DetikSepakbola
Minggu 29 Juni 2014, 05:16 WIB

Air Mata Bahagia Julio Cesar

- detikSport
Air Mata Bahagia Julio Cesar AFP/ODD ANDERSEN
Belo Horizonte - Empat tahun lalu tangis pilu hadir di wajah kiper Brasil Julio Cesar. Tapi tahun ini semuanya berubah jadi tangis kebahagiaan karena Cesar baru saja tampil gemilang dan membawa Selecao ke perempatfinal.

Brasil di Piala Dunia 2010 jadi salah satu favorit juara dan mereka sendiri mampu menyapu bersih laga grup dengan kemenangan serta menghajar kuda hitam Chile 3-0 di babak 16 besar.

Di perempatfinal kemudian 'Tim Samba' yang kala itu dilatih Carlos Dunga dihadapkan dengan Belanda. Sempat memimpin lebih dulu di babak pertama lewat gol Robinho, Brasil akhirnya tersingkir setelah kalah 1-2 lewat dua gol Wesley Sneijder.

Cesar pun jadi sasaran kritik setelah ia dinilai salah mengantisipasi gol pertama Sneijder yang berasal dari sepakan bebas. Cesar saat itu maju dari sarangnya dan malah menganggu Felipe Melo yang hendak membuang bola.

Tak pelak Piala Dunia itu jadi "kuburan" bagi Cesar yang baru saja tampil hebat bersama Inter Milan dengan meraih treble winner. Wajar jika Cesar tak kuasa membendung air matanya usai pertandingan itu.

Karier Cesar pun boleh dibilang menukik tajam setelah tahun 2010 yang penuh kegemilangan itu di mana ia cabut dari Inter pada musim panas 2012 dan malah bergabung dengan Queens Park Rangers.

Nasib sial dialami Cesar lagi ketika QPR degradasi dan di awal musim lalu ia terbuang dari tim, kalah bersaing dengan Robert Green. Sungguh bukan dua tahun yang menyenangkan untuk kiper 35 tahun itu.

Apalagi dengan statusnya sebagai kiper utama Brasil yang dipertanyakan oleh publik, mengingat ia jarang bermain sepanjang musim 2013/2014 sebelum dipinjamkan ke Toronto FC.

Namun Cesar membuktikan bahwa kepercayaan Luis Felipe Scolari padanya tidaklah sia-sia. Dari fase grup Cesar sudah menunjukkan bahwa ia masih kiper terbaik Brasil saat ini.

Memang Cesar hanya sekali clean sheet saat Brasil diimbangi tanpa gol oleh Meksiko, tapi ia dengan lini belakang 'Tim Samba' yang kerap mudah ditembus, Cesar jadi tembok terakhir dengan rasio 1,75 saves per laga.

Cesar kemudian jadi bintang di laga perdelapanfinal kontra Chile yang harus dituntaskan lewat adu penalti. Setelah melakukan dua saves oke di waktu normal, Cesar lantas membendung dua eksekusi pemain Chile di drama adu penalti.

Brasil pun menang 3-2 di babak tos-tosan dan berhak lolos ke perempatfinal. Cesar pun tak kuasa menahan air matanya dan ia begitu emosional saat diwawancara usai pertandingan.

"Kami memang menduga laga akan berjalan sulit meski kami tampil bagus di babak pertama," ujar Cesar di Football Italia.

"Sesudah gol penyama kedudukan, kami dibuat kerepotan. Sangat sulit karena kami bermain di kandang dan tekanannya begitu luar biasa," sambungnya.

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim. Saya sangat emosional, meledak-ledak, tapi juga bahagia. Hanya Tuhan dan keluarga saya yang bisa memahami apa yang telah saya lalui dan sedang saya lalui hari ini. Mereka membuat saya lebih kuat," papar pemilik 78 caps bersama Brasil itu.

"Empat tahun lalu saya menangis karena frustrasi, tapi kini saya bisa menangis karena bahagia," demikian Cesar.


(mrp/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed