Cassano, Si Bengal dari Bari
Rabu, 04 Jan 2006 14:28 WIB
Jakarta - Soal ketajamannya merobek gawang Antonio Cassano tak perlu diragukan. Tapi selain mampu membuat repot lini belakang tim lawan, Cassano juga kerap merepotkan manajemen klub yang dibelanya.Memiliki Cassano memang seperti bermain dengan pisau bermata ganda. Sekali waktu berguna untuk menyayat lini pertahanan musuh dan membawa kemenangan, tapi di kesempatan lain kelakuan minusnya sering pula membawa dampak negatif pada tim yang dibelanya.Untuk poin yang kedua, tanya saja pada manajemen Roma. Didatangkan dari Bari tahun 2001 dengan kontrak yang terhitung wah (19 juta Euro), Cassano lebih sering memberi "kontribusi" masalah ketimbang kontribusi berbentuk gelar juara. Memang tidak sejak awal Cassano selalu membuat masalah. Baru sejak Rudi Voeller menangani Roma pertengahan tahun 2004 lalu perselisishan mulai sering muncul, belum lagi dengan pelatih-pelatih lain yang keluar masuk Olimpico. Mulai dari Luigi Del Neri, Bruno Conti sampai pelatih terakhir yang saat ini masih menukangi Francesco Totti cs Luciano Spalletti.Hanya Fabio Capello yang bisa dibilang berhasil meredam gejolak kebengalan Cassano. Ya, saat Capello menukangi Roma selang 2000-04, Cassano nyaris tak bermasalah.Walaupun Cassano terlanjur dicap bandel, namun bukan berarti dia terbuang. Beberapa klub besar terang-terangan mengincarnya. Disamping Roma yang selalu berusaha mempertahankannya dengan menawarkan kontrak baru, dua raksasa Italia lainnya AC Milan dan Juventus juga menyatakan ketertarikannya. Real Madrid adalah yang beruntung mendapatkan talenta besar yang dimilikinya.Hal tersebut menunjukkan kalau bakat besar seorang sepakbola masih lebih kental daripada sifat negatif. Jadi terlepas dari sikapnya yang pembangkang Cassano tetap striker yang mumpuni dan wajib diwaspadai pemain belakang lawan. Total 39 gol ia sumbangkan untuk Roma di Liga Italia sepanjang empat setengah musim.Debut bersama timnas Italia dilewatinya dengan torehan satu gol ke gawang Polandia yang berbuntut pada kepercayaan Giovanni Trapattoni untuk memasukkan namanya ke dalam daftar pemain Azzuri di Euro 2004. Dan di Portugal dua gol ia sumbangkan dari tiga laganya bersama Italia.Di Real Cassano memang punya banyak pesaing yang harus dikalahkan untuk menjadi pilihan utama Lopez Caro. Meski begitu pemain kelahiran Bari 12 Juli 1982 ini yakin benar dirinya bisa berkembang di Real. Apalagi diakuinya bermain di Real adalah mimpinya sejak masih kecil."Tahun ini kami (Real) bisa mendapatkan apa yang kami mau. Kami memiliki banyak pemain top dunia di sini. Saya sangat bersemangat disamping itu saya juga jauh lebih tenang saat ini, saya sangat ingin bermain di sini," ujar Cassano seperti dikutip situs resmi Real Madrid.So kita tunggu saja mampukah Caro meredam gejolak Cassano dan memaksimalkan potensi besar yang belum tergali sepenuhnya saat masih merumput bersama Roma sepanjang empat musim sebelumnya.Foto: Antonio Cassano. Bersama Real Madrid mampukah ia menghilangkan kebiasaannya menjadi anak bandel dan mulai menunjukkan kemampuan yang sempat redup?(photobucket). (din/)











































