Di Maria tampil sebagai salah satu bintang Argentina saat menggilas Paraguay 6-1 di babak semifinal Copa America di Conception, Chile, Rabu (1/7/2015) pagi WIB. Ia mencetak dua gol dalam selang waktu enam menit, yaitu di menit 47 dan 53.
Dua gol tersebut menunjukkan bahwa Di Maria tetap merupakan salah satu pemain andalan timnasnya saat ini. Indikator lain, dia selalu tampil sebagai starter dalam lima pertandingan, membuat dua assist, melakukan 12 tembakan (shot) yang 7 di antaranya mengarah ke bidang sasaran (on target).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya tiga gol dibuat Di Maria dari 27 pertandingan di Premier League, yang itu pun dia tidak selalu jadi starter. Bahkan manajer Louis van Gaal hanya satu kali memainkan dia sejak menit pertama dalam 10 pertandingan terakhir MU di liga.
Entah apa yang terjadi dengan Di Maria di Old Trafford musim lalu. Padahal, rekan senegaranya yang juga bermain untuk MU, Marcos Rojo, merasa sangat yakin bahwa pemain 27 tahun itu sangat dibutuhkan timnya.
"Buat saya, pemain paling berbakat di Manchester United adalah Angel. Ada banyak pemain hebat di sana, tapi buat saya Angel adalah salah satu yang terbaik di tim ini maupun dunia," demikian Rojo dikutip Dailymail.
"Ini tahun yang sulit buat dia. Dia punya beberapa masalah dalam beradaptasi. Tapi itu hal yang wajar. Pemain manapun yang datang ke negara dan liga baru, harus menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan. Dan itulah yang terjadi. Tapi saya yakin akan sangat bisa mengatasinya dalam beberapa bulan lagi."
Apakah Di Maria masih akan bersama MU dalam beberapa bulan lagi, itu pun masih jadi tanda tanya. Sebab, dia masih digosipkan akan dilepas Van Gaal. Salah satu kemungkinannya adalah dia akan disertakan dalam proses negosiasi MU dengan Paris St Germain, untuk mendapatkan Edinson Cavani.
(a2s/raw)











































