Dengan raihan dua poin dari dua laga sebelumnya Inggris berada di ujung tanduk karena hanya duduk di posisi ketiga, kalah selisih gol dari Amerika Serikat yang ada di posisi kedua. Sementara Slovenia sang lawan yang ada di urutan pertama hanya butuh seri untuk lolos.
Jadilah laga di Nelson Mandela Bay Stadium, Rabu (23/6) malam WIB jadi partai hidup mati Inggris. Beban semakin berat karena penampilan mereka belumlah maksimal serta ditambah isu disharmonisasi yang terjadi dalam tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu crossing James Milner ke kotak penalti disambar Defoe dengan sontekannya yang membobol gawang Samir Handanovic.
"Kami mememenangi laga itu dan itulah yang terpenting," sahut Defoe di Sky Sports.
"Ini adalah pertandingan yang musti dimenangi. Seperti laga final anda harus melihatnya dari sisi yang berbeda," sambungnya.
"Di 10 menit pertama kami menekan mereka dan mengatur tempo serta mendapat gol lebih awal. Lalu kami mengalirkan permainan dan itu sangatlah brilian," tukasnya lagi.
Gol ke-12 Defoe selama 40 penampilannya itu membuat striker 27 tahun itu dinobatkan sebagai Man Of The Match di laga itu. Meski begitu Defoe juga mengkritik soal penampilannya di babak kedua yang sedikit mengecewakan.
"Aku punya kesempatan di awal babak kedua. Saya sedikit kecewa dengan itu dan harusnya bisa lebih baik lagi. Namun kami menang dan kami lolos. Aku senang kok," pungkasnya.
(mrp/roz)











































