Tuah Sang Kapten Marquez

Tuah Sang Kapten Marquez

- Sepakbola
Selasa, 24 Jun 2014 06:08 WIB
Tuah Sang Kapten Marquez
REUTERS/Paul Hanna
Recife - Pengalaman tak pernah bohong. Kapten Rafael Marquez membuktikannya kala jadi penentu kemenangan Meksiko atas Kroasia dan melanjutkan tren apik El Tri di Piala Dunia.

Laga terakhir Grup A Piala Dunia menempatkan tiga tim untuk bersaing memperebutkan tiket lolos ke babak 16 besar. Sementara tuan rumah Brasil menghadapi lawan relatif ringan yakni Kamerun yang telah dipastikan tersingkir, Meksiko dan Kroasia harus saling 'bunuh' untuk meraih kelolosan.

Meksiko sejatinya hanya butuh hasil seri untuk lolos, tapi El Tri jelas ingin menang dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya demi finis sebagai juara grup. Kroasia juga tak mau kalah, karena menang hukumnya wajib bagi mereka untuk lolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Arena Pernambuco, Selasa (24/6/2014) dinihari WIB tadi kedua bertarung. Laga sempat berjalan ketat hingga menit ke-70, keduanya saling serang silih berganti dan mencari celah untuk gol.

Dalam kondisi ini, biasanya seorang penyerang atau pemain yang punya teknik individu menonjol yang jadi pengubah keadaan dan memecah kebuntuan. Sebutlah Lionel Messi seperti kala golnya di menit akhir memenangkan Argentina atas Iran, atau Cristiano Ronaldo saat umpan silangnya jadi assist untuk gol yang menyelamatkan Portugal dari kekalahan kontra Amerika Serikat.

Tapi bagi Meksiko hal tersebut tak berlaku. Mereka cuma butuh seorang bek --gaek pula-- untuk mengubah jalannya pertandingan. Dia adalah sang kapten Rafael Marquez.

Saat kemenangan tampaknya sudah sulit diraih, apalagi Kroasia tampil relatif lebih dominan dengan 55% penguasaan bola, Marquez memberikan jawaban. Tandukannya menerima umpan sepak pojok Hector Herrera di menit ke-72 membangkitkan kembali gairah timnya untuk menang.

Faktanya, hanya tiga menit berselang Meksiko kembali mencetak gol lewat tendangan Andres Guardado. Lalu tepat 10 menit setelah membuat gol, Marquez memberikan kontribusi ekstra dengan mencetak assist untuk gol Javier 'Chicarito' Hernandez usai membelokkan bola tendangan penjuru

Hanya dalam tempo 10 menit dari gol Marquez, situasi berubah drastis. Kendati pada akhirnya Kroasia mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1, tapi segalanya sudah sangat terlambat untuk anak asuh Niko Kovac. Sebagai pemain paling senior di skuat Meksiko plus pengalaman menjabat ban kapten di empat Piala Dunia, Marquez tahu benar bahwa hanya momentumlah yang dibutuhkan untuk memenangi laga. Dan dia memberikan itu.

Marquez memang tampil menonjol di laga tersebut. Tak cuma membuat gol dan assist, tugas menjaga pertahanan pun dijalaninya dengan baik. Sepanjang laga dia membuat lima clearance efektif, tujuh kali memenangi duel udara, dan satu kali tekel.

Berkat penampilannya pula, Kroasia yang lebih dominan tak mampu mencatatkan jumlah peluang lebih baik dari Meksiko. Perbandingannya adalah empat tembakan on target dan satu peluang membentur tiang dari Meksiko dengan hanya tiga kesempatan mengarah ke gawang milik Kroasia.

Sementara itu, satu gol di laga ini juga menjadi torehan tersendiri untuk Marquez. Opta mencatat bahwa sang kapten sudah mencetak tiga gol di tiga Piala Dunia berbeda. Makin istimewa lagi, pemain 35 tahun ini membawa Meksiko melanjutkan tren selalu lolos ke babak 16 besar sejak tahun 1994.

Patut ditunggu apakah kali ini Meksiko bisa melaju lebih jauh. Tapi di usianya sekarang ini, Marquez niscaya punya hasrat untuk menjalani Piala Dunia sebaik-baiknya dan finis setinggi-tingginya, agar bisa menutup karier internasional dengan lebih istimewa.

(raw/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads