Dortmund Manfaatkan Pola Permainan Bayern yang Belum Sempurna

Piala Super Jerman: Bayern 0-2 Dortmund

Dortmund Manfaatkan Pola Permainan Bayern yang Belum Sempurna

- Sepakbola
Kamis, 14 Agu 2014 17:38 WIB
Dortmund Manfaatkan Pola Permainan Bayern yang Belum Sempurna
Getty Images
Jakarta - Bayern Munich dan Borussia Dortmund kembali bertemu di Piala Super Jerman 2014. Pertandingan ini adalah pertemuan ketiga berturut-turut kedua tim pada Piala Super Jerman. Musim lalu Bayern berhasil menjaurai Bundesliga dan DFB Pokal. Maka kali ini Dortmund hanya datang sebagai runner-up DFB Pokal.

Kedua tim sama-sama tidak bisa memainkan seluruh pemain terbaik yang mereka punya. Setelah tim nasional Jerman berhasil menjuarai Piala Dunia 2014, banyak pemain Jerman yang belum kembali fit. Maka dari itu beberapa pemain Jerman maupun Dortmund pun masih harus diistirahatkan pada pertandingan kali ini.

Dari pihak Bayern, mereka tidak bisa memainkan sang kapten, Phillip Lahm, serta pahlawan Jerman pada babak final Piala Dunia 2014, Mario Gotze, sejak awal pertandingan. Selain itu beberapa pilar Bayern lainnya pun tidak bisa masuk ke skuad Piala Super ini akibat tidak dalam kondisi fit. Beberapa pemain tersebut diantaranya adalah Bastian Scheinsteiger, Arjen Robben, Franck Ribery, dan Thiago Alcantara.
Β 
Dengan begitu, Bayern harus memainkan pemain-pemain muda mereka. Sebastian Rode yang mengisi posisi gelandang di tengah didampingi oleh gelandang berusia 17 tahun, Gianluca Gaudino. Sedangkan di posisi fullback kiri, Pep Guardiola mempercayakan pada pemain berusia 19 tahun Pierre-Emile Hojbjerg. Sedangkan di kanan, pemain yang baru didatangkan dari Valencia, Juan Bernat, langsung dipercayakan menempati posisi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan dari kubu Dortmund, Jurgen Klopp tidak bisa memainkan 4 pemain andalannya. Ilkay Gundogan dan Nuri Sahin masih bermasalah dengan cedera mereka, sedangkan Marco Reus dan Mats Hummels masih belum dalam kondisi fit 100%. Klopp kali ini memainkan formasi 4-3-1-2 dengan memasang Immobile dan Aubameyang sebagai 2 striker di depan.



Starting XI Dortmund (kiri) dan Bayern Munich (kanan). Sumber: whoscored.con

Dortmund Mendominasi Lini Tengah

Bayern yang selama laga pra musim mereka belum meraih hasil yang memuaskan tetap menggunakan formasi 3-4-3 yang sedang digalang sang arsitek, Pep Guardiola. Pep yang memang sudah berencana untuk memainkan pola permainan ini pada musim depan kembali mencobanya pada pertandingan kali ini. Namun ternyata, pola permainan yang ditunjukan Bayern pada pertandingan kali ini belum sejalan dengan rencana Pep pada pola barunya.

Pep pernah mengatakan bahwa dia akan mulai meninggalkan penguasaan bola dan lebih memainkan sepakbola langsung dengan serangan balik. Karena itulah dia menempatkan 3 penyerangnya di depan yang selalu siap melakukan serangan balik setelah bola dikuasai. Namun nyatanya, Bayern justru kembali memainkan ball possession pada pertandingan kali ini.

Jurgen Klopp yang melihat sistem permainan yang belum sempurna dari Bayern ini langsung memanfaatkan keadaan. Dengan formasi 4-3-1-2 , Klopp mendorong dua penyerangnya serta seorang gelandang serangnya untuk memberikan tekanan kepada ketiga bek tengah Bayern. Akibat tekanan ini, ketiga bek tengah Bayern harus terdorong jauh ke belakang hingga mendekati gawang mereka sendiri.



Pressing tiga pemain depan Dortmund yang mendorong tiga bek Bayern jauh ke belakang

Selain itu, Klopp juga menempatkan tiga gelandang ditengah. Ketiga gelandang ini membuat 2 gelandang Bayern sama sekali tidak bisa menjalankan tugasnya.Bayern kalah jumlah di lini tengah, membuat ketiga bek tengah mereka sama sekali tidak bisa mengalirkan bola kepada galandang. Ditambah lagi gelandang yang mereka mainkan adalah pemain yang kurang pengalaman sehingga sangat kesulitan untuk melepaskan diri dari tekanan pemain Dortmund.

Kondisi ini semakin diperburuk akibat posisi ketiga striker Bayern yang selalu berada jauh di depan. Ketiga pemain ini selalu berada di depan akibat instruksi Pep yang ingin Bayern langsung melancarkan serangan balik cepat. Ketiga penyerang di depan, berjarak terlalu jauh dengan barisan pertahanan yang terdorong jauh ke belakang akibat tekanan pemain Dortmund. Aliran bola Bayern akan selalu menemui jalan buntuk ketika mulai masuk ke lapangan tengah.

Bayern memang memegang penguasaan bola, tercatat mereka memiliki positioning hingga mencapai 61%. Namun akibat tekanan yang diberikan para pemain Dortmund ini, banyaknya penguasaan Bayern ini hanya terjadi di daerah mereka sendiri.

Bayern akhirnya terpaksa melepaskan bola panjang untuk langsung mengirimkan bola ke barisan penyerang mereka. Tercatat, sepanjang pertandingan Bayern melepaskan 80 kali bola lambung. Namun lagi-lagi, jarak yang sudah terpisah jauh antara barisan pertahanan dan penyerang serta tekanan para pemain depan Dortmund membuat para pemain bertahan Bayern pun tidak bisa dengan leluasa mengirimkan umpan panjang. Hal ini membuat akurasi umpan panjang berkurang dan memudahkan barisan pertahanan Dortmund untuk mengantisipasinya.

Akhirnya, tingkat penguasaan bola Bayern yang tinggi sama sekali tidak sejalan dengan jumlah peluang mencetak gol. Tercatat di sepanjang babak pertama Bayern hanya sekali melepaskan tendangan ke gawang Dortmund. Sebaliknya, Dortmund yang tidak banyak menguasai bola justru banyak menciptakan peluang mencetak gol. Pada babak pertama saja mereka sudah melepaskan 6 tendangan ke arah gawang Bayern.

Tidak hanya saat bertahan, dominasi lini tengah Dortmund juga terjadi saat mereka menyerang. Dua gelandang Bayern juga sangat kesulitan ketika merima gempuran Tiga gelandang Dortmund di tengah. Sedangkan di belakang, ketiga bek Bayern juga kewalahan menghadapi pergerakan tiga pemain Dortmund di depan.

Hal inilah yang terjadi pada gol pertama Dortmund. Henrikh Mkhitaryan langsung dalam kondisi bebas setelah berhasil menembus hadangan gelandang Bayern. Dia berdiri dalam kondisi bebas di area kotak penalti Bayern akibat ketiga bek Munchen sibuk menjaga ketiga pemain Dortmund di depan. Dengan begitu mudah saja bagi Mkhitaryan untuk bisa melepaskan tendangan keras ke gawang Neuer.



Posisi Mkhitaryan yang bebas sebelum mencetak gol pertama

Penambahan Jumlah Pemain di Lini Tengah

Melihat rencananya tidak berjalan dengan baik, Pep mulai melakukan perubahan dengan menambahkan pemain di lini tengah. Pada awalnya, Pep menarik mundur Xherdan Shaqiri yang sebelumnya berada di trio penyerang menjadi lebih munduru mendekati kedua gelandang. Bayern kini memainkan formasi 3-4-1-2 dengan menempatkan Shaqiri sebagai gelandang serang di depan kedua gelandang.

Kondisi ini memang membuat kondisi Bayern menjadi lebih baik. Terutama dalam masalah pertahanan mereka yang sebelumnya kesulitan menghadapi gempuran lini tengah Dortmund. Shaqiri yang juga sering ikut turun membantu pertahanan membuat serangan Dortmund bisa lebih diredam.

Memasuki babak kedua, Pep semakin memperkuat lini tengahnya. Kali ini Pep memasukan Philipp Lahm menggantikan Thomas Muller, serta memasukan Mario Gotze menggantikan Pierre-Emile Hoijbjerg di menit ke-59. Lahm ditempatkan sebagai gelandang bertahan dan menggeser Sebastian Rode ke posisi fullback kiri. Sedangkan Gotze ditempatkan sebagai gelandang serang bersama Shaqiri.

Dengan kondisi ini Dortmund tidak lagi unggul jumlah pemain di lini tengah. Klopp kemudian menurunkan tekanan yang dilakukan Tiga pemainnya di depan untuk lebih membantu lini tengah mereka. Hal ini memang membuat Bayern mulai bisa mengalirkan bola untuk membangun serangan.

Namun, hal ini tetap tidak bisa membuat Bayern bisa menembus pertahanan Dortmund. Klopp tidak lagi memerintahkan para pemainnya untuk menekan ke depan dan lebih memberi instruksi untuk meredam serangan dari lini tengah Bayern. Ketiga gelandang menutup pergerakan gelandang serang Bayern sedangkan satu gelandang serang Dortmund bertugas untuk menjaga pergerakan Philipp Lahm.

Dengan kondisi ini serangan Bayern tetap tidak bisa berjalan sesuai dengan harapan Pep. Bayern memang bisa melepaskan 3 tendangan ke gawang pada babak kedua ini. Namun serangan-serangan mereka tetap tidak bisa membuahkan hasil. Sebaliknya, Dortmund justru bisa menambah keunggulan setelah satu serangan balik mereka berujung pada umpan silang yang diteruskan Aubameyang menjadi gol.

Kesimpulan

Pola permainan baru bagi Bayern yang diinginkan Pep sepertinya belum bisa dimainkan secara baik oleh para pemain Bayern. Transisi antar lini Bayern masih tidak tersambung sehingga aliran bola tidak berjalan lancar. Lini tengah mereka yang hanya menempatkan dua pemain sangat rentan untuk dieksploitasi gelandang lawan.

Sebaliknya, Dortmund yang sudah melihat kelemahan Bayern ini langsung memanfaatkan kondisi. Klopp menempatkan 3 pemain di tengah dan membuat jarak antar lini Bayern terpisah semakin jauh. Dengan begitu Bayern semakin tidak bisa melancarkan serangan dan hanya bisa melakukan penguasaan bola di daerahnya sendiri.

Kompetisi Bundesliga yang akan dimulai sekitar satu minggu lagi membuat Pep harus segera merampungkan cara bermainnya ini di Bayern. Jika tidak, klub-klub Bundesliga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa mencuri poin saat melawan Bayern.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads