McClaren mulai dikenal publik saat menjadi asisten manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Seiring kesuksesan klub tersebut, termasuk saat memenangi treble di tahun 1999, namanya pun terkatrol.
Middlesbrough meminangnya sebagai manajer pada musim panas 2001. Selama lima tahun The Boro tak pernah naik ke level tinggi di Premier League, dan hanya meraih satu trofi, Piala Liga Inggris 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh bulan setelah pemecatan itu McClaren hijrah ke Belanda untuk menukangi FC Twente Enschede. Hasilnya sangat baik, ia langsung membawa Twente menjadi runner up liga di akhir musim, serta masuk final Piala Belanda tapi kalah dari Heerenveen lewat adu penalti.
Di musim ini McClaren semakin mengilaukan performanya. Mereka lolos ke fase knockout Europa League sebelum disingkirkan Werder Bremen. Tapi di liga, Blaise Nkufo dkk secara mengejutkan tampil sebagai juara. Mereka memastikan gelar tersebut di pekan terakhir dengan mengalahkan NAC Breda 2-0. Mereka juara dengan keunggulan satu poin saja dari tim besar Ajax Amsterdam.
Ini adalah kali pertama Twente memenangi Eredivisie, dan itu adalah berkat jasa McClaren. Istimewanya lagi adalah Twente menjadi juara hanya sehari sebelum sang pelatih berulang tahun ke-49.
"Saya rasa Bobby akan ikut senang," ujar McClaren menyebut nama pelatih legendaris Sir Bobby Robson, yang ikut memberinya saran untuk melatih Twente. Robson meninggal dunia tahun lalu karena kanker.
"Twente bisa jadi juara adalah sebuah keajaiban," sambungnya. "Dari awal musim kami berada di puncak atau kedua, dan musuh-musuh kami terus menekan dan mengejar kami. Setiap minggu kami harus menang lagi. Luar biasa sekali para pemain melalui ini semua. Ini membuat saya sangat bangga."
Sukses ini membuat Twente otomatis masuk grup utama di Liga Champions musim depan. Dan McLaren menjadi pelatih Inggris pertama yang meloloskan sebuah tim ke Liga Champions, setelah Robson bersama Newcastle United di tahun 2002. Robson juga merupakan pelatih Inggris terakhir yang pernah memenangi liga Eropa besar bersama FC Porto di tahun 1996. Dan McClaren telah menorehkan prestasi serupa.
(a2s/krs)










































