Pemain bernama lengkap Luis Fabiano Clemente ini mencetak satu gol ketika timnya menekuk Arsenal 3-1. Golnya di menit 34 membalikkan kedudukan menjadi 2-1 sebelum akhirnya diperbesar oleh Kanoute melalui titik putih.
"Kita tahu Arsenal klub yang hebat dan kami sangat termotivasi saat menghadapi mereka. Ini adalah pertandingan yang bagus, kami berusaha keras, mencetak tiga gol, dan akhirnya mendapat hasil yang baik," komentar Fabiano tentang capaian terakhirnya itu seperti dikutip dari situs resmi Sevillafc.es.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat Fabiano dilego ke Sao Paulo setahun berikutnya. Di kampung halamannya ini ia kembali menunjukkan ketajamannya dan mencetak 118 gol dalam tiga tahun karirnya bersama Tricolor Paulista (julukan Sao Paulo) dan membuatnya kembali dilirik klub-klub Eropa.
Tahun 2004 ia hengkang ke FC Porto dan kembali gagal mendulang sukses setelah hanya mencetak lima gol dari 22 pertandingan bersama klub asal Portugal tersebut. Ia pun hanya bertahan setahun di sana.
Adalah Sevilla yang menjadi pelabuhan berikutnya. Dua musim awal tidak dilaluinya dengan baik. Total ia hanya mencetak 12 gol dari 49 pertandingan. Musim lalu permainannya lebih menonjol. Tapi karena hanya mencetak enam gol dan terpaut jauh dari Kanoute yang mencetak 21 gol, perhatian lebih besar pun mengarah pada striker internasional Mali itu.
Namun di musim ini Fabiano siap membayar kepercayaan klubnya. Ia sudah mencetak delapan gol di La Liga sehingga bertengger di puncak daftar topskor bersama Lionel Messi.
Tak pelak kondisi ini bagaikan sinyal kebangkitan Fabiano. Karirnya di tim nasional Brasil pun mulai menjanjikan. Pekan lalu ia menyumbang dua gol untuk membawa Tim Samba mengungguli Uruguay 2-1 di ajang kualifikasi Piala Dunia 2010.
(a2s/key)











































