meyakinkan di bawah mistar gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim 2008-2009, saat dimana Espanyol diuji ketangguhannya karena beberapa lama terdampar di zona degradasi, Kameni mengalami dua insiden. Pertama, dia terlibat konfrontasi fisik dengan seorang fans (yang memulai hinaan kepada si pemain) setelah sesi latihan. Kedua, berkelahi dengan rekan setimnya Beranger di sesi latihan lainnya. Meski begitu, dia tetap tampil sebanyak 37 kali dari total 38 pertandingan La Liga.
Di level internasional, Kameni memulai tampil bersama timnas senior Kamerin sejak usia 17 tahun. Dia ambil bagian pada ajang Piala Afrika 2004. Salah satu pengakuan terhadap kebolehannya menjadi penjaga gawang adalah penghargaan Kiper Terbaik Afrika musim 2006-2007.
(din/din)










































