Ini Penyebab MU Ditahan Imbang Tim Juru Kunci

Liga Inggris: Man Utd 2-2 Fulham

Ini Penyebab MU Ditahan Imbang Tim Juru Kunci

- Sepakbola
Senin, 10 Feb 2014 11:38 WIB
Ini Penyebab MU Ditahan Imbang Tim Juru Kunci
AFP/Andrew Yates
Jakarta -

Manchester United tetap dalam performa tak baik sepanjang musim ini. Namun, jika Anda menyaksikan laga ini, mungkin Anda sempat berpikir bahwa United akhirnya bisa bangkit setelah tertinggal satu gol.

Sempat ketinggalan oleh gol Steven Sidwell, United berhasil mengejar kedudukan menjadi 2-1 melalui gol Robin van Persie dan Michael Carrick. Apa daya, gol injury time dari Darren Bent membuat para pendukung United di seluruh dunia sakit hati.

Meski mendominasi lapangan dan juga catatan statistik sepanjang pertandingan, sang juara bertahan memang kewalahan menghadapi sang juru kunci liga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skuat Kedua Tim



[Daftar pemain yang diturunkan oleh Manchester United dan Fulham. Sumber: whoscored.com)

David Moyes menurunkan kembali sang kapten yang juga telah mengumumkan akan hengkang pada akhir musim, Nemanja Vidic. Pada tiga pertandingan sebelumnya Vidic mesti absen karena larangan bertanding. Sementara di depan, trio Wayne Rooney, Juan Mata, dan Robin van Persie diturunkan dan dinanti-nantikan oleh para pendukung "Setan Merah".

Manajer Fulham, yang merupakan salah satu mantan asisten manajer Sir Alex Ferguson di United dulu, Rene Meulensteen, menurunkan skuat yang cukup berisiko. Padahal mereka baru mengalami empat kekalahan berturut-turut di Premier League.

Lewis Holtby, John Heitinga, William Kvist, mantan calon wonderkid United, Ryan Tunnicliffe, dan penyerang debutan berusia 18 tahun, Muamer Tankovic, diturunkan oleh manajer asal Belanda tersebut.

Jalannya Pertandingan



[Statistik pertandingan. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]

United sangat mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola yang jauh di atas tamunya (75,4%). Penguasaan bola ini juga didukung oleh jumlah operan, terutama operan pada sepertiga terakhir lapangan. Tak heran jika United berhasil menciptakan peluang yang lebih banyak melalui tembakan, yaitu sebanyak 31 tembakan. Sementara Fulham hanya berhasil menembak ke gawang United 6 kali.

Efektivitas kembali berbicara. United gagal memanfaatkan penguasaan atas pertandingan. Selain karena buruknya penyelesaian akhir, pemain-pemain depan United juga sering terkena offside.

Umpan Silang dan Arah Serangan Kedua Tim

United banyak menyerang melalui sisi lapangan terutama sisi sebelah kiri, atau tempat Patrice Evra dan Ashley Young bermain. Sedangkan Fulham banyak menyerang melalui bola jauh dari tengah.


[Grafik operan pada sepertiga terakhir lapangan. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Hal ini juga terlihat melalui grafik operan pada pada sepertiga terakhir lapangan. United melepaskan sebanyak 282 operan (245 di antaranya berhasil) berbanding jauh sekali dengan Fulham yang hanya berhasil melepaskan 44 operan (17 di antaranya berhasil).


[Grafik umpan silang. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Satu hal yang masih tetap sama dengan laga-laga sebelumnya, United sering melakukan umpan silang ke mulut gawang lawan. Jumlah umpan silang United pada laga kali ini adalah 82 kali, sedangkan Fulham hanya 4 kali yang salah satu dan satu-satunya berbuah gol Steven Sidwell.

Perbedaan yang terlihat dari cara bermain United sebelumnya hanya pada Juan Mata. Umpan-umpan silang United kali ini lebih bervariasi dengan kehadiran pemain Spanyol berkaki kidal tersebut.

Cara (Tim Gurem) Mengakali United di Old Trafford: Bertahan Total dan Serangan Balik

Rene Meulensteen pasti sadar betul kedudukan timnya sekarang. Apalagi bertandang ke Old Trafford bukanlah hal yang mudah. Sesuai tebakan, Fulham bermain lebih bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.


[Sistem pertahanan Fulham terutama dalam menghadapi umpan-umpan silang.]

Lini pertahanan Fulham terlihat sangat rapat, bahkan antara bek tengah dan bek sayap mereka yang selalu sejajar.

Bahkan Riether dan John Arne Riise yang berposisi sebagai bek sayap sering terlihat berada di dalam kotak penalti. Sementara yang berusaha memotong umpan-umpan silang United adalah gelandang-gelandang sayap Fulham.


[Banyak pemain Fulham berada di dalam kotak penalti saat diserang.]

Saking menitikberatkan pada pertahanan, dalam beberapa kesempatan, terlihat ada delapan sampai sepuluh pemain Fulham di dalam kotak penalti mereka sendiri.

Kenapa United Membutuhkan Seorang Box to Box Midfielder?

Setelah disiplin dalam bertahan, hal selanjutnya yang harus dilakukan Fulham adalah serangan balik. Tapi, strategi ini tidak semudah mengucapkannya. Butuh kejeniusan dan terutama kecepatan tersendiri dalam menyusun serangan balik yang efektif.

Tapi serangan balik juga bisa berhasil jika tim yang sedang diserang tidak memiliki sistem pertahanan yang baik. Salah satunya adalah seorang gelandang bertahan. Apalagi tim itu sedang asik-asiknya menyerang.

Pada pertandingan ini terlihat betul mengapa United benar-benar membutuhkan seorang gelandang box to box.


[Serangan balik Fulham dan kemampuan track back gelandang Manchester United.]

Contoh yang paling nyata adalah pada peluang Kieran Richardson di atas. Ketika United diserang balik, seharusnya tugas seorang gelandang adalah melakukan track back untuk mengejar pemain yang sedang melakukan serangan balik, terutama pemain yang sedang membawa bola.

Dibutuhkan kecepatan dan stamina tingkat tinggi untuk bisa sampai pada tahap box to box ini. Gelandang yang bertipikal seperti ini ada dalam diri Arturo Vidal, Ramires, Yaya Toure, Ilkay Gundogan, dan lain-lain.

Sayangnya United tidak memiliki gelandang bertipikal seperti ini, bahkan sejak era Sir Alex Ferguson sekalipun. Darren Fletcher maupun Michael Carrick tidak bisa memerankannya, sementara pemain yang dianggap bisa, yaitu Marouane Fellaini, kerap kali tampil mengecewakan.

Satu-satunya pemain United yang berpotensi sebagai geladang box to box adalah Wayne Rooney. Namun Wayne Rooney adalah seorang penyerang. Kecuali ia memang mau ditempatkan sebagai gelandang.


[Grafik performa Wayne Rooney. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Pada masa Sir Alex dulu, United memang tidak membutuhkan gelandang box to box. Mengapa? Karena pada masa itu, sistem pertahanan United sangat rapi dengan antar lini yang tidak memiliki jarak jauh.

Sementara saat ini lini tengah United sering terlihat kosong. Mau tidak mau United memang harus memiliki seorang gelandang yang memiliki kecepatan dan stamina yang tinggi. Seorang gelandang yang memiliki kemampuan untuk mencegah serangan balik dan juga mengawali serangan.

Positioning Bek-Bek United

Kemudian, satu hal lain yang patut diperhatikan oleh David Moyes adalah sistem pertahanan. Pada pertandingan ini juga terlihat benar buruknya positioning dari pertahanan United.

United terlihat rentan, dengan sering kali serangan Fulham menjadi bahaya. Hal ini lah yang menyebabkan sedikitnya operan sepertiga lapangan terakhir Fulham bisa berbuah ancaman untuk gawang United. Karena hanya sedikit peluang itulah yang Fulham butuhkan.


[Proses terjadinya gol pertama Fulham oleh Steven Sidwell.]

Gol pertama dari Sidwell menunjukkan benar betapa buruknya pertahanan United. Lihat saja bagaimana tidak ada pemain United yang menutup umpan lambung sehingga jatuh di kaki lawan.

Positioning bek-bek United memancing ruang kosong, ditambah lagi gelandang yang malas melakukan track back. Melalui gambar di atas, dapat dilihat bahwa tidak ada gelandang yang melakukan track back terhadap Sidwell.


[Kacaunya pembagian tugas bek-bek Manchester United.]

Kemudian juga pada gol penyama kedudukan di injury time yang dicetak oleh Darren Bent. Gol ini juga menunjukkan kacaunya pembagian tugas marking dari bek-bek United.

Chris Smalling seharusnya menutup operan, sementara Antonio Valencia yang memang bukan seorang bek sayap sejati seharusnya menjaga pemain yang kosong seperti yang Evra lakukan. Sedangkan Vidic terlihat ragu apakah menjaga Bent atau menutup operan, sehingga Bent pun dapat bergerak bebas.

Januzaj yang jadi faktor Pembeda

Entah apa yang Adnan Januzaj bisa lakukan. Yang jelas kehadirannya di lapangan pada babak ke dua mampu mengubah gaya permainan United.


[Grafik performa Adnan Januzaj. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Kehadiran pemuda asal Belgia ini berhasil membuat serangan United menjadi hidup. Dua gol United yang berhasil diciptakan pun datang setelah Januzaj masuk menggantikan Fletcher.

Secara umum, United memang tidak bermain efektif terutama dalam pemanfaatan peluang. Mereka mampu menciptakan peluang, namun kerap gagal dimanfaatkan menjadi tembakan ke gawang.

Sulitnya United dalam mencetak gol juga tercermin betul dalam gambar di bawah ini, yang bisa Anda lihat juga pada cuplikan gol-gol. Bagimana lepas dan bahagianya perasaan Rooney ketika Michael Carrick berhasil menceploskan gol indah yang mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk United.


[Luapan emosi Wayne Rooney]

Pendukung atau pembenci Manchester United --tidak ada inbetween-- mari istirahat sejenak untuk melihat tabel klasemen di bawah ini, dan menilai apa kesimpulan yang dapat kita ambil untuk Premier League yang sudah memasuki pekan ke-25.



Selanjutnya Manchester United akan bertandang ke kandang Arsenal tengah pekan ini. The Chosen One versus The Five-One. Menarik.


====

* Dianalisis oleh @panditfootball. Lihat profilnya di sini








(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads