Dari tujuh penyerang di skuad Roma saat ini, frekuensi bermain Borriello bahkan melebihi sang kapten Francesco Totti. Bedanya, alasan utama Totti tidak dimainkan atau dibangkucadangkan biasanya faktor kebugaran.
Boriello sudah tampil 12 kali di Seri A dan 11 di antaranya sebagai starter. Ia secara reguler diturunkan pelatih Claudio Ranieri, melebihi Jeremy Menez, Mirko Vucinic, Julio Baptista, Adriano Leite, dan Stefano Okaka Chuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol terakhirnya dibuat di pertandingan Liga Champions tadi malam, atau Rabu (24/11/2010) dinihari WIB, tatkala Giallorossi menaklukkan Bayern Munich 3-2 di Olimpico. Borriello-lah yang membuka harapan timnya setelah tertinggal 0-2 di babak pertama.
Setelah ia menipiskan skor di awal babak kedua, Roma terus bangkit dan berhasil menyarangkan dua gol lagi di menit 81 dan 83 melalui Daniele de Rossi dan Totti. Pasukan "Serigala" menang dan dipastikan lolos ke babak 16 besar.
Borriello kembali menemukan bentuk permainannya setelah tidak dioptimalkan Milan, klub yang mendidiknya sejak remaja. Dikontrak secara profesional oleh Rossoneri sejak 2000, baru di musim lalu ia sedikit lebih "diperhatikan".
Untuk pertama kalinya dalam sejarah karirnya di San Siro, Boriello dimainkan sebagai starter di lebih dari 70% pertandingan Seri A. Hasilnya pun memuaskan. Ia mendulang 14 gol.
Statistik tersebut rupanya tidak juga membuat Milan meneguhkan dia sebagai penyerang yang bisa diandalkan. Ditambah kedatangan Zlatan Ibrahimovic, Borriello pun dipinjamkan ke Roma.
Ini adalah kali kesekian Borriello dioper ke klub lain oleh Milan. Di awal karirnya ia bergiliran dioper ke Triestina, Treviso, Empoli, Reggina, Sampdoria dan Treviso lagi.
Permainan terbaik Borriello adalah musim 2008/2009, saat dia memperkuat Genoa dalam status kepemilikan bersama dengan Milan. Dari 34 pertandingan liga ia mencetak 19 gol. Milan pun memboyongnya lagi ke San Siro --- lalu melepaskannya lagi di musim ini.
"Aku tidak merasa tampil buruk di Milan. Hanya saja mereka lebih memfokuskan Ronaldinho dan Pato. Aku jadi agak merasa 'dihukum'," tutur Borriello setelah pertandingan melawan Bayern tadi malam. "Tahun ini saya lebih punya nilai."
(a2s/krs)











































