Essien, Bison Termahal The Blues
Senin, 22 Agu 2005 07:05 WIB
Jakarta - Michael Essien telah melakoni debutnya bersama Chelsea. Ia tampil di menit 58, menggantikan Eidur Gudjohnsen, dalam pertandingan pekan kedua Liga Inggris melawan Arsenal di Stamford Bridge, Minggu (21/8/2005) malam WIB.Tentu tidaklah cukup buat Essien mempertontonkan segala kelebihan yang ia miliki yang menyebabkan klub kaya raya dari London itu mau mengeluarkan duit sebesar 38 juta euro (Rp 461 miliar) untuk membelinya dari Olympique Lyon.Meski begitu tidak semestinya pula Essien berlama-lama memberikan bukti tersebut, bahwa apa yang dikatakan Jose Mourinho tidaklah sekadar basa-basi, bahwa dirinya adalah salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini."Kami percaya dia adalah pemain terbaik di posisinya yang bisa kami rekrut, dan dia bisa bermain di manapun di lapangan tengah. Dia masih muda, punya banyak ambisi, dan merupakan sosok pemain yang kami inginkan," ujar Mourinho saat memperkenalkan pemainnya itu kepada publik.Pemain Ghana berusia 22 tahun itu dikontrak lima tahun di Stamford Bridge dan akan menguatkan barisan tengah Chelsea yang saat ini bertumpu pada Frank Lampard dan Claude Makelele.Sejatinya ia merupakan gelandang bertahan seperti Makelele, tapi punya kemampuan cukup tinggi untuk menyerang seperti Lampard. Musim lalu ia tampil dalam 37 pertandingan Lyon dan mencetak empat gol. Menurut mantan kapten timnas Skotlandia yang pernah lama membela AS Monaco, John Collins, tidak melihat Essien sebagai pemain yang paling menonjol di dalam timnya. Ia bukanlah Zinedine Zidane atau Ronaldinho, atau bahkan Patrick Vieira, yang disebut-sebut karakter permainannya mirip dengan Essien.Di mata Collins, Chelsea terlalu tinggi menaruh harga pada pemain setinggi 180 cm itu. Dibandingkan dengan Makelele, ia dinilai masih kalah dalam hal menahan bola dari pemain internasional Prancis itu.Namun Essien memang memiliki kelebihan dalam kecepatan serta tipikal pemain yang mementingkan kerja sama tim. Ia juga sangat kuat dan punya teknik sangat tinggi. Rekan-rekannya di Lyon menjuluki Essien "si bison", sementara yang bersangkutan pernah mengatakan bahwa dirinya belum pernah bertemu dengan pemain manapun yang mampu menjatuhkan dirinya.Jadi gelandang karena cederai rekan setimLahir dan besar di Accra, Essien kecil menghabiskan banyak waktunya dengan men-dribble bola di antara pepohonan, dan sesekali menendang ke arahnya. Sebelum genap 12 tahun ia sudah tampil di televisi saat membela timnas Ghana U-12.Essien memulai karirnya di klub lokal bernama Liberty Professionals. Ia terus berkembang dan bermain di Piala Dunia U-17 di Selandia Baru. Dari situ permainannya mulai dipantau para pemandu bakat dari Eropa. Ia bahkan sempat magang di Manchester United, tapi tidak jadi direkrut dan disarankan bergabung ke klub Belgia, Royal Antwerp.Essien menolak. Ia lalu merengek-rengek kepada agennya agar disewakan sebuah flat di Monaco, sampai sang agen menelepon klub Bastia di Coscia dan membujuk klub Prancis tersebut untuk menggaetnya. Momen itu terjadi pada Juli 1999 dan sejak itu Essien tumbuh bak monster.Di Bastia, ia tidak melulu jadi pemain reguler. Ia dimainkan di posisi bek kanan, bek kiri, dan bek tengah. Gara-gara mencederai seorang rekannya, ia lalu diberi kesempatan sementara untuk bermain di lapangan tengah. Ternyata ia melakoninya dengan sangat baik.Di tahun 2001, walaupun salah satu pemain termuda di turnamen tersebut, Essien tampil di Kejuaraan Dunia Yunior di Argentina dan tampil gemilang, sementara debut penuhnya di timnas senior Ghana dibuatnya di Piala Afrika 2002.Pada tahun 2003 Essien dilego seharga 12 juta euro. Paris St Germain sebenarnya menawar lebih tinggi, dan diterima Bastia, tapi ia menolaknya dan memilih hijrah ke Lyon.Di Lyon permainannya kian matang di posisi gelandang bertahan. Essien-lah salah satu kunci sukses Lyon memenangi titel Liga Prancis untuk tiga musim berturut-turut. Di musim berikutnya ia tetap jadi andalan skuad Paul Le Guen untuk kembali menjadi yang terbaik di tanah Prancis.Kini tantangan baru telah terbentang di depan Essien. Fans perlu tahu kelayakan angka 38 juta euro yang ditempelkan Chelsea kepadanya, sehingga ia menjadi pemain termahal yang pernah dibeli The Blues. Dan tantangan terdekatnya adalah kapan ia diposisikan sebagai pemain reguler, entah di posisi Makelele ataukah Lampard. (a2s/)











































