Selamat datang, Liga Inggris! Setelah kurang lebih tiga bulan absen, kompetisi yang disebut sebagai yang terbaik di dunia itu kembali hadir. Old Trafford akan jadi arena pembuka tirai Premier League musim ini ketika Manchester United bertemu Swansea City.
Dari semua yang tengah bersiap menyambut kembali gemuruh stadion-stadion di seluruh penjuru Inggris, ada sekelompok pendukung yang sudah sedikit menegakkan kepala berkat hasil positif yang diraih tim idolanya selama pra-musim. Mereka kini tampak lebih pede, mantap, dan mungkin akan lebih lantang meneriakkan identitas mereka: Glory-glory Man United.
Tim yang musim lalu tertatih-tertatih sepanjang musim itu kini telah kembali mendapatkan semangat baru bersama manajer barunya, Louis van Gaal. Bersama mantan pelatih tim nasional Belanda ini, United menampilkan permainan yang menarik dan dinamis, sehingga kemenangan seolah tinggal menunggul waktu. Setidaknya ini yang terlihat pada pertandingan pra-musim kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan barometer itulah para pendukung United lebih bersemangat menyambut musim baru. Tak sedikit pula dari mereka yang meyakini bahwa Van Gaal akan membawa United meraih titel juara liga ke-21 pada musim ini.
Ujian pertama yang akan dihadapi adalah dengan melawan peringkat 12 musim lalu. Pada laga pertamanya, Old Trafford akan kedatangan tamu dari Wales, Swansea.
Perkiraan Skema Bermain Kedua Tim
Menerka-nerka taktik yang akan digunakan van Gaal pada laga pembukanya sungguh amat menarik untuk disimak. Pasalnya mantan pelatih Bayern Munich ini telah melakukan revolusi taktik sejak hari pertama menangangi Wayne Rooney dkk.
Jika pada musim lalu United mengandalkan 4-2-3-1 sebagai pakem andalan, kini dialihkan ke skema 3-5-2. Fomasi ini yang juga digunakan Van Gaal ketika ia menukangi tim nasional Belanda pada Piala Dunia lalu.
Perubahan formasi ini dinilai tepat karena pola 4-2-3-1 yang digunakan Moyes terlihat cenderung dipaksakan. Tengok saja Rooney yang sering menempati posisi gelandang serang yang bukan posisi idealnya.
Sebelum Juan Mata hadir, kapten baru United ini tercatat hanya 8 kali bermain pada posisi favoritnya, yaitu sebagai penyerang. Moyes memang lebih memilih van Persie atau Welbeck untuk mengisi slot penyerang tunggal.
Mata sendiri baru bergabung bersama United setelah ditransfer dari Chelsea pada bursa transfer musim dingin. Hadirnya Mata membuat Moyes memiliki pemain ideal untuk menempati posisi gelandang serang. Meski demikian, sebelum van Persie cedera, Mata sempat dicoba untuk bermain sebagai winger baik di kiri atau pun kanan agar Moyes bisa menurunkan Mata-Rooney-van Persie secara bersamaan.
Bermain di posisi sayap jelas bukan posisi terbaik Mata. Gelandang timnas Spanyol ini memiliki visi bermain seorang playmaker memang lebih pas jika ditempatkan di tengah sebagai gelandang serang. Kepindahannya ke United karena pelatih Chelsea, Jose Mourinho, lebih memilih Oscar sebagai gelandang serang ketimbang Mata.
Dengan formasi 3-4-1-2 yang digunakan Van Gaal saat ini, Rooney dan Mata ditempatkan pada posisi idealnya masing-masing. Alhasil, keduanya pun bermain tak mengecewakan selama pertandingan turnamen pra-musim.
Kemudian van Gaal berusaha sebisa mungkin mengerdilkan ego-ego para pemainnya. Ia ingin United bermain sebagai sebuah unit. Kerjasama tim harus lebih ditonjolkan ketimbang kemampuan individual satu-dua bintang saja β sementara musim lalu sangat mengandalkan Van Persie.
Maka tak aneh ketika United sampai membangun serangan dengan total 20 umpan ketika Ashley Young membobol gawang Real Madrid. Atau, lihatlah para penggawa Setan Merah yang membuat 14 tektok-an kala Juan Mata mencatatkan namanya pada papan skor melawan Liverpool. Van Gaal memang ingin United bermain sebagai kesatuan.
Pun begitu ketika bertahan. Semua diinstruksikan bermain merapat untuk mempersempit jalur umpan lawan. Dua wingback dibuat sejajar dengan trio centre-back. Selain itu, trio barisan depan pun diinstruksikan untuk menjadi tembok pertahanan pertama sambil bersabar menunggu lawan melakukan serangan.

Β
Pola bertahan dan menyerang MU saat melawan Liverpool
Bayangan siapa-siapa pemain yang akan diturunkan melawan Swansea nanti tampaknya takkan jauh berbeda dengan susunan pemain kala United melawan Liverpool di final International Championship Cup. Hanya beberapa pemain saja yang tak dapat diturunkan pada pertandingan nanti.
Posisi penjaga gawang dihuni oleh kiper muda Spanyol, David De Gea. Untuk posisi bek, Van Gaal sepertinya akan memasang Chris Smalling, Phil Jones, dan Tyler Blackett. Nama terakhir diproyeksikan menjadi pengganti Jonny Evans yang kabarnya diragukan tampil karena cedera.
Di lini tengah, satu tempat di posisi wingback akan ditempati Young. Kemudian Ander Herrera akan ditemani Darren Fletcher sebagai double pivot. Sementara itu, Mata ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang dua penyerang, Wayne Rooney dan Danny Welbeck.
Hanya posisi wingback kiri yang masih menjadi tanda tanya besar. Antonio Valencia, Luke Shaw, dan Rafael yang bisa menempati pos ini menderita cedera. Maka dari itu, jika van Gaal tak memaksakan Luis Nani atau Shinji Kagawa, sepertinya pemain sayap muda Reece James memiliki kesempatan untuk diturunkan sejak menit pertama.
Nantinya, pola 3-5-2 United ini akan menghadapi Swansea yang sepertinya akan kembali menggunakan 4-2-3-1.
Kedatangan beberapa pemain baru seperti Jefferson Montero dan Bafetimbi Gomis sempat membuat arsitek Swansea, Gary Monk, mencoba formasi 4-4-2. Namun percobaannya itu gagal total sehingga Swansea bertekuk lutut di hadapan Villareal dengan skor 0-3 pada laga uji coba terakhirnya.
Lini tengah akan menjadi andalan The Swans dalam mengeksploitasi pertahanan United. Swansea akan mengandalkan Gylfi Sigurdsson sebagai distributor untuk para pemain sayapnya. Mantan pemain Tottenham Hotspur ini memiliki kapabilitas untuk mengeksploitasi sisi sayap United dengan umpan-umpan terukur.
Sigurdsson akan dibantu Jonjo Shelvey dan Ki-Sung Yeung sebagai double pivot Swansea. Keduanya memiliki kans besar diturunkan sejak menit pertama karena Leon Britton masih berkutat dengan cedera.
Pada posisi sayap, cederanya Nathan Dyer akan membuat Wayne Routledge mendapatkan jatah satu pos di sayap kanan, sedangkan pemain baru, Jefferson Montero, akan ditempatkan di kiri. Sementara Wilfried Bony akan kembali menjadi ujung tombak dengan Gomis sebagai senjata cadangan.
Di lini pertahanan, tak akan terlalu banyak ada perubahan. Kapten Ashley Williams masih diandalkan bersama Jordi Amat sebagai bek tengah. Dan posisi fullback sepertinya masih akan dihuni oleh Neil Taylor dan Angel Rangel. Keempat pemain ini akan menjadi tembok untuk kiper yang didatangkan dari Arsenal, Lukasz Fabianski.
Dengan komposisi pemain seperti ini, tampaknya Swansea akan lebih mengandalkan serangan balik dengan umpan-umpan langsung yang diarahkan ke kedua sayapnya.
Tapi jika Swansea ingin melakukan dominasi serangan, dua fullback-nya bisa diperbantukan untuk mengeksploitasi wingback United yang mundur ketika mendapat serangan. Apalagi wingback United masih sering terlambat ketika mendapatkan serangan.
Namun tentunya menyertakan fullback dalam melakukan serangan cukup beresiko karena United memiliki serangan cepat yang sangat terstruktur. Apalagi Mata yang sebagai pengatur serangan United akan sering bergerak ke area sayap ketika melakukan serangan balik. United juga memiliki Fletcher dan Herrera yang bisa menempatkan bola ke area yang menyisakan celah di area pertahanan Swansea dengan sekali umpan.
Kesimpulan
United memiliki peluang besar untuk meraih poin sempurna pada laga ini. Apalagi skuat Swansea pada musim ini tak sekuat musim lalu karena kehilangan beberapa pemain pilarnya, seperti Michael Vorm, Michu, Ben Davies, Jonathan De Guzman dan Pablo Hernandez lebih memilih untuk hijrah ke klub lain.
Tapi, bukan berarti Swansea tak bisa mencuri poin di Old Trafford. Swansea perlu bermain defensif sambil sesekali melakukan serangan balik ke area wingback United yang sering ditinggalkan penghuninya. Sisi kiri pertahanan United yang ditempati pemain backup sangat bisa dimanfaatkan sebagai usaha terbaik mencuri gol.
Meski demikian, kami tetap memprediksi tuan rumah tak akan terlalu kesulitan menjalani laga ini. Bahkan kemenangan telak sangat mungkin bisa terjadi. Setidaknya dua gol bisa diciptakan skuat asuhan van Gaal untuk mengantarkan United meraih tiga angka di laga pertama.
(mrp/mrp)











































