Drogba Mesin Gol dari Abidjan

Drogba Mesin Gol dari Abidjan

- Sepakbola
Selasa, 29 Des 2009 12:19 WIB
Drogba Mesin Gol dari Abidjan
Jakarta - Belum lima tahun membela Chelsea, Didier Drogba sudah menjadi pemain asing yang menyumbang gol terbanyak The Blues. Fakta bahwa dia juga menjadi top skorer Pantai Gading seakan membenarkan statusnya sebagai mesin gol.

Lahir di Abidjan, Pantai Gading pada 11 Maret 1978, Drogba datang dari keluarga miskin. Perjalanan ke Prancis untuk mengikuti pamannya terpaksa dilakukan karena kedua orang tuanya kehilangan pekerjaan. Dari sinilah sinar cemerlang pesepakbola bernama Didier Yves Drogba Tebily itu dimulai.

Karir sepakbola Drogba berawal dari sebuah klub sem iprofesional bernama Levallois pada 1994. Setelah cukup bersinar di tim junior namun dianggap gagal saat promosi ke tim senior, Drogba kemudian hijrah ke Le Mans.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drogba tak pernah benar-benar produktif di Le Mans, terutama saat Westerloppe dipecat dan digantikan oleh Thierry Goudet. Tengah musim 2001-2002 Drogba diikat Guingamp dengan nilai transfer 80.000 poundsterling.

Drogba membayar lunas kepercayaan klub dengan mengemas 17 gol sepanjang musim. Jumlah gol tersebut menempatkan sang pemain di urutan ketiga daftar top skorer Ligue 1 musim itu di bawah Shabani Nonda (Monaco/26 gol) dan Pedro Pauleta (Bordeaux/23 gol). Posisi Guingamp terkatrol dari nyaris degradasi musim sebelumnya ke peringkat tujuh dari 20 tim. Musim itu pula ia dipanggil masuk ke skuad tim nasional Pantai Gading.

Di musim panas 2003 Drogba dibeli Marseille dengan banderol 3,3 juta poundsterling. Sang pemain menikmati salah satu musim terbaiknya setelah mencetak lima gol di ajang Liga Champions meski Marseille gagal di penyisihan grup. Performa bagusnya berlanjut di Piala UEFA, mengemas enam gol sebelum kalah di final dari Valencia.

Tahun 2004 menjadi lembaran baru karir Drogba setelah dia dipinang Chelsea. Di Stamford Bridge dia kemudian makin menunjukkan status sebagai salah satu striker terbaik dunia.Β 

Debutnya di Chelsea ditandai dengan mengalahkan Manchester United 1-0 di laga pembuka Liga Inggris. Sukses besar pun diraih klub asal London itu setelah menjuarai Premier League 2004-2005 dan 2005-2006. Drogba juga mencetak gol kemenangan di final Piala FA dan Piala Liga.

Disamping kebintangannya di atas lapangan, Drogba beberapa kali juga terjebak dalam tindakan yang dianggap tidak sportif. Dia pernah disanksi FA lantaran melempar koin ke arah penonton dalam laga di Liga Inggris. Sementara di Liga Champions publik akan lama mengingat aksi protes berlebih pada wasit Tom Henning Ovrebo di semifinal Liga Champions musim 2008/09.

Untuk negaranya, dia menjadi aktor penting tampilnya Pantai Gading untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2006. Berada di grup neraka dengan Serbia dan Montenegro, Belanda dan Argentina, Drogba membuat gol pertama di Piala Dunia dalam karir pribadi dan sejarah negaranya saat kalah 1-2 dari Argentina.

Pantai Gading sulit keluar dari grup setelah kalah tipis 1-2 dari Belanda meski menang 3-2 di pertandingan terakhir melawan Serbia dan Montenegro.

(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads