La Celeste Melawan Kecepatan 'Singa-Singa' Inggris

<I>Preview</I> Uruguay vs Inggris

La Celeste Melawan Kecepatan 'Singa-Singa' Inggris

- Sepakbola
Kamis, 19 Jun 2014 13:30 WIB
La Celeste Melawan Kecepatan Singa-Singa Inggris
Edinson Cavani, Steven Gerrard (REUTERS)
Sao Paulo -

Pertandingan Inggris melawan Uruguay akan menjadi partai hidup mati bagi kedua negara mengingat keduanya sama-sama mengalami kekalahan pada pertandingan pertama. Inggris kalah dari Italia 2-1, sementara Uruguay harus takluk oleh Kostarika 3-1.

Dengan demikian kedua tim mau tidak mau harus meraih angka penuh agar peluang ke babak 16 besar tetap terbuka. Tim yang kalah akan dapat dipastikan gagal lolos, sedangkan jika berakhir imbang pun peluang kedua tim untuk lolos pun sangat kecil.

Kubu Uruguay baru saja mendapatkan angin segar setelah striker andalan mereka, Luis Suarez, sembuh total dari cederanya. Pemain terbaik dan top skorer Liga Inggris musim lalu itu telah menyatakan siap bertanding. Dengan begitu, diperkirakan Suarez akan menggantikan Diego Forlan untuk mendampingi Edinson Cavani di depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Uruguay juga memiliki satu kabar buruk. Bek sayap kanan mereka, Maxi Pereira, tidak bisa tampil setelah terkena kartu merah pada pertandingan pertama. Untuk mengantisipasi masalah ini, Martin Caceres kemungkinan besar akan digeser ke posisi bek kanan sementara Jorge Fucile ditempatkan sebagai bek kiri.

Di kubu Inggris, Roy Hodgson dapat memainkan semua pemain yang dibawanya. Hanya saja, mantan pelatih Fulham ini sepertinya akan melakukan perubahan pada barisan penyerangan. Danny Welbeck, yang menjadi starter saat melawan Italia pada pertandingan pertama, akan duduk dibangku cadangan terlebih dahulu. Perannya akan digantikan oleh Adam Lallana.


[Perkiraan starting XI]

Pekerjaan Rumah Oscar Tabarez

Kekalahan menyakitkan Uruguay dari Kosta rika di laga pertama menyisakan satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sang pelatih, Oscar Tabarez. Permasalahan tersebut adalah bagaimana meracik satu pola penyerangan yang mematikan.

Tabarez masih dihadapkan pada satu persoalan yang sama, yaitu tidak memiliki seorang gelandang yang mampu mengatur permainan di tengah. Tak ayal, lini tengah Uruguay hanya diisi oleh gelandang bertipe petarung yang baik dalam bertahan. Karena itulah Uruguay sulit untuk memainkan ball possession.

Tabarez kemudian memutuskan untuk langsung memainkan bola-bola panjang menuju para penyerang di tengah dan para pemain sayap, sehingga Uruguay terlihat seperti memainkan formasi 4-2-4 saat menyerang.

Namun cara ini terbukti sama sekali tidak ampuh, karena umpan panjang Uruguay terlalu mudah dipatahkan. Saat melawan Kosta Rika, tercatat dari 61 umpan panjang yang dilepaskan para pemain Uruguay sepanjang pertandingan, hanya 31 yang berhasil.

Saat melawan Kosta Rika, umpan-umpan panjang Uruguay gagal akibar mereka kalah dalam hal jumlah pemain di depan. Uruguay memang sudah menempatkan 4 pemain di depan, namun Kosta Rika sudah mengantisipasinya dengan menempatkan 5 pemain bertahan.

Inggris memang tidak memainkan formasi yang sama dengan Kosta Rika. The Three Lions diperkirakan akan tetap memainkan 4 pemain bertahan dalam formasi 4-2-3-1. Namun, Uruguay tetap harus mencari variasi serangannya agar tidak monoton.

Duet Suarez-Cavani

Pada pertandingan ini Uruguay akhirnya dapat memainkan duet striker terbaik mereka, Suarez dan Cavani. Banyak kalangan berpendapat bahwa duet ini adalah duet striker terbaik yang ada di Piala Dunia 2014. Bagaimana tidak, baik Suarez maupun Cavani adalah penyerang-penyerang yang ditakuti di Eropa saat ini.

Absennya Suarez di laga pertama dianggap menjadi salah satu penyebab kekalahan Uruguay. Pada laga itu, Lugano dkk hanya melepaskan 9 kali tendangan ke gawang dengan hanya 3 yang on target. Dari kesembilan percobaan hanya 2 yang dilakukan di area tengah kotak penalti dan salah satunya adalah tendangan penalti Cavani.

Hadirnya Suarez diharapkan dapat meningkatkan terciptanya peluang bagi Uruguay. Sebagai catatan, Suarez berhasil menciptakan 87 kali peluang menciptakan gol selama membela Liverpool di musim 2013/2014.

Berbeda dengan Forlan, Suarez adalah tipikal striker yang aktif bergerak untuk mencari ruang. Bahkan, mantan penyerang Ajax ini juga bisa turun ke dalam dan menjadi solusi permasalahan lini tengah Uruguay. Suarez juga memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa untuk mengobrak-abrik pertahanan Inggris. Hal ini telah ditunjukan olehnya saat berhasil mencatatkan 2,8 dribble per pertandingan musim lalu bersama Liverpool.

Dengan hadirnya Suarez, Cavani yang lebih ditugaskan sebagai targetman di depan diharapkan dapat lebih mendapatkan kesempatan matang untuk mencetak gol.

Kurangi Umpan Silang Inggris

Pada pertandingan pertama melawan Italia, Inggris mencatatkan jumlah umpan silang mencapai 25 kali. Dari seluruh crossing tersebut, hanya 1 yang berhasil sampai ke pemain Inggris lainnya. Hal ini menunjukan bagaimana tidak efektifnya serangan yang dilakukan Inggris melalui umpan silang.

Pada pertandingan melawan Uruguay nanti, sebaiknya Inggris mengurangi umpan silang sebagai pilihan melakukan serangan. Roy Hodgson juga seharusnya melihat kelebihan yang dimiliki para penyerang Inggris dibandingkan barisan pertahanan yang dimiliki Uruguay.

Inggris memiliki pemain-pemain cepat yang memiliki kemampuan menggiring bola sangat baik. Sedangkan Uruguay memiliki satu kelemahan besar di barisan pertahanan, yaitu kedua bek tengah yang lambat. Maka dari itu, permainan bola-bola bawah yang mengandalkan kecepatan seharusnya akan lebih menguntungkan bagi Inggris.

Ditambah lagi Inggris juga memiliki gelandang yang memiliki kemampuan memainkan bola sangat baik di tengah. Terdapat Jordan Henderson yang dapat dijadikan box to box midfielder untuk mendatangkan bantuan dari tengah bagi Inggris. Sementara Steven Gerrard mampu mengirimkan umpan-umpan akurat dari belakang.

Terlihat saat melawan Kosta Rika, lapangan tengah Uruguay menjadi area yang sangat rawan untuk dieksploitasi lawan. Joel Campbell telah menunjukan bagaimana dia bisa memanfaatkan ruang terbuka antara gelandang dan barisan pertahanan Uruguay. Inggris juga tentu memiliki banyak pemain yang melakukan hal yang serupa dengan Joel Campbell.

Prediksi

Baik Inggris maupun Uruguay belum menemukan bentuk permainan terbaiknya terutama dalam sektor menyerang. Inggris masih terlampau mengandalkan umpan silang, sementara Uruguay tak mampu menyuplai bola pada para penyerang.

Satu solusi yang bisa digunakan oleh Inggris adalah menggunakan pemain-pemain cepat untuk memanfaatkan kelambanan duet bek tengah. Sementara di sisi lain, Uruguay akan berharap pada momen-momen brilian Luis Suarez. Namun, tentu ini rencana yang berbahaya, karena Suarez baru sembuh dari cedera, dan mungkin saja belum nyetel dengan atmosfer pertandingan.

Melihat Inggris memang memiliki amunisi untuk mengeksploitasi kelemahan Uruguay, maka malam nanti tampaknya merekalah yang akan menggondol tiga poin. Tapi itu hanya bisa terjadi jika sang pelatih memang memasang formasi dan gaya bermain yang cocok untuk menundukkan Uruguay. Jika tidak, bersiap-siaplah menghadapi momen-momen ajaib dari Luis Suarez!


====

* Pandit Football Indonesia Mengkhususkan pada analisis sepakbola, baik Indonesia maupun dunia, meliputi analisis pertandingan, taktik dan strategi, statistik dan liga. Keragaman latar belakang dan disiplin ilmu para analis memungkinkan PFI untuk juga mengamati aspek kultur, sosial, ekonomi dan politik dari sepakbola. Twitter: @panditfootball Facebook: panditfootballΒ Website: www.panditfootball.com.

(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads