Perayaan gol Edinson Cavani sempat mendatangkan masalah buat dirinya. Namun ia terus melakukan gaya tersebut karena belakangan ia terus menggedor gawang tim-tim lawan.
Edinson menjadi bintang kemenangan Paris St Germain saat mengalahkan APOEL Nicosia 1-0 di Matchday IV Liga Champions, Kamis (6/11/2014) dinihari WIB. Gol tunggalnya itu sekaligus meloloskan timnya ke babak 16 besar.
Bomber Uruguay itu membobol jala APOEL di detik ke-57, setelah menerima umpan Gregory van der Wiel dari sayap kanan. Itulah gol tercepat yang pernah dibuat PSG dalam sejarahnya di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait gaya perayaan golnya itu Cavani pernah punya cerita tidak mengenakkan. Pada 17 Oktober lalu, ketika PSG melawan Lens di Liga Prancis dan menang 3-1, Cavani mencetak sebuah gol. Seperti biasa, ia merayakan golnya itu dengan yang sudah jadi trade mark-nya semenjak bermain di Napoli itu, yakni menjadi "sniper".
Sialnya, wasit malah memberinya kartu kuning dan kemudian kartu merah, karena Cavani memprotes kartu kuning tersebut. Cavani kebingungan, rekan-rekan dan manajernya juga tidak terima keputusan wasit tersebut.
Ternyata si wasit menganggap perayaan gol Cavani "menyerang" fans tim lawan, karena seperti mengarahkan "tembakannya" ke sektor penonton tuan rumah (Lens).
Nah, dari insiden itu Cavani "belajar". Di pertandingan selanjutnya, melawan APOEL di Matchday III Liga Champions, ia bikin gol juga dan tetap merayakannya dengan gaya yang sama. Hanya saja, ia membidikkan tembakannya ke bawah alias ke lapangan.
Tadi malam Cavani kembali membobol gawang APOEL dan menjadi "sniper". Kali itu dia tidak menembak rumput, melainkan tetap membidikkan senapannya lurus-lurus. Ia pasti merasa aman karena arah bidikannya adalah ke suporter PSG yang bermain sebagai tuan rumah.
Fans Le Parisiens pasti senang-senang saja "ditembak" Cavani, karena toh pemainnya itu terus menembakkan bola ke gawang lawan-lawannya. Faktanya, Cavani selalu bikin gol dalam empat pertandingan berturut-turut: dua di Liga Champions, dua di Liga Prancis. (a2s/cas)











































