Chile Memaksa Brasil Lakukan Umpan Lambung

Babak 16 Besar Brasil 1-1 Chile (3-2)

Chile Memaksa Brasil Lakukan Umpan Lambung

- Sepakbola
Minggu, 29 Jun 2014 17:24 WIB
Chile Memaksa Brasil Lakukan Umpan Lambung
Getty Images/Chris Brunskill
Jakarta -

Setelah nyaris tersingkir di menit-menit akhir perpanjangan waktu oleh tendangan Mauricio Pinilla, Brasil mengirim pulang Chile dari Piala Dunia lewat adu tendangan penalti.

Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, sang bintang yang masih berusia 22 tahun, Neymar, sukses mengambil tendangan penalti kelima sekaligus menentukan kemenangan A Selecao. Skor akhir 4-3 (1-1) yang membuat para fans fanatik Brasil menarik nafas lega.

Lega karena sepanjang 120 menit Chile mampu menandingi Neymar dkk. di semua lini. Meski sempat tertinggal lebih dulu oleh gol David Luiz pada menit ke-18, Chile mampu menyamakan kedudukan lewat Alexis Sanchez pada menit ke-32. Selama 120 menit, Chile pun sangat merepotkan anak-anak asuh Luis Felipe Scolari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang pertandingan, kedua tim tidak terlihat memeragakan umpan-umpan pendek. Brasil melakukan serangan secara sporadis lewat umpan-umpan lambung, sedangkan permainan Chile terhambat karena lini serang mereka sering terlambat mengambil keputusan.

Chile sendiri bermain dengan tempo cepat untuk mengimbangi lini serang Brasil. Mereka terus menerus menekan pemain Brasil yang memegang bola. Hasilnya, Brasil sulit untuk mengembangkan permainan.

Kedua sisi Brasil pun tak bisa berbuat banyak. Tiga pemain Chile selalu membayangi di sektor tersebut. Sementara di lini tengah, Brasil tak memiliki pemain dengan kualitas mumpuni sebagai pengatur serangan.

Kedua tim bermain seadanya. Stamina yang terkuras membuat para pemain terlalu lemas dalam membangun serangan. Pertandingan pun harus diakhiri lewat adu penalti.

[grafis hasil pertandingan]

Menggunakan Dua Penyerang

Luis Felipe Scolari dengan cerdik menempatkan Neymar berduet dengan Fred di lini serang. Hulk digeser ke kiri, sementara Oscar ditempatkan di kanan. Dua gelandang tengah diisi Luiz Gustavo dan Fernandinho.

Big Phill terlihat begitu bernafsu untuk mengeksploitasi tiga bek yang menjaga lini pertahanan Chile. Terlebih, tidak ada penjagaan khusus bagi striker mereka, Fred. Pergerakan Neymar yang bergerak melebar diharapkan mampu menarik bek Chile untuk mengejarnya dan memberi ruang bagi Fred untuk menerima bola.

Sekilas, strategi ini terlihat berhasil. Tiga bek Chile tidak memiliki komunikasi yang baik. Ketiganya bermain renggang dan membiarkan Neymar serta Fred berada pada posisi yang bebas.

Tapi, Neymar tidak mendapat suplai bola yang cukup. Beberapa kali ia mesti turun untuk menjemput bola. Hal ini jelas membuyarkan strategi Scolari yang menggunakan dua striker untuk mengacaukan konsentrasi tiga bek Chile tersebut.

Dampaknya, ketika Neymar turun untuk meminta bola, gelandang yang menyisir sayap kanan Chile, Isla, sudah siap di posisinya untuk menghadang pergerakan Neymar. Ini yang membuat serangan Brasil kerap kandas sebelum menyentuh kotak penalti Chile.



[Posisi Neymar, Hulk dan Fred saat Pertandingan]

Masalah di Lini Pertahanan Chile

Di babak pertama, Chile sebenarnya kesulitan untuk membendung serangan Brasil. Neymar, Hulk, dan Luiz Gustavo bisa dengan bebas menerobos hingga masuk ke dalam kotak penalti. Salah satunya adalah karena skema tiga bek yang digunakan Jorge Sampaoli.

Berbeda dengan Meksiko yang menurunkan lima pemain sekaligus di lini pertahanan, Chile menempatkan tiga bek saja. Dua gelandang yang menyisir sayap, Mauricio Isla dan Eugnio Mena, tidak diberi kewajiban untuk bertahan, terutama di babak pertama.

Ketiga bek tengah pun tidak diberikan tugas untuk me-man marking penyerang lawan, tapi untuk bermain rapat di dalam kotak penalti menjaga pertahanan.

Tugas man marking diberikan pada gelandang yang berdiri di depan bek mereka. Hal ini yang membuat ketiga penyerang Brasil melakukan solo run tanpa mampu ditahan lini pertahanan Chile. Pertama, Neymar melewati Isla, lalu tak perlu menunggu lama bagi Neymar untuk melewati Silva.



[Hulk yang mampu menerobos lini tengah Chile tanpa pengawalan dari Isla]

Malang bagi Brasil, para pemain tim 'Samba' seperti kehilangan keberuntungan untuk mengonversi solo run tersebut menjadi gol.

Masalah lini pertahanan ini merembet ke masalah lain, yaitu mengalirkan serangan dari bawah. Ketika satu bek yang memegang bola ditekan oleh pemain Brasil, ia kesulitan untuk mengumpan karena jarak rekan-rekannya yang terlalu jauh.

Maka, tidak heran jika tiga bek Chile ini lebih sering melakukan clereance ketimbang membangun serangan dari bawah. Total, Chile melakukan 44 clearance di pertandingan semalam.

Pun ketika melakukan umpan panjang ke area pertahanan Brasil. Dari 82 umpan, hanya 38 yang berhasil. Ini memperlihatkan betapa tergesa-gesanya bek Chile dalam memberikan umpan panjang.



[Long Pass Chile]


Rapatnya Pertahanan Brasil

Kondisi ini berbeda dengan Brasil. Terlihat jelas bagaimana Chile kesulitan untuk masuk ke area kotak penalti lawannya.

Lini pertahanan yang digalang Dani Alves, Thiago Silva, Luiz, dan Marcelo, bermain disiplin dengan tidak membiarkan para pemain Chile untuk membuat peluang. Bahkan, dari 18 umpan silang yang dilakukan Chile, tidak ada satu pun yang menemui sasaran.



[grafis umpan silang Chile]

Lini serang Chile yang dihuni Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, dan Arturo Vidal, selalu kesulitan untuk menembus ketatnya lini pertahanan Brasil. Gol Chile pun lebih karena kesalahan Hulk yang tidak akurat dalam mengumpan bola.

Padahal, ketika menyerang, Brasil hanya menyisakan Silva di lini pertahanan. Sisanya, ikut membantu serangan, terutama Luiz.

Peran unik diemban Luiz. Jika ia menyerang ke kiri, maka Marcelo akan bergerak lebih ke tengah, sebaliknya, jika ke kanan, maka Alves yang bermain lebih ke tengah.

Ini sebagai upaya antisipasi jika sewaktu-waktu Chile melakukan serangan balik, setidaknya masih ada dua orang yang dekat dengan garis pertahanan Brasil.

Oscar yang Kurang Bersinar

Tanpa diduga, Hulk bermain apik di sisi kiri pada babak pertama. Kerjasamanya dengan Marcelo cukup merepotkan pertahanan Chile. Hulk pula yang menjadi aktor dari gol Brasil. Umpannya berhasil dimaksimalkan Luiz untuk mencetak gol.

Tapi, penampilan apik ini tidak diimbangi oleh pergerakan Oscar di sisi kanan. Meski sempat memberikan peluang emas bagi Neymar, Oscar kalah bersinar jika dibandingkan dengan Hulk.

Hulk mendapat keuntungan karena Marcelo kerap membantu serangan Brasil. Ini yang tidak didapatkan Oscar di sisi kanan. Alves selalu terlambat untuk mendekat kepadanya. Ketika Oscar menerima bola, ia kebingungan akan memberi bola pada siapa.

Ketika memegang bola, Oscar pun selalu dikepung oleh dua hingga tiga pemain Chile. Keadaan menjadi serba sulit ketika dua gelandang Brasil lainnya tidak ikut membantu dan malah menunggu di area tengah.

Jika mengumpan ke tengah, besar kemungkinan bola akan terebut dan Chile akan dengan mudah melakukan serangan balik. Akhirnya, Oscar lebih memilih untuk unjuk kemampuan dribbling-nya. Dibandingkan ketika menghadapi Kroasia dan Kamerun, penampilan Oscar malam tadi memang tidak terlalu menonjol.

Dilema memang untuk Alves. Di sisi kiri, saat Hulk dan Marcelo melakukan serangan, Luis Gustavo bersiap untuk menjaga ruang yang ditinggalkan Marcelo. Tapi, Alves tidak mendapatkan keistimewaan tersebut dari Fernandinho.

Pasalnya Fernandinho beroperasi sebagai jembatan antara lini belakang dan lini depan. Ia tidak seperti Gustavo yang bermain melebar dan dapat menutup pos Marcelo. Akibatnya, Alves lebih memilih untuk fokus bertahan ketimbang terus-terusan menyokong Oscar.

Memaksa Brasil Lakukan Umpan Lambung

Sampaoli memperbaiki kelemahan Chile di babak kedua. Mereka membuat Brasil terlihat sebagai tim yang inferior, yang tidak berani mengontrol bola dari kaki ke kaki lewat umpan-umpan pendek.
Β 
Brasil sendiri lebih sering memulai serangannya lewat sayap, dan jarang lewat tengah. Ini karena mereka tidak memiliki gelandang yang mampu mengatur jalannya pertandingan.

Sampaoli nampaknya sadar akan kecenderungan serangan Brasil ini. Di babak kedua, ia lalu menginstruksikan satu bek tengah untuk melakukan pressing terhadap pemain Brasil terdekat yang membawa bola. Posisinya akan secara otomatis digantikan oleh gelandang Chile.



[grafis tekel Chile]

Selain itu, pada menit ke-57 Sampaoli pun menarik Eduardo Vargas dan menggantinya dengan seorang gelandang bertahan, Felipe Gutierrez, untuk memperkuat lini tengah.

Berkali-kali strategi ini berhasil. Neymar seolah kebingungan melewati ketatnya pertahanan Chile. Pun dengan Fernandinho yang umpannya kerap dipotong pemain belakang Chile.

Ketika bertahan, Chile hanya menyisakan dua bek untuk memantau pergerakan Fred di depan gawang. Sisanya berdiri rapi di area kotak penalti untuk membendung serangan Brasil. Chile bahkan hanya menyisakan Vargas yang berdiri sendirian di depan.

Ini yang membuat Brasil kesulitan menembus lini pertahanan Chile. Jika Brasil memulai serangan lewat poros Hulk-Marcelo di kiri, mereka kemudian akan memindahkan aliran bola ke kanan, ke arah Oscar.

Di sini, strategi tersebut bekerja. Umpan lambung pada Oscar sebenarnya telah direncanakan dengan matang. Tahu Alves tak akan membantu serangan, dua pemain Chile sudah mengepung Oscar yang tengah menguasai bola di sisi lapangan. Dari sini serangan Chile dimulai.

Jika mentok di lini belakang Brasil, bola pun tidak dengan cepat mengalir ke Neymar atau Fred. Brasil terlihat kesulitan membangun serangan balik lewat umpan-umpan pendek.

Para pemain Chile sudah memenuhi lapangan tengah oleh empat gelandang plus satu bek. Berbeda dengan Brasil yang hanya menempatkan Gustavo dan Fernandinho di lini tengah.

Kalah jumlah pemain di lini tengah, membuat Brasil seolah tak memiliki pilihan lain selain memberi umpan jauh pada Neymar ataupun Fred di depan (lihat grafis di bawah).



[Grafis Umpan Brasil di Babak 1 dan 2]

Tapi serangan seperti ini tidak efektif. Fred maupun Neymar bukan tipe pemain yang kuat dalam duel bola udara. Sedangkan lini belakang Chile diisi oleh Francisco Silva, Gary Medel, dan Gonzalo Jara yang dikenal kuat dalam perebutan bola-bola atas.

Hingga babak kedua berakhir, Brasil tidak bisa keluar dari permasalahan ini, meski telah mengganti Fred dengan Jo.

Sementara itu, Chile mencoba peruntungan dengan memasukkan seorang ujung tombak yaitu Mauricio Pinilla. Skema yang dilakukan Chile berubah dengan menempatkan Marcelo Diaz dan Sanchez untuk memenuhi sayap kanan, atau menyerang area yang dikawal oleh Marcelo, dengan Sanchez diberi tugas untuk menyuplai bola pada Pinilla.

Ketiga pemain ini pun nampaknya diinstruksikan untuk melakukan tendangan jarak jauh begitu mendapatkan ruang. Tercatat, pada babak perpanjangan waktu ketiga pemain ini mencatatkan empat attempts dari luar kotak penalti.

Salah satu attempts paling akhir, dari Pinilla yang disuplai Sanchez, sempat mengejutkan semua orang karena mengenai mistar gawang.

Kesimpulan

Tidak ada yang bisa dilakukan Neymar dan kolega selain menyerang lewat sayap. Padahal sisi ini sudah ditutup oleh para pemain Chile yang melakukan pressing ketat.

Brasil tak memiliki gelandang yang mumpuni untuk mengatur serangan. Ini menjawab mengapa Brasil tidak pernah memainkan bola di lini tengah.
Selecao lebih banyak memberikan umpan jauh kepada lini serang mereka.

Strategi seperti ini juga sebenarnya hanya membuang tenaga. Fred dan Neymar bukanlah tipe pemain yang bisa berduel dengan bek lawan. Terlebih, mereka harus menghadapi tiga bek Chile yang dikenal kuat dalam duel bola udara.

Jika adu penalti adalah cara terbaik untuk mengakhiri hasil imbang, maka Brasil pantas mensyukurinya. Karena jika pertandingan dilanjutkan hingga 200 menit pun, akan sulit bagi Brasil dengan cara bermain seperti itu, untuk dapat mencetak gol.


====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.


(cas/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads