Atletico Sukses Memancing Poros Ganda El Real Keluar Posisi

Liga Spanyol: Real Madrid 1-2 Atletico Madrid

Atletico Sukses Memancing Poros Ganda El Real Keluar Posisi

- Sepakbola
Minggu, 14 Sep 2014 17:58 WIB
Atletico Sukses Memancing Poros Ganda El Real Keluar Posisi
REUTERS/Sergio Perez
Jakarta - Atletico Madrid sukses memenangi Derby Madrid jilid pertama di La Liga musim ini dengan skor 2-1. Apa kunci rahasia Los Colchoneros hingga bisa menyungkurkan Real Madrid?

Sang juara liga, Atletico Madrid, berpesta di kandang musuh bebuyutannya, sang juara Eropa, Real Madrid. Secara tidak terduga, Gabi dkk. berhasil menumbangkan Real Madrid di Santiago bernabeu dengan skor 2-1. Pemain pengganti Arda Turan membuat Madridistas terdiam berkat golnya yang dicetak pada menit ke-76.

Tanpa Diego Simeone di sisi lapangan karena masih menjalani hukuman, Atletico sama sekali tidak menghadapi kendala. Sang asisten manajer, German Burgos, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan menggunakan formasi 4-4-2, Burgos memimpin Atletico Madrid dari pinggir lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susunan Pemain

Kejutan kecil datang dari susunan pemain yang diturunkan Simeone. Pemain muda asal Prancis, Antoine Griezmann, tidak masuk ke starting line-up. Burgos lebih memilih memainkan duet striker Mario Mandzukic dan Raul Jimenez.

Di lini tengah, masih belum fitnya Arda membuat pemain tim nasional Turki ini harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Koke dan Raul Garcia dimainkan terlebih dahulu sebagai sayap kanan dan kiri.

Di kubu Real Madrid, Carlo Ancelloti memainkan seluruh pemain terbainya. Empat penyerang kelas dunia, yaitu Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Gareth Bale, dan James Rodriguez, masuk ke dalam susunan pemain inti. Sementara di tengah, Luka Modric dan Toni Kroos berduet untuk mengatur serangan dari tengah.

Pada barisan pertahanan, sang kapten Iker Casillas kembali menjadi pilihan. Kiper tim nasional Kosta Rika yang beru didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu, Keylor Navas, masih harus menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Sementara itu, pada posisi bek kiri, Ancelloti lebih mempercayakan Fabio Coentrao ketimbang Marcelo.


Β 
Starting XI Real Madrid (kiri) dan Atletico Madrid (kanan)

Atletico Mencuri Gol di Awal Laga

Sesuai perkiraan, Atletico memainkan gaya bermain yang tidak berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Mereka membiarkan lawannya mengusai pertandingan, sambil mencari celah melakukan serangan balik.

Dengan membentuk pertahanan yang rapat, Atletico sama sekali tidak memberikan kesempatan lawan menciptakan peluang. Cara inilah yang membawa mereka ke tangga juara musim lalu.

Mereka memang terkenal selalu membiarkan lawan banyak menguasai bola. Atletico juga merupakan tim yang paling sedikit kedua memberikan kesempatan bagi lawan untuk mencetak attempt.
Β 
Hal ini juga terjadi pada pertandingan ini. Rataan 65 persen pengusaan bola bagi Real Madrid berbanding 35 persen bagi Atletico Madrid.

Angka operan bola menunjukkan kejomplangan yang lebih lagi. Total 459 kali operan dilepaskan para pemain Real Madrid berbanding 202 kali oleh sang tamu. Namun, dengan penguasaan bola yang begitu dominan, Real Madrid hanya mampu mengarahkan bola empat kali ke gawang Atletico.

Dengan formasi dasar 4-4-2, seluruh pemain Atletico Madrid termasuk dua striker mereka, Raul Jimenez dan Mario Mandzukic, turun ke belakang membentuk barisan pertahanan. Dengan sangat disiplin mereka berdiri rapat sambil mencari celah untuk melancarkan serangan balik.

Satu hal yang diincar oleh kubu Atletico Madrid pun berhasil mereka raih pada awal pertandingan.

Melalui satu skema serangan balik, umpan silang bek kiri mereka, Guilherme Siqueira, membentur bek Real Madrid dan menghasilkan tendangan penjuru. Melalui satu skema tendangan pojok, Tiago berhasil menyundul bola menuju gawang Iker Casillas dan mengubah skor menjadi 1-0.

Ya, sebagaimana musim lalu, Atletico pun masih mampu mempertahankan keunggulan mereka dalam melakukan skema bola mati.

Terlambat Turun Saat Bertahan

Real Madrid masih kesulitan mencari celah hingga pertandingan memasuki menit ke-20. Meski banyak menguasai bola, mereka hanya sekali mampu mengancam gawang Atletico Madrid melalui tendangan bebas Gareth Bale.

Real Madrid memainkan formasi dasar 4-3-3 yang bertumpu pada Kroos dan Modric di tengah untuk mengalirkan bola ke depan. Kedua gelandang ini hanya memiliki dua opsi mengirimkan operan ke depan, melalui James Rodriguez di tengah, atau melalui Gareth Bale di sisi kanan.

Di sisi kiri, Real Madrid tidak memiliki banyak opsi kecuali jika Coentrao sudah naik ke depan. Pasalnya, Cristiano Ronaldo yang seharusnya berada di sisi ini, diberikan keleluasaan oleh Ancelloti untuk bergerak bebas.
Β 
Ronaldo sering terlihat juga berada di sisi kanan bersama Bale untuk atau berada di tengah bersama Benzema.

Rapatnya barisan pertahanan Atletico Madrid membuat aliran bola Real Madrid tidak berjalan lancar. Dua gelandang Atletico Madrid di tengah langsung menghadang ketika bola dialirkan ke James Rodriguez. Sementara itu, di kanan, Gareth Bale harus berhadapan dengan Koke dan Siqueira.

Kroos dan Modric juga selalu mendapatkan hadangan Mandzukic dan Gimenez saat menguasai bola. Ini terlihat dari operan Real Madrid yang terhenti jauh sebelum memasuki kotak penalti Atletico Madrid (lihat grafik umpan di bawah).


Β 
Chalkboard operan Real Madrid pada 20 menit pertama pertandingan. Sumber: fourfourtwo.com

Namun kemudian tercipta celah di pertahanan Atletico Madrid, yang justru terbuka akibat kelalaian pemain mereka sendiri.

Atletico memang sangat rapat saat bertahan namun ternyata membutuhkan waktu yang agak lama untuk menerapkan skema ini. Pasalnya, setelah menyerang, para pemain Atletico terlalu lambat kembali ke posisi bertahan.

Hal ini tentu tidak dilewatkan oleh Real Madrid. Ancelotti kemudian sengaja sedikit membuka celah agar Atletico Madrid maju menyerang. Dari sini, Real Madrid akan langsung menyerang balik ke pertahanan Atletico Madrid setelah berhasil merebut bola.

Tentu kita masih ingat betapa berbahayanya serangan balik Real Madrid saat menghancurkan Bayern Munich di Liga Champions.

Hasilnya pun langsung terlihat pada menit ke-26. Melalui satu serangan balik, Cristiano Ronaldo berhasil masuk ke kotak penalti Atletico Madrid. Berhadapan satu lawan satu dengan Siqueira, step over Cristiano Ronaldo yang berhasil mengecoh Siquera membuat bek berusia 28 tahun ini terpaksa melanggar Ronaldo.

Ronaldo yang mengeksekusi tendangan penalti tersebut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik menyamakan kedudukan 1-1.

Lagi-lagi melalui satu skema serangan balik, Madrid hampir saja menutup babak pertama dengan keunggulan. Hanya saja, Benzema yang sudah bebas berhadapan satu lawan satu dengan kiper Angel Moya, gagal mengontrol bola dengan baik sehingga jatuh ke pelukan Moya.

Perbaikan di Babak Kedua

Melihat kelemahannya dieksploitasi oleh kubu Real madrid di babak pertama, German Burgos tidak membiarkan hal ini kembali terjadi di babak kedua. Burgos memerintahkan para pemainnya untuk tidak terpancing naik. Atletico bermain lebih berhati-hati untuk menghindari serangan balik Real Madrid.

Hal ini membuat kedua tim sama-sama tidak bisa menciptakan peluang. Real Madrid kembali kesulitan menghadapi rapatnya pertahanan Atletico Madrid. Sedangkan Atletico yang bermain lebih hati-hati tidak bisa berbuat banyak saat menyerang. Kondisi ini bertahan hingga memasuki 30 menit terakhir pertandingan.

Kedua pelatih lalu mulai melakukan pergantian pemain. Ancelotti memasukan striker terbarunya, Javier Hernandez, menggantikan Karim Benzema, sementara Burgos memasukan Arda turan dan Antoine Griezmann menggantikan Gabi dan Raul Jimenez.

Terdapat perbedaan dari pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih. Ancelotti mengganti seorang striker dengan striker –meski antara Chicharito dan Benzema memiliki karakter permainan yang berbedaβ€”namun hal ini tidak mengubah pola permainan Real Madrid.

Ancelotti mungkin hanya berharap agar Chicharito, yang pandai memanfaatkan celah sempit, mampu membuka ruang di pertahanan Atletico Madrid. Hal ini berbeda dengan pergantian pemain yang dilakukan Atletico.

Arda dan Antoine Griezmann adalah dua pemain yang memiliki posisi natural berbeda dengan Gabi dan Raul Jimenez. Masuknya kedua pemain ini membuat Atletico mengubah formasi menjadi 4-4-1-1.

Arda mengisi posisi sayap kiri dan diberikan izin untuk menusuk ke kotak penalti. Sedangkan Griezman bermain di belakang Mario Mandzukic untuk mengobrak-abrik pertahanan Real Madrid di tengah. Kedua pemain inilah yang kemudian menjadi kunci dalam terciptanya gol kedua Atletico Madrid.

Memancing Poros Ganda El Real

Real Madrid sudah memainkan permainan terbuka sejak awal. Hal ini berdampak pada lapangan tengah mereka hanya diisi oleh Modric dan Kroos. Padahal, selain mengatur serangan, kedua pemain ini juga bertugas untuk melapisi barisan pertahanan saat Atletico Madrid menyerang.

Burgos kemudian menugaskan Griezmann untuk mengganggu konsentrasi kedua gelandang ini saat bertahan.

Griezmann masuk ke celah yang ada di antara kedua pemain ini dan menarik salah satunya keluar dari posisi. Hal ini kemudian membuat celah yang sangat besar di depan garis pertahanan Madrid. Celah ini pun semakin menganga berkat kecerdikan Mandzukic yang berhasil mendorong garis pertahanan Real Madrid hingga sangat dekat dengan gawang.

Arda Turan lah yang kemudian menjadi pengeksekusi rencana ini. Memanfaatkan celah yang sudah dibuka oleh rekan-rekannya di depan garis pertahanan lawan, tanpa pengawalan dari satu pun pemain Real Madrid, Turan masuk dan melepaskan tendangan.

Tendangan terukur yang mengarah ke pojok gawang tidak bisa dibendung oleh Casillas dan membuat Atletico unggul 2-1.



Proses terjadinya gol kedua Atletico Madrid

Kesimpulan

Meski tidak didampingi Diego Simeone, Atletico Madrid tetap bisa memainkan pola permainan andalannya: pertahanan rapat dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk menciptakan peluang.

Kecerdikan German Burgos yang melihat celah dan mengubah pola permainan di babak kedua kemudian membuat Atletico Madrid berhasil mencuri gol kedua dan berpesta di Santiago Bernabeu.

Sedangkan di kubu Real Madrid, perginya Di Maria sepertinya membuat variasi serangan menjadi berkurang. James Rodriguez sendiri belum menunjukan performa maksimalnya untuk meningkatkan kreativitas serangan Real Madrid.

Satu hal yang pasti, pekerjaan rumah besar menanti Ancelotti yang sudah dua kali kalah dalam liga laga perdananya.

(mrp/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads