Agresivitas Bilbao Makan Korban

Liga Spanyol: Bilbao 1-0 Barcelona

Agresivitas Bilbao Makan Korban

Pandit Football Indonesia - Sepakbola
Senin, 02 Des 2013 15:06 WIB
Agresivitas Bilbao Makan Korban
Getty Images/Juan Manuel Serrano Arce
Jakarta -

San Mames Barria, markas baru Athletic Bilbao, semakin mengokohkan keangkerannya. Dari 14 pekan penyelenggaraan La Liga, sudah ada enam korban yang jatuh di stadion ini. Pada laga semalam, di pekan ke-15, korban ketujuh pun kembali tumbang. Tidak tanggung-tanggung, yang ditundukkan pun Barcelona, sang pemuncak klasemen yang belum pernah terkalahkan sebelumnya.

Buat Barcelona, kekalahan pertama ini juga sekaligus melanjutkan tren negatif dalam seminggu terakhir. Barca takluk dua kali dalam tujuh hari terakhir. Ya, pada laga di Liga Champions hari Rabu lalu, Barca tunduk 1-2 dari Ajax Amsterdam.

Barcelona sendiri datang ke Bilbao tanpa banyak pemain utamanya. Lionel Messi, Jordi Alba, Carles Puyol, Dani Alves, dan Victor Valdes harus absen karena cedera. Sementara itu, Bilbao menjamu dengan kekuatan penuh. Hanya striker Aritz Aduriz yang tidak dapat bermain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, komposisi starting XI Barcelona juga tidak bisa dikatakan lemah. Ada Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets di lini tengah, serta Neymar, Alexis Sanchez, dan Fabregas di depan. Ditambah lagi dua full-back Martin Montoya dan Adriano. Serangan Barcelona akan tetap menakutkan lawan.


Starting XI Athletic Bilbao (Kiri) dan Barcelona (Kanan). Sumber: FourFourTwo

Pertarungan Klasik: Possession versus Pressing Ketat

Seperti halnya pertandingan-pertandingan Barcelona lainnya, penguasaan bola mutlak dipegang Barcelona. Tuan rumah hanya memenang bola 38% berbanding dengan 62% Barcelona. Bahkan, jumlah pasing Barca (481) mencapai dua kali lipat passing Bilbao (241).

Hanya saja, jumlah penguasaan bola Barca tidak berbanding lurus dengan peluang menciptakan gol. Barcelona hanya berhasil menciptakan 11 tendangan, dengan hanya 2 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Bilbao berhasil melepaskan 15 tendangan dengan 6 di antaranya tepat sasaran.

Bilbao benar-benar menunjukkan permainan yang luar biasa di depan pendukungnya. Agresivitas tinggi Bilbao, saat Barca masih menguasai bola di daerahnya sendiri, membuat Xavi, Iniesta dan Busquets tidak pernah mendapatkan ketenangan saat memegang bola. Satu pemain Bilbao terdekat akan langsung menerjang setiap kali pemain Barca mengontrol bola di daerah pertahanannya.

Kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki pemain Barca memang membuat para pemain Bilbalo seolah-olah berlari tanpa hasil. Namun ternyata pressing dan agresivitas ini justru membuat aliran bola Barcelona tidak selancar biasanya. Barcelona kesulitan memasuki daerah pertahanan Bilbao dari tengah.

Barca Umpan Diagonal–Bilbao Pertahanan Zonal

Tidak kehabisan akal, para pemain Barca kemudian melepaskan umpan panjang diagonal yang membelah pertahanan Bilbao. Hal ini cukup efektif sebagai taktik serangan Barcelona. Tercatat tujuh kali umpan diagonal pemain Barcelona berhasil mendarat di kaki Alexis Sanchez atau Neymar.

Bilbao pun masih belum kehabisan strategi untuk menahan serangan. Permainan agresif ketika bola masih berada di daerah lawan, berubah menjadi zonal marking ketat ketika bola memasuki daerah pertahanan Bilbao. Sebelas orang termasuk striker Gaizka Toquero ikut turun membentuk pertahanan.

Hasilnya, kotak penalti Bilbao steril dari determinasi para pemain Barcelona. Terlihat pada chalkboard passing babak pertama Barcelona hanya 4 kali pemain Barca berhasil menerima bola di dalam kotak penalti.


Passing Barcelona di babak pertama. Sumber: FourFourtwo

Sibuk mempertahankan gawangnya, Bilbao menjadi tidak terlalu banyak mengancam gawang Barcelona. Bilbao hanya mengandalkan serangan balik dari kedua sayap. Iker Muniain dan Markel Susaeta memang beberapa kali sempat merepotkan Montoya dan Adriano. Namun masih belum cukup untuk dapat mombongkar pertahanan Barca.

Hanya sekali saja pertahanan ini tembus, yaitu ketika crossing Susaeta berhasil mendarat di kaki Muniain. Sayang Muniain tidak berhasil mengeksekusi bola dengan sempurna sehingga dapat diamankan dengan mudah oleh kiper Barcelona, Pinto.

Risiko yang Dibayar Mahal

Tidak puas dengan hasil di babak pertama, pelatih Barcelona, Gerardo Martino, sedikit mengubah cara bermain di babak kedua. Ia tidak lagi menginstruksikan umpan-umpan panjang untuk menghindari pressing pemain Bilbao, namun meminta para pemainnya untuk memaksa masuk menembus dengan umpan pendek ke tengah pertahanan Bilbao.

Barca memang kemudian mulai bisa memainkan bola di bibir kotak penalti Bilbao. Beberapa kali pula pemain Barca menciptakan key-pass yang berbuah peluang bagi Barca di kotak penalti Bilbao. Sayang peluang masih gagal dikonversi menjadi gol. Terlihat pada chalkboard posisi passing Barcelona yang mulai naik ke depan kotak penalti Bilbao, jika dibandingkan dengan pada babak pertama.


Passing Barcelona di babak kedua. Sumber: FourFourTwo

Namun permainan Barcelona di babak kedua ini juga mengundang resiko besar bagi Barcelona. Umpan-umpan pendek yang diperagakan Barcelona di tengah-tengah agresivitas tinggi para pemain Bilbao membuat Barcelona sering kehilangan bola di daerahnya sendiri. Hal ini membuat serangan Barca akhirnya kandas sebelum sampai ke daerah pertahanan Bilbao.

Tercatat 18 kali Barcelona melakukan salah passing di daerahnya sendiri pada babak kedua ini. Bandingkan dengan hanya 5 kali kesalahan passing di daerah sendiri yang terjadi di babak pertama.

Hasil dari keputusan mengambil risiko ini berbuah mahal bagi Barcelona. Usaha anak-anak Bilbao, yang tidak pernah berhenti mengejar bola di daerah Barcelona, membuahkan hasil pada menit ke-70.

Iniesta gagal menguasai bola dengan sempurna sehingga berhasil direbut pemain Bilbao. Markel Susaeta yang menusuk melalui sayap kanan berhasil mengirimkan crossing matang kepada Iker Muniain, yang kali ini berhasil mengeksekusi bola dengan sempurna. Pinto pun tidak dapat berbuat banyak menghadapi tendangan yang berjarak tidak lebih dari lima meter di depan gawangnya.

Tidak Ada Attempts Barca di Babak Kedua

Tertinggal satu gol, Gerardo Martino langsung bergerak dengan memasukan tenaga baru. Xavi digantikan Sergi Roberto dan Iniesta digantikan Pedro Rodriguez. Namun, ini tidak banyak mengubah permainan. Pertahanan Bilbao yang sangat disiplin tidak berhasil ditembus oleh para pemain Barcelona.

Bilbao justru sempat mengancam gawang Pinto, ketika crossing Muniain tepat mengarah ke Toquero yang berdiri tanpa pengawalan. Beruntung buat Barca, kali ini Pinto dapat menepis bola ke luar.

Babak kedua berakhir dengan Barca tidak berhasil melepaskan satupun tendangan ke gawang Bilbao. Skor pun tidak berubah hingga akhir. Gol Muniain di menit ke-70 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan kali ini.

Kesimpulan

The New San Mames sejauh ini sudah menggelar 8 pertandingan La Liga bagi Athletic Bilbao. Hanya Valencia dan Elche yang berhasil lolos dari keangkeran San Mames dengan membawa pulang satu poin. Sisanya, Bilbao selalu dapat menunjukan keperkasaannya di San Mames dengan mengalahkan lawan-lawannya. Bahkan tim sekelas Barcelona dipaksa untuk pulang dengan hanya membawa 2 shots on target.

Bilbao kini berada di peringkat 4 klasemen sementara La Liga, dengan dengan 9 kali kemenangan yang 6 di antaranya dari pertandingan kandang. Sementara itu, meski kalah, Barca masih tetap berada di puncak klasemen.

Menarik untuk terus mengamati sejauh mana keangkeran markas baru Bilbao ini bisa terus dijaga. Melihat jadwal pertandingan kandang Bilbao berikutnya, yang hanya melawan tim-tim papan bawah (Rayo Vallecano, Almeria, dan Real Valadolid), rekor tak terkalahkan di San Mames dapat dijaga.

Ujian sebenarnya baru akan berlangsung ketika raksasa Spanyol lainnya, Real Madrid, datang berkunjung pada bulan Februari. Apakah Real Madrid bernasib sama? Atau justru mampu menunjukan cara kepada Barcelona untuk membungkam Bilbao di San Mames?

====

*akun Twitter penulis: @panditfootball

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads