Umpan Silang Madrid vs Messi sebagai Poros Serangan

Liga Spanyol: Real Madrid 3-4 Barcelona

Umpan Silang Madrid vs Messi sebagai Poros Serangan

- Sepakbola
Senin, 24 Mar 2014 18:32 WIB
Umpan Silang Madrid vs Messi sebagai Poros Serangan
Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno
Jakarta -

Barcelona membuka lagi peluang mempertahankan gelar juara La Liga musim ini, usai menang 4-3 atas Real Madrid di El Clasico, Senin (24/3) dinihari WIB tadi, yang menahan laju El Real di puncak klasemen.

Lionel Messi berhasil jadi bintang Los Cules usai mencetak hat-trick di mana dua di antaranya dibuat melalui titik putih dan membuat Messi jadi topskorer sepanjang masa El Clasico dengan 21 gol.

Kini Barca pun bisa mulai lagi perburuan gelar juara setelah selisih dengan Atletico Madrid dan Madrid hanya satu angka, dengan sembilan pekan tersisa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susunan Pemain

Madrid yang tampil di bawah dukungan para pendukungnya tampil percaya diri dengan kekuatan penuh. Diego Lopez kembali menjadi pilihan utama dan mencadangkan Iker Casillas. Pada barisan pertahanan, duet Pepe dan Sergio Ramos masih diandalkan di tengah. Sedangkan pada posisi fullback kanan dan kiri dipercayakan kepada Carvajal dan Marcelo.

Pulihnya Xabi Alonso membuat lini tengah Madrid kembali bisa diisi oleh gelandang berumur 32 tahun ini. Kali ini, Luka Modric dan Angel Di Maria lah yang ditugaskan untun mendampingi Alonso. Di depan, trio BBC masih tetap menjadi andalan: Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo diplot untuk menghancurkan tembok pertahanan Barcelona.



Β 
Starting XI Real Madrid (kiri) dan Barcelona (kanan). Sumber: whoscored.com

Sama halnya dengan kubu tim tamu, tidak mau kehilangan poin dari pertandingan ini tentu membuat sang pelatih Gerardo Martino mengeluarkan semua amunisi terbaik yang ada. Duet Javier Mascherano dan Gerard Pique masih belum memiliki pengganti di posisi bek tengah. Jordi Alba dan Daniel Alves pada posisi fullback pun masih merupakan yang terbaik yang dimiliki Barca.

Di tengah, kumpulan gelandang dengan kemampuan operan dengan akurasi tinggi disiapkan. Sergio Busquet, Xavi Hernandez, dan Cesc Fabregas disiapkan untuk mengatur serangan Barcelona. Sedangkan Andres Iniesta ditugaskan untuk bermain sedikit melebar ke kiri pada pertandingan ini. Bersama Lionel Messi dan Neymar, Iniesta membentuk trisula di depan untuk membombardir pertahanan Madrid.

Madrid Lebih Unggul di Babak Pertama

Walau sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol Iniesta, secara taktikal Madrid sebenarnya unggul di babak pertama. Mereka mampu membongkar pertahanan Barca lewat umpan-umpan silang yang terlihat selalu berbahaya dan mematikan.
Percobaan pertama Benzema melalui sundulan yang melebar menjadi tanda paling dini dari berbahayanya umpan silang Barca yang diarahkan pada Benzema.

Bertarung sendirian melawan duet Mascherano dan Pique tak membuat Benzema terkunci. Di babak I, Madrid dengan baik mengeksploitasi problem di area center-back rivalnya itu.

Konsentrasi duo bek tengah Barca itu memang terganggu dengan kehadiran Ronaldo atau Bale yang tak lagi bertipikal winger klasik yang menanti di garis tepi lapangan. Pertahanan Barca kurang sigap dalam mengantisipasi kehadiran dua pengganggu itu.

Mulanya Madrid memang kesulitan menembus pertahanan Barca. Ronaldo di sisi kiri kesulitan menembus sisi kanan Barca yang dijaga Alves. Agresivitas Alves yang berani melakukan duel satu lawan satu lumayan berhasil meredam β€œkeberingasan” Ronaldo.

Tidak mau membiarkan musuh abadinya berpesta di Bernabeu, Carlo Ancelotti langsung mencari cara lain untuk menerobos pertahanan Barca. Kali ini, Di Maria di geser lebih ke depan untuk mengisi posisi yang sebelumnya di tempati Ronaldo, sementara Ronaldo bergeser sedikit ke tengah.

Pembagian perannya adalah, Di Maria menyisir lapangan sedangkan Ronaldo agak ke dalam untuk masuk ke kotak penalti. Strategi ini membuat Alves harus menghadapi dua orang sekaligus, Di Maria dan Ronaldo secara bersamaan. Dengan strategi ini, Madrid mulai bisa melepaskan crossing ke tengah.

Serangan sayap juga merupakan pilihan yang cukup efektif bagi Real Madrid. Mengingat kedua fullback Barcelona selalu aktif ikut menyerang. Ditambah dengan bantuan dari fullback Real Madrid yang juga ikut membantu menyerang, pertarungan di sisi sayap mulai sedikit dikuasai tuan rumah. Posisi Ronaldo juga menjadi sentral karena dapat membantu Di Maria atau masuk ke tengah menerima umpan.




Ronaldo beralih menjadi penyerang tengah mendampingi Benzema

Pola serangan seperti ini langsung membuahkan hasil bagi Real Madrid. Tidak tanggung-tanggung, 2 gol langsung bersarang ke gawang Barcelona. Di Maria yang berhasil masuk dari sisi kiri mengirimkan crossing ke tengah. Benzema yang kini hanya dijaga oleh satu pemain lawan berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola menuju gawang Valdes.

Hanya berselang beberapa menit, terjadi gol kedua terjadi dengan cara yang hampir serupa. Kali ini giliran Mascherano yang gagal memotong bola crossing Di Maria ke Benzema. Penyerang asal Prancis ini pun langsung mencatatkan namanya ke papan skor untuk kedua kalinya.

Sementara itu di sisi sayap, Di Maria secara teknik individu mampu berkelit dari kawalan Dani Alves. Bantuan overlap dari Marcelo juga membuat Alves kian bingung. Walhasil, berondongan crossing Di Maria kepada Benzema kemudian dilancarkan oleh Madrid.

Total ada empat crossing Di Maria di babak pertama ini yang ditujukan kepada Benzema. Semua sukses berujung attemps striker asal Prancis itu karena Mascherano dan Pique tak bisa benar-benar membagi perannya.



Peran Pendukung dari Bale dan Modric

Selain Di Maria-Benzema, ada dua pemain dengan peran pendukung kesuksesan Madrid di babak pertama ini yaitu Bale dan Modric.

Keduanya mampu mengambil peran sebagai pengganggu agar konsentrasi bek-bek Barca terpecah. Dengan kecepatan larinya, serta aksi cutting inside yang dilancarkan Bale cukup membuat Barca kerepotan. gelandang bertahan dan bek Barca bingung antara menutupnya atau tetap menjaga Benzema.

Aksi Bale ini terlihat saat gol pertama Madrid tercipta. Ia menusuk ke tengah, bek Barca keluar, Bale lalu memberikan bola ke Modric yang langsung mengalirkan bola ke sayap kiri. Selain memecah defensive line Barca, Modric juga sukses menerapkan fungsinya sebagai playmaker. Sebelum Di Maria sukses melepaskan crossing kepada Benzema, bola berawal dari kaki Modric.

Pembagian Peran Bek Tengah Madrid

Seperti biasanya, Barca masih mengandalkan gaya permainan khasnya, tiki taka. Mereka begitu sabar memainkan bola di lapangan tengah yang di galang oleh Xavi dan Fabregas. Barca memang sengaja ingin memancing bek Madrid untuk keluar dari posnya. Kemudian merangsek ke kotak penalti dengan menggunakan umpan terobosan.

Madrid sebenarnya sudah memasang garis pertahanan rendah untuk mengantisipasi umpan-umpan terobosan yang dilancarkan pemain-pemain Barca. Namun, pemain belakang Madrid memang terlihat kurang sabar. Mereka sering keluar dari posnya untuk merebut bola.

Sebenarnya, Ancelotti telah menginstruksikan anak didiknya untuk sedini mungkin mengganggu pemain Barca membangun serangan. Saat kehilangan bola mereka langsung memberikan pressing pada pemain Barca. Namun hal ini tidak dibarengi kedisiplinan mereka dalam bertahan.

Pressing ini berdampak pada barisan pertahanan Madrid yang juga harus aktif menekan penyerang Barca yang sedikit turun untuk meminta bola. Pembagian peran sebagai stopper dan cover pun diberikan kepada dua bek tengah Madrid. Untuk mencegah Messi atau Neymar leluasa menerima bola, Ramos atau Pepe akan bergantian menekan sebagai stopper.

Pembagian peran stopper dan cover ini ternyata justru mendatangkan masalah pada awal pertandingan bagi Madrid. Bergeraknya Ramos untuk menekan Neymar, membuat lubang di tengah sedikit terbuka. Hal ini menyebabkan Pepe dan Carvajal sedikit bergeser ke tengah untuk menutup ruang kosong yang ada.

Pergeseran kedua pemain bertahan Real Madrid ini menyebabkan sisi kanan Real Madrid terbuka lebar. Iniesta yang sudah berdiri bebas di posisi tersebut menerima umpan terobosan matang dari Messi dan langsung mengonversikannya menjadi sebuah gol. Gambar berikut menunjukan bagaimana terbukanya ruang di sisi kanan pertahanan Madrid akibat pembagian peran stopper dan cover bek tengah.



Proses terjadinya gol pertama Barcelona

Pembagian tugas stopper dan cover ini masih kerap mendatangkan masalah pada Real Madrid setelah gol pertama terjadi. Kali ini giliran Pepe yang bergerak menekan dan menciptakan ruang di belakang. Messi yang melihat ruang terbuka tersebut langsung berlari dan menerima umpan dari belakang. Sayang kali ini tendangan Messi masih melebar dari gawang Diego Lopez.

Terlihat pada gambar di bawah bagaimana ruang yang terbuka akibat Pepe menekan lawan.



Peluang Barca akibat ruang kosong di pertahanan Madrid

Jika Madrid berhasil mengobrak-abrik pertahanan Barca dengan umpan-umpan silang, Barcelona selalu terlihat berbahaya tiap kali mereka bisa memasuki final third Madrid melalui tengah lapangan. Kendati Barca memulai serangan dari sayap sekali pun, bola nyaris selalu diarahkan ke area di antara DM (Alonso) dan bek tengah (Pepe-Ramos).

Seringkali Messi yang menerima bola di area ini. Messi pula yang menentukan bola lantas akan disodorkan ke mana, entah ke sayap (seperti terjadi pada gol Iniesta) atau thorugh-ball ke dalam kotak penalti untuk ditujukan pada Neymar. Peran Messi ini sangat menentukan secara taktikal. Dalam skema ini, Messi adalah poros serangan yang menentukan.

Agak aneh jika untuk dominasi Barca di sisi ini melulu kesalahan dilimpahkan pada Pepe atau Ramos. Problem di kubu Madrid ada pada pemain tengah mereka yang sering gagal melindungi duet Pepe-Ramos. Alonso sering bertarung sendirian karena (terutama) Modric seringkali terlambat turun membantu Alonso.

El Clasico yang Seperti Biasanya pada Babak Kedua

Sampai akhir pertandingan kedua tim tidak banyak mengubah cara bermain. Sama-sama menginginkan kemenangan kedua kembali bermain terbuka. Madrid masih mengandalkan serangan sayap dan umpan silangnya. Tercatat sepanjang pertandingan 15 crossing dilepaskan oleh Real Madrid.

Pilihan serangan yang memang tidak buruk mengingat Barca tidak cukup tangguh menghadapi bola-bola udara. Hasilnya pun cukup baik, Benzema hampir saja menciptakan quat-trick kalau saja tendangan dan sundulannya setelah menerima crossing dari Di Maria dan Carvajal berhasil berbuah gol. Sedangkan Barcelona masih mengandalkan umpan-umpan pendeknya untuk menembus zonal marking yang dibangun Madrid.

Jalannya pertandingan kemudian mulai menunjukan tipikal pertandingan El Clasico pada umumnya: keputusan kontroversial wasit, tendangan penalti, dan berujung pada kartu merah salah satu pemain. Ramos yang kali ini harus dihukum keluar lapangan akibat menjatuhkan Neymar saat sudah berhadapan satu lawan satu dengan Lopez.

Kekurangan satu pemain membuat Real Madrid harus mengganti Benzema dengan Raphael Varane. Ronaldo menggantikan posisi Benzema di depan yang menyebabkan Di Maria memainkan peran ganda, di sayap saat menyerang dan bergeser ke tengah saat bertahan.

Dalam posisi tertinggal dan kehilangan satu pemain, tak banyak yang bisa dilakukan Madrid. Senjata terakhir Madrid, dan beberapa kali cukup efektif membongkar pertahanan Barca, hanyalah mengandalkan kecepatan Bale membawa bola dari sisi kanan.

Barcelona masih sabar memainkan tiki taka-nya untuk sedikit-demi sedikit membongkar pertahanan Real Madrid. Hasilnya, kesalahana pertahanan yang dilakukan Xabi Alonso membuat wasit kembali menunjuk titik putih. Lionel Messi kembali berhasil memanfaatkan peluang tersebut dan membuat Barcelona unggul 4-3.

Hasil ini kemudian bertahan hingga akhir pertandingan.

Kesimpulan

Pada El Clasico semalam, Barcelona bermain seperti biasanya, yaitu sepakbola tiki taka dengan keberanian memainkan bola di area di depan center back. Sementara Real Madrid merespon dengan membombardir duet Pique-Mascherano dengan umpan-umpan silang yang selalu berbahaya.

Cutting inside yang dilakukan winger Madrid Bale dan Ronaldo dalam skema 4-3-3 terlihat sukses. Pergerakan mereka, dengan atau tanpa bola cukup membuat Benzema leluasa karena bek Barca kehilangan konsentrasi. Di Maria berhasil mengeksploitasi sisi kiri karena Alves juga ikut berkonsentrasi menjaga Ronaldo di tengah.

Sementara problem pertahanan Madrid, antara stopper dan cover, dan minimnya bantuan dari lini tengah untuk melindungi bek tengah secara konsisten bisa dieksploitasi oleh Barcelona. Pekerjaan Barca semakin mudah setelah Ramos menerima kartu merah.

===

akun twitter penulis: @panditfootball

(mrp/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads