Pria bernama lengkap Ryan William Nelsen lahir di kota Christchurch, Selandia Baru. Menginjak bangku kuliah, pemain kelahiran 18 Oktober 1977 ini merantau ke Amerika Serikat untuk bermain di klub Greensboro College di North Carolina di tahun 1997.
Dua musim di Greensboro dan memimpin timnya ke Final Four turnamen NCAA Divisi III, Nelsen pindah ke Stanford University. Di sinilah mahasiswa ilmu politik ini mengakhiri bermain bola di sepakbola kampus. Pada tahun pertamanya dia terpilih sebagai pemain terbaik dan namanya tercatat dalam tim NSCAA All-American sebagai gelandang bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapatkan posisi di tim utama tahun 2002, Nelsen menjadi kapten tim di tahun selanjutnya menggantikan bintang Bolivia, Marco Etcheverry. Ia juga meraih gelar Bek Terbaik 2003 dan namanya tercatat di skuad terbaik liga.
Namanya kembali masuk di Best XI tahun 2004 setelah mampu membawa DC menjuarai MLS untuk keempat kalinya. Empat musim di MLS, Nelsen sudah mencetak tujuh gol dan menyumbang lima assist.
Blackburn Rovers memboyong Nelsen ke daratan Inggris dengan status bebas transfer pada Januari 2005, sesaat setelah musim MLS 2004 berakhir.
Pada musim panas 2005, setelah setengah tahun di tim, Nelsen diganjar perpanjangan kontrak selama tiga tahun. Itu terjadi karena manajer Blackburn saat itu Mark Hughes terkesan dengan penampilannya membantu lini pertahanan tim menjadi yang terkokoh di liga. Gawang Blackburn hanya kemasukan rata-rata 0,67 gol per partai sehabis kedatangan Nelsen.
Nelsen menjadi nyawa tim Biru Putih. Bersama Zurab Khizanishvili, Andy Todd dan Christopher Samba, ia konsisten menjaga gawang mereka sulit dibobol penyerang terbaik Liga Inggris. Rovers menempati posisi keenam di klasemen akhir Liga Inggris sehingga Blackburn lolos ke Piala UEFA musim depan.
Meskipun kembali dari cedera kaki, Nelsen lagi-lagi absen akibat cedera hamstring hingga dinyatakan pulih awal 2007. Saat turun di laga yang dimenangi Blackburn di markas Luton Town pada babak keempat Piala FA, Nelsen menjadi kapten, suatu indikasi dia akan menghabiskan sisa karirnya di The Riversiders. Pada Juli 2007, dia setuju tinggal di klub yang berdiri pada tahun 1875 itu sampai 2012.
Di level internasional Nelsen melakoni debutnya bersama Selandia Baru pada 19 Juni 1999, menghadapi Polandia. Ia sempatΒ absen sangat lama, dari 2004 sampai 2008, karena ingin berkonsentrasi mengurus hamstring-nya yang kerap kambuh. Setelah kondisinya stabil dan kembali ke timnas, Nelsen dipilih sebagai kapten Selandia Baru di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, di mana tim berjulukan All Whites alias 'Si Putih' ini akhirnya lolos ke Afrika Selatan setelah mengalahkan Bahrain di babak playoff.
(a2s/krs)











































