Para pendukung Hoffenheim mungkin tak akan pernah menyangka klub kesayangan mereka akan dibawa Rangnick sejauh ini. Tak hanya merasakan manisnya pertama kali berlaga di Bundesliga, klub yang bermarkas di Carl-Benz Stadion itu kini juga tengah memimpin klasemen Liga Jerman.
Hasil 1-0 yang diraih ketika melawan Borussia Moenchengladbach hari Sabtu lalu sudah cukup untuk membuat Hoffe bertengger di puncak kompetisi tertinggi sepakbola Jerman. Siapa yang menyangka raihan tersebut bisa dicapai klub yang dua musim lalu ini masih berada di Regionalliga South--salah satu divisi di bawah divisi dua Bundesliga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih berusia 50 tahun yang semasa bermain berposisi sebagai gelandang bertahan ini pun tak butuh waktu lama untuk membawa Hoffe naik ke divisi dua. Hanya dalam waktu semusim Rangnick sudah mampu membawa tim barunya itu naik kasta.
Sentuhan emas Rangnick pun berlanjut. Hoffe tak butuh waktu lama berada di divisi dua, lagi-lagi hanya semusim. Di akhir musim 2007/08, pria kelahiran 29 Juni ini memantapkan timnya di posisi dua klasemen yang berarti mereka berhak promosi ke divisi utama/divisi satu Bundesliga Jerman. Sebuah sejarah baru bagi klub.
Rangnick seperti memberikan sayap kepada Hoffe. Klub kecil asal kota Sinsheim ini dibawanya terbang tinggi dalam waktu yang singkat. Entah sampai kapan Hoffe akan bertahan di divisi utama karena itu merupakan ujian utama bagi mereka. Namun, yang jelas keberhasilan menembus kompetisi tertinggi di tanah Jerman setidaknya memang patut untuk dikenang.
Bagi Rangnick sendiri keberhasilan menangani Hoffe bisa menjadi pembuktian diri. Sejauh ini prestasi terbaiknya adalah menjadi runner-up Piala Jerman dan Bundesliga bersama Schalke pada musim 2004/05. Mungkinkah bersama Hoffe ia bisa mencapai prestasi yang lebih sensional--yang berarti sebuah kejutan lagi? Kita nantikan saja. Β
(roz/din)











































