Dalam usianya yang sudah 34 tahun Cannavaro masih terlihat bugar, tangguh dan memiliki kecepatan yang tak kalah dengan pemain muda. Tak heran jika Squadra Azzurri dan klub Real Madrid tetap menjadikannya tulang punggung di barisan pertahanan.
"Saya percaya bahwa di setiap musim Anda harus memperhatikan kondisi fisik dan mempertanyakan hasrat terus bermain. Pada Fabio saya yakin dia bisa bertahan di level-level seperti ini untuk dua-tiga tahun lagi."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara individu karir pemain yang akrab disapa 'Canna' itu boleh jadi sudah sempurna. Ia telah memiliki tropi juara di level klub, medali Piala Dunia (2006), serta penghargaan sebagai pemain terbaik Eropa dan Dunia tahun lalu.
Namun ia belum berhenti dan tim-timnya masih mempercayainya. Cannavaro pun berpeluang mematahkan rekor Paolo Maldini sebagai pemain yang paling sering membela negaranya.
Jika tengah malam nanti, Rabu (21/11/2007), pria kelahiran Napoli itu diturunkan pelatih Roberto Donadoni dalam pertandingan melawan Kepulauan Faroe di kualifikasi Euro 2008, torehan caps-nya menjadi 113, atau terpaut 13 dengan rekor Maldini.
Salah satu momen istimewa buat dia adalah mengantongi caps ke-100 di malam ketika Italia mengalahkan Prancis di Piala Dunia tahun lalu di Jerman, di mana ia adalah pemain pertama yang mengangat piala kemenangan tersebut.
Cannavaro kini menduduki peringkat dua dalam daftar tersebut setelah akhir pekan lalu melampaui apa yang pernah dicapai Zoff, yang sepanjang karirnya telah menjaga gawang Italia dalam 112 pertandingan.
"Saya merasa senang dan terhormat bisa dilampaui seorang juara besar seperti Cannavaro," tukas Zoff dilansir Goal. "Ia bukan pemain tua yang biasa, tapi juga suri teladan profesional, terbalut kostum Italia, dan selalu konsisten dengan perangai di dalam dan luar lapangan."
(a2s/ian)











































