Memancing Schalke dengan Robben dan Menjadikan Dante Playmaker

Liga Jerman: Bayern 5-1 Schalke

Memancing Schalke dengan Robben dan Menjadikan Dante Playmaker

- Sepakbola
Minggu, 02 Mar 2014 12:05 WIB
Memancing Schalke dengan Robben dan Menjadikan Dante Playmaker
AFP/Christof Stache
Jakarta - Bayern Munich memecundangi Schalke 04 5-1, Minggu (2/3/2014) dinihari WIB. Kemenangan ke-21 Bayern pada musim ini membuat mereka kokoh di puncak klasemen, dan meraih selisih 20 poin dari saingan terberatnya, Borussia Dortmund, di peringkat dua.

Arjen Robben boleh dibilang Man of The Match berkat hat-trick yang dicetaknya kala. Namun sejatinya, ada dua faktor kemenangan FC Hollywood semalam, yakni gol cepat David Alaba dan Dante yang menjadi playmaker.

Tim tamu datang ke Allianz Arena dengan formasi 4-3-3 yang sudah disiapkan untuk meredam Tiki-Taka Bayern. Pergerakan trisula gelandang Pep Guardiola dalam 4-1-4-1, yang mulai terbaca selama lebih dari setengah musim ini, sudah akan diredam pelatih Schalke, Jens Keller.

Trisula, yang dalam laga ini diembankan Tony Kroos-Bastian Schweinsteiger-Mario Goetze, itu akan diredam oleh Schalke dengan peralihan cepat ke 4-5-1 saat bertahan. Ini berarti trio gelandang sejajar Shcalke akan disokong oleh turunnya dua winger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semenit pertama, redaman ini cukup bisa terlihat. Farfan dan Draxler ikut turun ke belakang dan mendekati trio gelandang yang juga diinstruksikan berdekatan dengan barisan bek.

Namun, semuanya berubah saat pertengahan menit ke-2. Tendangan bebas Alaba, usai membentur Joel Matip, berbelok arah ke dalam gawang Schalke.

Gol ini tak hanya membuat Bayern memimpin 1-0, tapi sekaligus menjadi pembuka keran gol demi gol mereka. Skema pertahanan Schalke pun rusak karenanya. Mereka kerap terlihat bingung antara tetap bermain bertahan, atau lebih terbuka untuk menyamakan skor.

Robben Pemancing, Dante Playmaker

Kebingungan Schalke karena ketertinggalan itu dimanfaatkan Bayern dengan meneruskan gaya bermain tiki-taka mereka. Tim tamu pun dikurung dengan Bayern yang menguasai bola melalui umpan-umpan pendek mereka.

Bayern terus memancing Schalke, agar jarak rapat antara gelandang dan barisan pemain belakang menjadi lebar. Duo center back Dante dan Javi Martinez sampai ikut memainkan possession di daerah pertahanan Schalke demi membantu proses "memancing" ini. (Lihat Gambar)

(Dante menjadi playmaker Bayern?)

Hasilnya efektif! Tepat di menit ke-15, Bayern mendapatkan gol kedua melalui Robben. Meski assist dicetak Mandzukic, namun gol ini tercipta berkat pancingan Bayern yang sukses. Umpan pendek yang dimulai dari Dante, lalu kepada Kroos, sukses memaksa bek Schalke keluar. Bek-bek tim tamu pun tak mampu mengejar kecepatan Robben.

Tipuan Pep

Schalke makin bingung usai 2 gol tersebut. Mereka tidak mampu memutuskan antara ingin mengejar selisih dua gol itu atau merapatkan koordinasi antar bek dengan bermain bertahan.

Barisan pertahanan mereka kemudian hilang konsentrasi dan malah memfokuskan pertahanan dengan me-marking Robben.

Hal ini dimanfaatkan Bayern. Tatkala pemain Schalke menumpuk di kanan untuk menjaga Robben, dengan cerdik Dante mengambil peran. Ia menyodorkan bola ke Goetze untuk diteruskan kepada Alaba yang melakukan overlap di kiri. Umpan silang Alaba pun dengan mudah diselesaikan tandukan Mandzukic yang tak terkawal. Sementara bek Schalke masih sibuk menjaga Robben.

Pada keunggulan 3-0 ini strategi Pep mulai terlihat. Robben dan pergerakannya di kanan hanyalah bagian dari pancingan. Padahal Dante diplot sebagai playmaker tersembunyi.

Ya, meski mencetak hat-trick, Robben sejatinya hanya perusak skema lawan dengan pergerakan-pergerakannya di sisi kanan. Gol keduanya tercipta karena bola muntah hasil intercept yang gagal dari barisan pertahanan Schalke. Sementara gol ketiganya di babak kedua tercipta dari titik putih. Dante lah yang banyak mengambil peran dan menciptakan key pass untuk Bayern.

Malah, dalam laga semalam, Robben terpaksa keluar dari areanya. Terutama usai pergantian yang dilakukan Jens Keller setelah timnya teringgal 0-4 pada menit ke-28. Keller memasukkan Christian Fuches yang notabene bek kiri untuk menggantikan gelandangnya, Leon Goretzka.

Dari data Squawka di atas, terlihat bahwa Robben lebih banyak bergerak ke tengah ketimbang di sisi kanan area final third Bayern. Masuknya Fuches sedikit banyak membuatnya buntu di kanan. Keller sebenarnya sudah melakukan pergantian yang tepat.

Namun telat, karena setelah timnya tertinggal empat gol.

Schalke Menyerang Lewat Boateng

Schalke berani menyerang dan bermain terbuka setelah masuknya Fuches. Mereka malah mendapatkan tiga attempts berturut-turut berujung shots on goal pada penghujung babak pertama.

Keller terlihat cukup memahami permainan Pep. Usai dari ruang ganti pun anak asuhnya meneruskan apa yang dilakukan di penghujung babak pertama tadi, yakni bermain terbuka.

Bermain seperti ini memang bisa meredam tiki-taka Muenchen. Buktinya, Schalke mampu memaksa Bayern bertahan pada lima menit awal babak kedua.

Instruksi Keller agar Kevin Prince Boateng lebih sering ke depan untuk menjadi winger atau pun masuk ke kotak penalti juga berhasil menciptakan peluang-peluang. Beberapa tendangan sudut yang didapat pun akhirnya menciptakan gol bunuh diri Rafinha di menit ke-64.

Namun, gol itu hanya menjadi hiburan karena Robben akhirnya melengkapi hattrick-nya dengan gol eksekusi penalti. Hadiah penalti yang didapatkan setelah Kyriakos Papadopoulus melanggar Mandzukic di kotak terlarang dan berujung kartu merah pada bek Schalke tersebut.

Sementara untuk Pep, gaya bermain tiki-taka yang ia terapkan di Bayern tak melulu berkutat di area tengah seperti kala di Barca. Winger bisa ia fungsikan menjad menjadi pemancing tepat.

Kala pemain lawan terpancing di sisi kanan, bola akan dipindah melebar ke ke kiri. Begitu juga sebaliknya. Terlihat dari data di bawah ini bahwa total 79% serangan Bayern berada di area sayap. Tapi, ini sebenarnya hanyalah untuk memancing barisan pemain belakang lawan keluar.

Ada juga yang menarik dari tiki-taka Pep semalam. Bukan hanya Dante dan Martinez yang memainkannya di area pertahanan Schalke, kiper Manuel Neuer pun diinstruksikan lebih banyak keluar jauh dari kotak penalti untuk ikut memainkan gaya khas Spanyol ini.

Tercatat lima kali Neuer ikut "bermain penguasaan bola" ria, demi memancing barisan pertahanan Schalke keluar. Coba lihatlah grafik umpan-umpannya di bawah ini.


Kesimpulan

Tiki-taka memang masih menjadi senjata utama Pep bersama Bayern. Namun sejatinya hanyalah pancingan belaka. Bedanya dengan dulu di Barca, tiki-taka Pep kali ini lebih variatif. Tidak melulu berkutat dengan umpan-umpan pendek di tengah. Dua sayap ikut berperan dalam tiki-taka tersebut, meski hanya bertindak sebagai pancingan belaka.

Satu lagi yang perlu jadi catatan adalah Pep punya banyak playmaker di Bayern. Tidak lagi bertumpu pada barisan gelandang ala Xavi dan Iniesta semasa di Barca dulu. Di Bayern, bukan Thiago Alcantara, Goetze ataupun Kroose saja. Pep juga punya Dante.



(krs/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads