Pressing Ketat ala Mou dan Kontra-Taktik Bruce di Babak II

Liga Inggris: Chelsea 2-0 Hull City

Pressing Ketat ala Mou dan Kontra-Taktik Bruce di Babak II

Pandit Football Indonesia - Sepakbola
Senin, 19 Agu 2013 15:55 WIB
Pressing Ketat ala Mou dan Kontra-Taktik Bruce di Babak II
Clive Mason/Getty Images
Jakarta -

Tampil di kandang sendiri, Chelsea meraih poin penuh atas Hull City di laga pertamanya di Liga Inggris musim ini. Mereka menguasai jalannya pertandingan dengan keunggulan ball possession sebesar 52%.

Meski begitu, dapat dikatakan Chelsea bermain inkonsisten dengan tampil panas di awal tapi dingin di akhir. Itulah kenapa gol yang dibuat Oscar dan Frank Lampard terjadi di babak pertama saja.

Turun dengan formasi 4-2-3-1, Fernando Torres didapuk untuk menjadi striker tunggal dengan dukungan Kevin de Bruyne, Oscar dan Eden Hazard di belakangnya. Kuartet di lini pertahanan dihuni oleh Branislav Ivanovic, Gary Cahill, John Terry dan Ashley Cole, sedangkan Ramires dan Lampard mengisi pos double-pivot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hull yang dibesut Steve Bruce tampil percaya diri dengan mengusung formasi 4-3-3 dengan menempatkan Yannick Sagbo, Danny Graham dan Sone Aluko di lini depan. Sedangkan di belakang, duet bek tengah James Chester dan Curtis Davies diapit oleh Ahmed Elmohamady pada posisi fullback kanan dan Maynor Figueroa pada posisi fullback kiri. Trio gelandang adalah Robert Koren, Robbie Brady dan David Mayler.


Deep Defense-Line Hull City




Meski tampil dengan formasi 4-3-3, di babak pertama Bruce menempatkan garis pertahanannya yang menjorok ke dalam. Hasilnya, Curtis Davies dan kawan-kawan mampu meredam serangan Chelsea dengan catatan sukses 13 kali clearance dari 14 kali percobaan. Clearance yang dilakukan pun mayoritas terjadi di area kotak penalti, sebanyak 10 kali.

Strategi itu berjalan dengan baik sejak10 menit awal pertandingan. Pada rentang waktu tersebut, dalam 7 kali attempt yang dilakukan oleh Chelsea, hanya satu tembakan yang mengarah ke gawang.

Selain itu, performa gemilang kiper Allan McGregor yang menjalani laga debutnya di Premier League pun turut membuat Chelsea harus berkerja keras menembus pertahanan Hull. Pemain yang ditransfer dari Besiktas tersebut mampu menghalau penalti yang dilesakkan oleh Lampard. Satu-satunya percobaan mencetak gol Chelsea pada rentang 10 menit awal pun tercipta ya hanya melalui tendangan penalti yang gagal itu.




Kuasai Lini Tengah

Penerapan strategi garis pertahanan yang dalam oleh Hull dimanfaatkan oleh Jose Mourinho untuk menguasai lini tengah, terlebih di babak pertama ketika Chelsea gencar-gencarnya melakukan serangan ke gawang Hull.

Terlihat sekali bahwa awal serangan Chelsea kerap dibangun dari umpan-umpan pendek yang diperagakan para pemain dari lini tengah. Selain guna mengatur tempo serangan, strategi tersebut digunakan guna memancing pemain Hull untuk ke luar. Statistik menunjukkan Chelsea berhasil membuat penguasaan bola dengan presentase 64%. Angka persentase umpan akurat pun mencapai 88%.

Gol yang tercipta pada menit ke-13 pun tak lepas dari skema permainan terbuka yang dimulai dari umpan rapi dari lini tengah. Kerja sama antara John Terry, Hazard, dan De Bruyne diakhiri oleh tendangan mendatar Oscar.

Pressing Ketat Chelsea




Hull City sendiri acapkali kesulitan untuk membangun serangan. Hal tersebut tak lepas dari penerapan pressing ketat yang dipraktekkan oleh para pemain Chelsea. Tidak hanya di area pertahanannya sendiri, pressing dilakukan ketika bola lepas dari penguasaan walaupun bola tersebut berada di wilayah pertahanan Hull. Akibatnya, tak jarang baik Oscar maupun Hazard sesekali harus melakukan tekel kepada pemain Hull.

Di sisi lain, Chelsea juga mampu untuk melakukan clearance sebanyak 12 kali. Gaya pressing ketat membuat clearance yang dilakukan Chelsea tidak hanya terjadi di area pertahanannya sendiri, tapi juga di wilayah permainan tim lawan.

Tertutupnya ruang gerak para pemain Hull ditambah dengan kemampuan umpan dan kontrol bola yang kurang baik menyebabkan bola yang sedang dikuasai menjadi mudah untuk direbut oleh Chelsea.

Dampaknya pun, pasokan bola yang dialirkan ke lini depan sangatlah minim. Tak ayal, di babak pertama Hull hanya mampu melakukan dua kali percobaan mencetak gol, itu pun berhasil diblok oleh barisan pertahanan Chelsea.




Substitusi Pemain

Dapat dikatakan, permainan Chelsea cenderung menurun pada babak kedua. Terlebih setelah Hull melakukan pergantian pemain pada menit ke-58, ketika Tom Huddlestone dan Jack Livermore masuk menggantikan David Meyler dan Danny Graham.

Kedua eks pemain Tottenham tersebut mampu memberikan perubahan bagi permainan Hull yang acap kesulitan untuk menembus pertahanan Chelsea pada babak pertama. Mengenai Huddlestone, pemain berusia 26 tahun tersebut masuk dengan menjalani peran sebagai deep-lying playmaker.

Selain itu, Huddlestone mampu memberikan dampak positif melalui umpan-umpannya membuat lini tengah Hull menjadi lebih hidup. Statistik menunjukkan Huddlestone membuat 17 umpan akurat dari 24 kali percobaan. Angka tersebut jelas berbeda dengan David Meyler yang hanya mencatatkan 7 kali umpan akurat dari 9 kali percobaan.

Satu lagi pegantian pemain yang dilakukan oleh Bruce, dengan memasukkan George Boyd untuk menggantikan Sone Aluko tidak begitu membawa banyak pengaruh perubahan. Begitupun dengan Chelsea. Masuknya Andre Schuerrle, Romelu Lukaku dan Marco van Ginkel relatif tidak berdampak apa-apa.

Berjalannya strategi pergantian pemain yang diterapkan oleh Bruce, dan kurang efektifnya pergantian pemain yang dibuat Mourinho terbukti dari catatan percobaan mencetak gol yang dihasilkan oleh Hull sebanyak 5 kali dengan 2 tembakan on target, 1 off target dan 2 tembakan berhasil diblok. Bandingkan dengan catatan percobaan mencetak gol di babak II yang hanya 2 kali.

Bahkan, dari ball possession di babak kedua pun, Chelsea kalah penguasaan dengan perbandingan presentase 48 berbanding 52 untuk keunggulan Hull. Namun sayangnya, penurunan performa Chelsea gagal dimanfaatkan oleh para pemain Hull. Penyelesaian akhir yang buruk membuat kesempatan tersebut terbuang percuma.

Sisi Sayap Hull yang Aktif





Peningkatan performa Hull di babak kedua dapat dilihat dari intensitas serangan yang terbangun dari kedua sayap penyerangannya. Alih-alih memilih bertarung di lini tengah, Bruce dengan jitu memaksimalkan sisi lebar lapangan untuk mencoba membongkar pertahanan dan pressing ketat Chelsea.

Crossing yang dilesakkan dan didominasi oleh Ahmed Elmohamady di sisi kanan penyerangan Hull dan Robbie Brady di sisi kiri, deras mengalir ke area pertahanan Chelsea. Tercatat 19 crossing mampu dihasilkan oleh pemain Hull dari area kedua sayapnya.

Namun sayangnya, kemampuan duel bola udara yang kurang baik dari pemain Hull membuat bola yang dialirkan acap kandas dan berhasil diantisipasi dengan baik oleh barisan lini pertahanan Chelsea.

Kesimpulan

Chelsea bisa menang mudah di laga ini dengan mengambil keunggulan di awal laga sehingga mampu cenderung untuk bermain "santai" di babak kedua. Terjadi perubahan taktikal di babak II yang berimbas pada beberapa perubahan signifikan dalam jalannya pertandingan.

Di babak II, Steve Bruce berhasil mengubah arah permainan dengan memasukkan Huddleston dan Livermore yang membuat Hull jauh lebih kokoh di lini tengah. Mereka bisa relatif lebih enak bermain di lini tengah walaupun memasuki sepertiga lapangan terakhir Chelsea, mereka lebih banyak mengarahkan bola ke sisi lapangan guna membongkar pertahanan Chelsea dengan memperbanyak crossing.

Di babak II Mourinho bahkan terlihat kesulitan mengantisipasi perubahan cara bermain Hull ini. Tidak banyak yang ia lakukan untuk mengubah arah permainan. Ciri khas Mourinho yang kerap menekankan kemampuan pressing di lini tengah guna memperbanyak turn-over, tak terlihat di babak II.

Chelsea masih punya beberapa amunisi yang belum mengisi slot starter, seperti Lukaku, Schuerle sampai Juan Mata. Menarik mengamati di laga-laga berikutnya bagaimana Mou memaksimalkan kedalaman skuat yang dimilikinya, terutama komposisi di lini tengah yang relatif variatif.


===

* Tentang @panditfootball dapat dilihat di sini



(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads