Serangan Balik Dortmund yang 'Membunuh' Napoli

Post Match Analysis: Borussia Dortmund 3-1 Napoli

Serangan Balik Dortmund yang 'Membunuh' Napoli

- Sepakbola
Rabu, 27 Nov 2013 16:11 WIB
Serangan Balik Dortmund yang Membunuh Napoli
Getty Images/Stuart Franklin/Bongarts
Dortmund - Borussia Dortmund menjaga peluang mereka lolos ke 16 besar usai mengalahkan Napoli 3-1. Faktor kemenangan Die Borussen tak lain karena serangan balik mematikan yang “membunuh” Il Partenopei.

Meskipun Napoli lebih memegang penguasaan bola, Dortmund bermain lebih sabar dan mengandalkan serangan balik yang terbukti efektif.

Komposisi Pemain

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dortmund melakukan satu pergantian pemain dari komposisi pemain mereka ketika kalah dari Bayern Munich 3-0 Sabtu lalu. Sebastian Kehl, yang diposisikan sebagai gelandang bertahan berpasangan dengan Nuri Sahir, masuk untuk menggantikan Manuel Friedrich.

Masih bereksperimen suntuk mencari dua bek tengah yang lebih padu, Juergen Klopp memasang duet Sokratis dan Sven Bender pada pertandingan ini. Pilihan ini terbukti tidak salah. Sokratis dan Bender tampil apik dan mampu bekerja sama dengan kompak.

Sementara itu, Napoli datang ke Jerman dengan kondisi sama seperti Dortmund, yaitu telah kalah dua kali beruntun di kompetisi domestik mereka. Pada laga ini Benitez tidak menurunkan Miguel Britos, Gokhan Inler, dan Lorenzo Insigne yang digantikan oleh Federico Fernandez, Blerim Dzemaili, dan Dries Mertens.









Dortmund mengawali pertandingan dengan baik dan berhasil mendapat keberuntungan melalui "hadiah" penalti. Wasit Carlos Velasco Carballo asal Spanyol memberikan keputusan ini pada menit ke-10, ketika Fernandez dianggap melakukan pelanggaran, yaitu menarik Lewandowski.

Tanpa kesalahan, Reus menendang bola dari titik penalti menuju bagian sudut kanan bawah gawang. Sementara Pepe Reina menebak ke arah berlawanan.

Pertarungan Possession vs Serangan Balik

Napoli langsung merespon cepat ketertinggalan mereka dengan penguasaan bola yang baik. Mereka menyerang bertubi-tubi karena tidak ingin kalah, menjaga peluang lolos. Apalagi setelah ini mereka harus menghadapi Arsenal di kandang sendiri.

Dortmund menerapkan garis pertahanan yang tinggi dan pressing ketat pada babak pertama, sehingga menyulitkan Napoli. Selain itu, pressing dan aksi bertahan juga sudah dimulai dari mulai kotak pertahanan Napoli. Bahkan, terlihat dari grafik di bawah ini, bahwa pemain Dortmund banyak sekali melakukan pelanggaran di dekat garis tengah lapangan, untuk menghentikan build-up Napoli.














Dengan taktik Dortmund ini, tim asuhan Rafa Benitez ini tidak memiliki pilihan lain untuk menyerang selain bermain bola-bola jauh melalui terobosan-terobosan ke sayap. Beberapa kali Dortmund keteteran menghadapi taktik ini.

Tercatat, satu peluang dari Jose Callejon berhasil tercipta, ketika Durm gagal mengantisipasi bola lambung terbosoan di sisi kiri pertahanan Dortmund. Untungnya bola masih membentur tiang luar dari gawang Roman Weidenfeller.














Dari grafik players influence di atas (sumber: www.fourfourtwo.com/statszone), terlihat bahwa pada babak pertama ini lini tengah Dortmund lebih padat, sementara Napoli lebih banyak mengalirkan bola ke sayap. Terutama ke arah sayap kiri, yaitu area Pablo Armero dan Mertens banyak berperan.

Strategi serangan balik Dortmund sendiri sangat berbahaya, sampai-sampai Napoli harus bermain keras. Akibatnya, setiap kali Dortmund memiliki kesempatan melakukan serangan balik, Napoli langsung mencegahnya dengan melakukan pelanggaran. Total Napoli melakukan delapan pelanggaran pada babak pertama yang berbuah empat kartu kuning untuk Fernandez, Gonzalo Higuain, Raul Albiol, dan Goran Pandev.

Trio Lini Tengah Pemegang Kunci Serangan Dortmund

Pada babak pertama ini, tiga pemain tengah Dortmund, yaitu Marco Reus, Jakub Błaszczykowski, dan Henrikh Mkhitaryan sangat berperan dalam mengkreasi serangan-serangan Dortmund.

Secara default Reus berposisi di sayap kiri, sementara Błaszczykowski di sayap kanan. Namun pada kenyataan di atas lapangan, kedua pemain ini rajin berpindah-pindah sisi lapangan. Sementara Mkhitaryan juga bermain gemilang dengan rajin membantu ke kanan, kiri, dan depan untuk melayani Lewandowski.











Dari grafik Marco Reus di babak pertama di atas (sumber: www.fourfourtwo.com/statszone), dapat diamati bahwa ia rajin berpindah posisi dari kiri ke kanan, dan dari kanan ke kiri, dan juga menciptakan operan krusial. Hal serupa juga dilakukan oleh Błaszczykowski.

Di babak kedua tidak ada perubahan strategi yang dilakukan oleh ke dua pelatih: trio Dortmund di atas masih memegang kunci serangan (balik) Dortmund, sementara Napoli masih mengandalkan penguasaan bola di belakang dan umpan-umpan lambung terobosan ke sayap.
















Pada pertandingan ini, Napoli memang terlihat lemah dalam mengantisipasi serangan balik. Dortmund berhasil mengeksploitasi kelemahan ini dengan maksimal.




 






Terlihat dari grafik pola sisi penyerangan di atas (sumber: www.whoscored.com), pada babak ke dua Dortmund (kiri, warna biru) lebih banyak mengalirkan bola serangan balik dari lapangan tengah mereka menuju sayap kanan, yang diisi oleh Błaszczykowski.

Namun gol ke dua Dortmund berhasil diciptakan pada menit ke-59 lewat kiri, yaitu melalui assist umpan terobosan Reus yang diselesaikan dengan manis oleh Błaszczykowski.

Sementara Napoli (kanan, warna oranye) lebih mengandalkan sayap kiri sebagai tumpuan serangan melalui Armero dan Mertens, yang kemudian digantikan oleh Insigne. Insigne sendiri akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan Napoli melalui golnya pada menit ke-70. Gol ini berawal dari operan gagal Sebastian Kehl di sisi kanan sepertiga lapangan pertahanan Dortmund.

Tujuh menit berselang, Dortmund berhasil memperlebar gol mereka menjadi 3-1 melalui gol yang dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang. Gol ini berawal dari operan gagal Armero di sisi kiri lapangan tengah Napoli, yang kemudian menghasilkan, lagi-lagi, sebuah serangan balik yang mematikan.


Banyak Peluang Tercipta





















Pertandingan ini secara umum berlangsung menarik dengan banyaknya peluang yang tercipta oleh kedua tim yang dapat diperhatikan dari grafik percobaan tembakan di atas (sumber: www.fourfourtwo.com/statszone).

Pepe Reina bermain sangat gemilang dan berhasil mematahkan sembilan tendangan ke gawang Dortmund, sayangnya ia harus memungut bola tiga kali dari gawangnya sendiri.

Pertahanan Dortmund yang Sibuk

Tak hanya Reina yang bermain sangat sibuk, di sisi lain lapangan terlihat bahwa pertahanan Dortmund pun kerap menghalau serangan Napoli. Meskipun sempat kesulitan pada babak pertama, kuartet Durm, Sokratis, Bender, dan Grosskreutz terbukti sangat klop pada pertandingan ini. Mereka berhasil membuat clearance-clearance yang sempurna dalam mengantisipasi serangan-serangan Napoli. Ini terlihat pada grafik clearance di bawah ini (sumber: www.fourfourtwo.com/statszone).











Bender, yang berposisi asli sebagai gelandang bertahan, dapat menjalankan perannya sangat baik sebagai bek tengah bersama Sokratis, yang tackle-tackle-nya juga sangat krusial. Tidak seperti waktu melawan Bayern Munchen, kali ini pertahanan Dortmund patut diacungi jempol.

Peran Mkhitaryan

Jika harus memilih satu pemain yang bermain paling gemilang pada pertandingan ini, Henrikh Mkhitaryan lah pemain yang tepat. Pemain bernomor punggung 10 ini bermain sangat baik dengan umpan-umpan dan pergerakannya. Terlihat dari overall player dashboard di bawah ini: (sumber: www.fourfourtwo.com/statszone).











Bermain di belakang Lewandowski, diapit dua sayap rajin (Reus dan Błaszczykowski) seperti namanya yang sulit untuk dituliskan dan diucapkan, Mkhitaryan berhasil pula menyulitkan pertahanan Napoli. Meskipun beberapa kali terlihat egois dengan dribble-dribble-nya, ia memerankan peran sentral pada pertandingan ini.

Pertandingan Penentuan Menunggu di Depan



Kemenangan Dortmund ini sangat berarti bagi mereka. Laga melawan Marseille (yang peluang untuk lolos ke babak selanjutnya sudah tidak ada ) pada matchday terakhir nanti akan menjadi sedikit lebih mudah. Sementara Napoli harus mengalahkan Arsenal di San Paolo.

Sebagai pemimpin klasemen, Arsenal pun tidak bisa ongkang-ongkang kaki. Pertarungan tiga tim ini pada matchday terakhir Liga Champion patut untuk sangat dinantikan.


(mrp/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads