Meredam Cuadrado dan Menyerang Balik Lewat Sayap Kiri

Liga Italia: Fiorentina 1-2 Inter Milan

Meredam Cuadrado dan Menyerang Balik Lewat Sayap Kiri

- Sepakbola
Minggu, 16 Feb 2014 16:40 WIB
Meredam Cuadrado dan Menyerang Balik Lewat Sayap Kiri
(Getty Images/Gabriele Maltinti)
Jakarta - Bertandang ke Stadion Artemio Franchi, Inter Milan sedikit diuntungkan dengan skuat tuan rumah yang terasa sedikit pincang. Ini karena Fiorentina tidak bisa memainkan Stefan Savic yang cedera di lini belakang, sementara Borja Valero terkena hukuman kartu merah.

Apalagi di lini depan La Viola juga kehabisan stok penyerang. Absennya Giussepe Rossi akibat cedera lutut membuat Montella uring-uringan. Beruntung Mario Gomez sudah sembuh dari cedera yang menimpanya sejak awal musim lalu. Di laga dini hari tadi, Gomez pun dimainkan Montella, meski tidak dari menit-menit awal.

Sebuah catatan menarik dari Montella adalah ia tak memainkan penyerang murni pada laga semalam, dan menduetkan Joaquin dan Josip Ilicic di lini depan. Sejatinya Josip Ilicic adalah seorang gelandang. Tapi oleh Montella ia didorong menjadi striker dalam 3 laga terakhir, termasuk saat melawan Inter Milan.

Semalam Montella sendiri kembali ke pola lama dengan formasi 3-5-2, yang jarang dipakainya karena mulai beralih ke 4-3-3. Dengan formasi ini, selain tak memainkan striker murni, Montella juga tak memakai gelandang bertahan murni. Tiga pemain di tengah adalah pemain yang bertipikal playmaker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di kubu lawan, Inter datang dengan hanya melakukan sedikit rotasi di lini belakang. Hadirnya Walter Samuel membuat Rolando digeser ke lebih kiri, sehingga pelatih Walter Mazzari membangkucadangkan Hugo Campagnaro.

Sebenarnya Inter datang tanpa Matteo Kovacic, Esteban Cambiasso, dan Ricardo Alvarez di lini tengah. Namun beruntung Inter memiliki pemain anyar, Hernanes, yang baru bisa diturunkan di laga ini. Nantinya, duet Hernanes dan Nagatomo di sayap kanan inilah yang jadi penentu kemenangan Inter atas Fiorentina.

Padatnya Lini Pertahanan La Viola

Pada awal babak pertama, Montella menerapkan taktik kepada para pemainnya untuk menjaga kerapatan antar lini. Tugas ini tak hanya dibebankan pada lini belakang dan tengah saja, namun lini depan pun mesti ikut turun saat bertahan. Seperti dijelaskan pada awal tulisan, hal ini karena lini tengah Fiorentina diisi oleh pemain yang bertipikal playmaker dan tanpa ada satu pun gelandang bertahan.

Lihat capture pertandingan di bawah. Terlihat bahwa saat Inter baru akan mulai menyerang, 10 pemain Fiorentina sudah merapat di setengah area pertahanan mereka sendiri.


Gambar Rapatnya Pertahanan Fiorentina

Hal inilah yang membuat Inter kesulitan saat menembus pertahanan Fiorentina. Setiap Inter mendapat bola dan coba memainkannya di area Fiorentina, ada sekitar 4 pemain Fiorentina yang melakukan pressing. Taktik ini membuat posisi pemain Inter agak renggang.

Memancing Fiorentina

Dalam menyerang, Fiorentina sendiri lebih memilih bersabar dan tak terlalu agresif, mereka menyerang blok per blok secara serempak dari lini belakang hingga lini depan. Serangan ini tentu saja amat lambat mengingat ada jeda waktu yang cukup lama bagi barisan tengah Inter untuk kembali mundur ke belakang.

Karena itu, pada pertengahan babak pertama, Inter mencoba untuk bermain lebih bersabar. Mereka membiarkan Fiorentina untuk menyerang, sembari sesekali berupaya melakukan serangan balik. Hasil dari skema ini adalah satu gol yang dicetak oleh Rodrigo Palacio di menit 33.

Dalam segi raihan passing, Inter memang kalah dibandingkan dengan Fiorentina. Area penguasaan bola dan area passing yang dilakukan pun Inter mengalami ketimpangan, dengan serangan lewat sayap kiri Inter yang mati total (lihat grafis chalkboard passing Inter).

Grafis Umpan Inter Milan babak 1

Kondisi ini terjadi karena Mazzari mengintruksikan Nagatomo untuk melakukan man to man marking kepada Cuadrado. Nagatomo lebih cenderung di belakang ketimbang naik ke depan untuk mengalirkan bola dari sayap kiri ke striker.

Peran itu lalu diemban oleh seorang bek, yaitu Juan Jesus. Tapi, sebagai seorang bek, akurasi passing Juan memang cukup buruk. Bahkan passing gagal yang dibuat di sayap kiri Inter, semuanya dilakukan oleh Juan.

Mazzari mengintruksikan tiga pemain tengah, Kuzmanovic-Hernanes-Guarin, untuk membuat benteng di luar area final third Inter. Hal ini dilakukan untuk membendung serangan Fiorentina yang biasa menyerang secara serempak lewat umpan-umpan pendek. Taktik yang dilakukan Mazzari ini pun cukup sukses, Fiorentina kesulitan menembus barisan pertahanan Inter.

Grafis passing Fiorentina babak 1

Fiorentina sebenarnya melakukan opsi serangan lain lewat umpan-umpan panjang dari lini belakang. Sayangnya umpan-umpan ini selalu tak akurat mengingat posisi Joaquin lebih cenderung ke sayap dan Josip Ilicic lebih mundur ke tengah.

Serangan Balik Adalah Kunci

Saat melakukan serangan balik, Mazzari melakukan beberapa langkah taktik untuk membongkar pertahanan Fiorentina. Hal pertama yang ia lakukan adalah dengan menarik lebar tiga bek tengah Fiorentina. Cara yang dilakukan adalah dengan memasang Hernanes jauh di depan. Saat Inter melakukan serangan balik, Hernanes akan menarik Campper untuk bermain lebih ke sayap.

Berbeda dengan Fiorentina yang meminta striker mereka ikut turun saat bertahan, Inter tidak melakukan demikian. Mazzari menyimpan Milito dan Palacio diantara kerenggangan ruang para bek Fiorentina. Umpan yang diberikan kepada dua striker ini biasanya lewat umpan-umpan terobosan atau umpan lambung.

Inti serangan Inter sendiri terletak di sayap kiri. Mazzari sengaja menaikkan posisi Juan ke depan untuk membingungkan Aquilani saat bertahan. Kendati passing suksesnya teramat buruk, hanya sukses 13 dari 30 kali percobaan, Juan hanyalah perangkap.
Saat Aquilani merasa lengah dan tertipu oleh Juan, Nagatomo lalu melepas penjagaan kepada Cuadrado untuk merangsek hingga lini depan.

Ada alasan utama kenapa Nagatomo bisa melepaskan Cuadrado. Saat Fiorentina menyerang, memang sudah jadi kebiasaan Cuadrado untuk menusuk ke tengah dibanding bermain menyisir lapang dan melakukan crossing ke depan gawang. Dan Mazzari telah menempatkan Kuzmanovic di tengah agar ia bisa melapis Nagatomo dalam menjaga Cuadrado.

Lewat skema ini Inter mampu mencetak gol di menit 33 lewat Palacio. Meski demikian, mesti dicatat bahwa taktik ini juga berbuah gol penyama kedudukan yang dicetak Cuadrado pada menit 47. Inter gagal menerapkan taktik ini karena saat Nagatomo naik Kuzmanovic gagal menutup Cuadrado.

Kemenangan atas La Viola ini jadi kemenangan tandang pertama Inter semenjak November 2013. Inter pun mampu memperkecil selisih dengan Fiorentina, yang memang berada satu peringkat di atas Inter di tabel klasemen, jadi hanya 5 poin. Dengan masih ada 14 pertandingan yang tersisa, selisih 8 poin dari Napoli (belum bertanding) untuk satu jatah Liga Champions pun masih terasa masuk akal untuk dikejar.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini

(nds/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads