Kiper Bisa, Algojo Bisa
Selasa, 02 Jan 2007 12:11 WIB
Jakarta - Sebagai seorang bek, Phil Jagielka mungkin bukan pemain bintang dengan skill menjulang. Namun dia adalah sedikit pemain yang bisa menjebol gawang lawan sekaligus menjaga gawang.Jagielka mencuri perhatian saat menggantikan kiper Paddy Kenny kala Sheffield United menundukkan Arsenal 1-0 di lanjutan Liga Inggris, Sabtu,(30/12/2006). Mencuri perhatian, karena posisi Jagielka sebenarnya bukanlah seorang penjaga gawang. Dia harus menjadi kiper darurat karena 'kebijakan' pelatih Sheffield, Neil Warnock, yang tidak pernah memasukkan kiper cadangan ke daftar pemain pengganti.Pemain 24 tahun itu memang pantas dikategorikan sebagai pemain serba bisa. Saat melawan Arsenal, menjadi kiper adalah posisi ketiga Jagielka. Pada 26 menit pertama Jagielka bermain sebagai bek, cedera salah satu rekannya membuat dia dipindahkan ke posisi gelandang. Cedera kiper Kenny pada menit ke-62 pun membuat dia harus berganti posisi lagi.Hasilnya? Barisan lini depan The Gunners tidak mampu menggetarkan gawang Jagielka yang tetap perawan sampai peluit akhir dibunyikan. Dia bahkan melakukan satu penyelamatan lima menit menjelang bubaran dengan menepis tendangan penyerang Arsenal Robin van Persie."Kadang-kadang saya latihan bersama kiper, tetapi biasanya lebih banyak bercandanya," jelas Jagielka merendah seperti dilansir Mirror, Selasa (2/1/2007).Sebenarnya ini bukan kali pertama Jagielka menjadi kiper. Sampai saat ini dia sudah lima kali 'terpaksa' berada di bawah mistar, dengan tiga penampilan yang berakhir dengan kemenangan timnya."Yang lucu di awal minggu ini Jagielka menambah porsi latihan sebagai kiper. Dia tidak menunjukkan kegugupan, setiap dia tampil di bawah mistar kami selalu bisa tampil baik," puji manajer Warnock.Tidak hanya mampu mengawal gawang, pemain produk asli akademi Sheffield United ini juga mampu menjebol gawang lawan. Hal itu ditunjukkan dengan mencetak gol ke gawang Middlesbrough dalam laga lanjutan Liga Inggris, Senin (1/1/2007).Dalam pertandingan itu Jagielka mencetak satu gol dari titik penalti. Sayangnya timnya justru dilumat Boro 3-1, di saat Jagielka tidak lagi menjadi kiper. (krs/din)











































