Inzaghi Kejar Jerman dengan Gol
Senin, 13 Mar 2006 14:51 WIB
Jakarta - Semenjak kembali dari cedera panjang, Filippo Inzaghi telah mencuri perhatian publik. Eks striker Juventus dan Atalanta ini pun berpacu dengan waktu guna meyakinkan Marcelo Lippi. "Kostum Milan telah menjadi milik saya. Sekarang saya memimpikan mendapatkan kostum yang lain," Demikian ungkapan kerinduan striker yang akrab dipanggil Pippo tersebut pada timnas. Sudah lama sekali Inzaghi menanggalkan kostum Azzurri. Terakhir striker yang kini berusia 32 tahun itu memperkuat timnas di turnamen besar adalah saat membela Italia di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea/Jepang. Ketika itu Inzaghi sempat menorehkan prestasi memukau dengan mencetak dua gol. Sayang, langkah Italia ketika itu hanya sampai putaran kedua (perdelapan final). Tapi turnamen tersebut menjadi waktu terakhirnya untuk Italia. Inzaghi tidak terpilih dalam skuad yang dibawa ke Euro 2004 karena kalah bersaing dengan Bernardo Corradi, Alessandro Del Piero, Marco Di Vaio, Francesco Totti dan Christian Vieri.Pertandingan terakhir yang dilakoni Inzaghi terjadi pada bulan Oktober 2003, saat Paolo Maldini cs berhadapan dengan Azerbaijan di kualifikasi Euro 2004. Ketika itu pemilik 21 gol dalam 48 penampilan itu mencetak dua dari empat gol kemenangan timnya. Jika melihat kualitas yang dimiliki Inzaghi, dia sebetulnya punya kapasitas untuk disertakan dalam timnas. Sayang faktor non-teknis kerap mengganggu. Cedera menjadi hantu yang mengganggu karir kakak kandung pesepakbola Simone Inzaghi ini. Cedera engkel yang membuatnya harus absen membela Milan selama 19 bulan, bukan sekali ini dialaminya. Sewaktu masih membela AC Parma, Inzaghi pernah mengalami cedera yang memaksanya absen cukup lama. Gara-gara lutut kanannya patah, ketika itu Inzaghi harus beristirahat selama 100 hari. Uniknya tiap habis pulih dari cedera Inzaghi tidak memerlukan waktu lama untuk menemukan sentuhan mencetak gol. Seperti waktu baru pulih dari cedera patah lutut kanan di Parma dia langsung mencetak gol pada partai pertamanya melawan Piacenza. Itu seperti berulang seusai Inzaghi kembali dari cedera engkel bulan Januari. Top skor Seri A musim 1996-97 (24 gol) ini pun tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali mencetak gol. Bahkan Inzaghi tidak mau berhenti mendulang gol. Dalam 7 partai dia sudah mencetak 9 gol! Itu termasuk hat-trick yang dilesakkannya dalam kemenangan timnya 4-1 atas Reggina. Terakhir dua gol dilesakkan Inzaghi saat Milan menghancurkan Bayern Munich 4-1 di leg kedua perdelapan final Liga Champions. Ketajaman yang ditunjukkan Inzaghi membuat publik yakin kalau striker oportunis itu telah kembali pada permainan terbaiknya. "Kalau Inzaghi terus tampil dan mencetak gol sangat tak mungkin meninggalkannya di rumah (Italia)," demikian tulis surat kabar berpengaruh 'Corriere dello Sport'. Inzaghi pun tampaknya tinggal menunggu waktu saja sebelum Lippi mempercayakan satu tempat di lini depan Italia setidaknya untuk melapis Alberto Gilardino serta Luca Toni. Dibandingkan Vieri, striker Monaco yang juga menjadi kandidat di lini tersebut, Inzaghi lebih unggul karena dia bermain di Italia -- hal yang kabarnya menjadi faktor yang diperhitungkan para pelatih timnas Italia. Apalagi setelah Lippi kepergok menyaksikannya beraksi bersama Milan vs Munich di San Siro. "Semuanya tergantung pelatih (Lippi). Yang bisa saya lakukan sekarang adalah terus mencetak gol," tukas Inzaghi, yang adalah mantan anak buah Lippi di Juventus. Foto: Inzaghi mengejar Jerman dengan gol-golnya (greatfootballplayer) (mel/)










































