Liga Primer Inggris dibuka dengan pertandingan Community Shield yang mempertemukan juara Liga Inggris dengan juara Piala FA musim lalu. Manchester City sebagai juara Liga Inggris bertanding dengan Arsenal sebagai juara Piala FA musim lalu.
Arsenal harus bertanding tanpa kehadiran para pemain Jerman yang masih mendapatkan jatah libur setelah Piala Dunia. Para pemain Jerman yang ikut membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2014 diberikan waktu lebih untuk berlibur ketimbang para pemain lainnya. Dengan begitu, Arsene Wenger tak bisa memainkan Mesut Oezil, Per Mertesacker, dan Lukas Podolski.
Namun, Arsenal sudah bisa memainkan rekrutan baru mereka, Alexis Sanchez. Sanchez langsung dimainkan sebagai gelandang serang yang berada di belakang penyerang tunggal. Selain Sanchez, Wenger juga memainkan satu pemain baru lagi yaitu Callum Chambers. Bek muda yang sebelumnya membela Southampton ini dipercaya menjaga lini pertahanan Arsenal bersama Laurent Koscielny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan, City memainkan Edin Dzeko sebagai penyerang tunggal dengan Samir Nasri, Stevan Jovetic, dan Jesus Navas menopang dari belakang. Sedangkan satu lagi pemain baru City yang didatangkan dari FC Porto, Fernando, mengisi posisi gelandang di tengah mendampingi Yaya Toure.

Starting XI kedua tim, Arsenal (kiri) dan Manchester City (kanan). Sumber: whoschored.com
City Dikepung pada Awal Laga
Di awal babak pertama, Manchester City menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 dengan menempatkan Fernando dan Yaya Toure sebagai poros ganda. Jovetic diperintahkan bermain di belakang Edin Dzeko, sedangkan Nasri dan Navas sebagai sayap kiri dan kanan.
Menjadi menarik ketika Arsenal justru sangat menguasai pertandingan di awal pertandingan. Penguasan bola jauh hingga menit ke 25 dipegang Arsenal dengan 60% berbanding 40%. Bahkan di sepanjang babak pertama Manchester City sama sekali tidak bisa melakukan tendangan ke arah gawang. City hanya melepaskan 3 tendangan dengan 2 kali di blok pertahanan Arsenal dan 1 kali melenceng.
Hal ini terjadi karena terlalu jauhnya jarak antara pemain tengah dengan pemain depan City. Ketika akan melakukan serangan balasan, Toure maupun Fernando kesulitan melepaskan umpan ke depan karena posisi pemain di depan terlalu jauh dan sudah ditutup barisan gelandang Arsenal. Stevan Jovetic yang seharusnya menjadi penghubung gelandang di tengah dengan Edin Dzeko justru bermain terlalu ke depan. Jovetic justru terlihat seperti berduet dengan Dzeko sebagai penyerang di depan.
Arsenal sendiri memainkan formasi 4-5-1 dengan kelima gelandang mereka berdiri rapat di tengah. Hanya Arteta yang bermain lebih ke belakang sebagai gelandang bertahan, sedangkan keempat gelandang lainnya menjadi tembok pertama yang langsung menutup jalur operan Manchester City ke depan.
Hal ini membuat Yaya Toure dan Fernando semakin sulit mengalirkan bola. Mereka akan langsung berhadapan dengan 4 gelandang Arsenal ketika menguasai bola. Beberapa kali Manchester City yang baru saja merebut bola dari Arsenal harus kembali kehilangan bola akibat operan ke depan Yaya Toure maupun Fernando berhasil dipotong barisan gelandang Arsenal. Hasilnya, Manchester City yang terus dikepung di daerah pertahanannya sendiri akhirnya kebobolan di menit ke 21 melalui tendangan Santi Cazorla.
Memaksa Menyerang dengan Menaikkan Garis Pertahanan
Tidak mau dipermalukan, Manchester City mencari cara untuk menyerang. Manuel Pellegrini kemudian memerintahkan anak asuhnya untuk lebih menaikan garis pertahanan. Naiknya garis pertahanan City secara otomatis mereka juga memaksa para gelandang Arsenal untuk berdiri lebih ke belakang. Dengan begitu, jarak antara Yaya Toure dan para penyerang City pun menjadi lebih dekat dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, Pellegrini juga menggeser Samir Nasri untuk lebih ke tengah mendampingi Yaya Toure dan Fernando. Ini dilakukan untuk menambah jumlah pemain City di tengah sehingga tidak terlalu kalah jumlah dengan lima gelandang Arsenal yang menumpuk di tengah. Bergesernya Samir Nasri ini membuat Stevan Jovetic harus bergeser ke sisi kiri mengisi posisi yang ditinggalkan Nasri.
Perubahan ini cukup membuahkan hasil. City mulai bisa memainkan bola di daerah pertahanan Arsenal. Penguasaan bola pun mulai bergeser dari yang sebelumnya didominasi Arsenal menjadi lebih di dominasi oleh Manchester City. Tercatat pada akhir babak pertama, penguasaan bola menjadi 50-50 bagi kedua tim.
Namun sayangnya, Pellegrini luput terhadap satu lubang yang tercipta akibat perubahan permainan yang dia lakukan barusan. Ketika Jovetic bergeser ke sayap kiri, Jovetic adalah tipe pemain yang senang menusuk ke tengah dan meninggalkan posnya di sayap kiri. Hal ini berbeda dengan Samir Nasri yang bermain di posisi ini sebelumnya. Nasri lebih senang untuk ikut mengatur permainan dari tengah sehingga jarang masuk ke kotak penalti.
Seringnya Jovetic masuk ke kotak penalti membuat bek kiri Manchester City, Aleksandar Kolarov, harus rajin melakukan overlap mengisi posisi yang ditinggalkan Jovetic. Sering naiknya bek asal Serbia ini membuat sisi kiri pertahanan Manchester City sering menyisakan lubang.
Hal ini tidak disia-siakan Arsenal. Alexis Sanchez selalu berdiri lebar di sisi kiri pertahanan City untuk memulai serangan balasan dari lubang yang tercipta tersebut. Hasilnya, petaka bagi City benar-benar terjadi di penghujung babak pertama. Melalui satu serangan balik, Alexis Sanches menerobos melalui sisi kiri pertahanan City yang telah ditinggalkan Kolarov. Satu Umpan silang kepada Sanogo di tengah berlanjut pada umpan Sanogo ke Aaron Ramsey yang berbuah gol kedua bagi Arsenal.
Arsenal Menurunkan Pertahanan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua Pellegrini melakukan pergantian pemain dengan memasukan David Silva menggantikan Samir Nasri. Dengan masuknya David Silva, Pellegrini benar-benar ingin mencoba merebut penguasaan lini tengah yang pada babak pertama dikuasai oleh Arsenal. Namun usaha City mencoba menyamakan kedudukan sangat sulit tercapai karena Arsenal sudah mulai menurunkan garis pertahanannya. Arsenal yang sudah unggul 2 gol bermain lebih aman dengan lebih rapat menutup pertahanannya.
Manchester City semakin memegang kendali pertandingan pada babak kedua ini. Masuknya David Silva membuat Yaya Toure mendapat bantuan untuk mengatur serangan dari tengah. Jesus Navas yang pada babak pertama seperti kurang dimaksimalkan menjadi lebih banyak terlihat perannya. Kemampuan pemain sayap asal Spanyol dengan umpan silangnya ini mulai terlihat pada babak kedua ini.
Namun sayang City masih belum bisa mencuri gol dari Arsenal. Penyelesaian akhir yang buruk menjadi penyebab City masih belum bisa mencuri angka. Dari 8 tendangan yang dilepaskan City di sepanjang babak kedua, hanya satu yang berhasil mengarah ke gawang Arsenal.
Sebaliknya, Arsenal yang justru kembali bisa memperbesar keunggulan. Kali ini melalui satu tendangan spektakuler penyerang mereka, Oliver Giroud. Tendangan jarak jauh pemain asal Prancis ini sama sekali tidak tebendung Willy Cabalero. 3-0.
Kesimpulan
Arsenal kembali menunjukan kualitasnya pada awal musim ini dengan membungkan sang juara bertahan. Wenger seperti memberikan pesan kepada para pesaingnya tentang seberapa siap pasukannya dalam menghadapi musim baru ini.
Lini tengah terlihat menjadi sektor yang sangat menakutkan bagi lawan-lawan Arsenal jika kita lihat dari apa yang terjadi di Wembley tadi malam. Barisan gelandang kelas dunia yang dimiliki Manchester City sampai sulit untuk menguasai jalannya pertandingan ketika dihadang barisan gelandang Arsenal.
Bagi pihak Manchester City pertandingan ini juga sebagai peringatan untuk bisa segera siap menghadapi musim baru. Meski masih belum diperkuat beberapa pemain pilarnya, namun pada pertandingan ini City terlihat seperti belum siap untuk menghadapi musim depan. Koordinasi antar lini mereka masih sangat berantakan membuat sulitnya operan para pemain City terhubung satu sama lain.
City tentu ingin mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada musim lalu. Oleh karena itu Pellegrini harus segera memperbaiki hal ini agar bisa langsung tancap gas sejak awal musim. Beberapa pekerjaan rumah yang didapatnya dari performa kurang meyakinkan City pada pertandingan pre season dan laga community shield ini harus bisa diselesaikan dalam satu minggu ini.
====
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini
(roz/a2s)











































