Kekalahan 0-1 itu membuat beban Bayern lebih berat karena tidak mencetak gol tandang, dan Madrid sungguh lawan yang sangat kuat. Mereka tak boleh lengah. Sekali saja membiarkan trio "BBC" mengoyak gawang Manuel Neuer, maka peluang mempertahankan gelar juara akan semakin menipis karena Iker Casillas dkk memiliki sistem pertahanan yang baik.
Pep Guardiola punya dorongan pribadi yang lebih. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu memulai era baru di Bayern, setelah Jupp Heynckes pensiun akhir musim lalu. Sejauh ini Bayern telah menjuarai Bundesliga dan masuk final Piala Jerman. Maka satu slot di partai puncak Eropa tentu jadi bukti sahih bahwa ia adalah pelatih nomor satu di dunia musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya Bayern punya catatan baik ketika berhadapan dengan tim-tim Spanyol. Musim lalu mereka menyingkirkan Barcelona dengan agregat skor 7-0 di semifinal.
Akan tetapi, Carlo Ancelotti tentu tahu bagaimana cara mempertahankan keunggulan timnya. Pelatih asal Italia ini telah banyak makan asam garam di kompetisi Eropa dan bahkan telah 3 kali melaju ke final Liga Champions. Ancelotti juga mungkin paham, bahwa ia ditunjuk untuk duduk di kursi pelatih karena rekor di kompetisi Eropanya itu. El Real, memang sangat menginginkan La Decima, atau gelar ke-10, untuk diboyong pulang ke kota Madrid.
Berikut data dan fakta menarik mengenai pertandingan tersebut:




(a2s/din)











































