Garis Pertahanan Rendah Persib Kacaukan Serangan Mitra Kukar

8 Besar ISL: Mitra Kukar 2-3 Persib

Garis Pertahanan Rendah Persib Kacaukan Serangan Mitra Kukar

- Sepakbola
Minggu, 12 Okt 2014 11:21 WIB
Garis Pertahanan Rendah Persib Kacaukan Serangan Mitra Kukar
Jakarta -

Persib Bandung kembali mencatatkan kemenangan pada pertandingan kedua babak Delapan Besar Liga Indonesia. Kali ini, giliran Mitra Kukar yang ditekuk 2-3 di Stadion Aji Imbut, Jumat (10/10/2014) malam.

Kemenangan ini sekaligus menghapus catatan buruk Pangeran Biru, julukan Persib, kala bermain di Tenggarong. Hasil ini pula mempertahankan posisi Persib di puncak pimpinan klasemen Grup 2 babak delapan besar.

Gol Persib dicetak Makan Konate pada menit ke-19, Atep pada menit ke-28, dan sundulan Ferdinand Sinaga pada menit ke-73. Sementara itu, Mitra Kukar memperkecil ketertinggalan lewat gol Herman Dzumafo pada menit ke-33, serta tendangan bebas Erick Weeks pada menit ke-77.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menunggu Celah Pertahanan Mitra Kukar

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih sabar. Tiga gelandang Persib yang dihuni Makan Konate, Taufiq, dan Firman Utina, fokus untuk melindungi area pertahanan mereka, ketimbang membantu serangan.

Persib lebih sering memanfatkan serangan balik ketimbang membangun serangan secara bertahap dari lini belakang. Mereka seperti membiarkan Mitra Kukar menyerang, sembari menunggu celah di arean pertahanan Naga Mekes, julukan Mitra Kukar.

Di awal babak pertama, mayoritas serangan Persib berasal dari sisi kanan. Sisi tersebut dihuni Atep yang dibantu pergerakan Supardi dari lini belakang. Keduanya memanfaatkan celah yang ditinggalkan Zulham Zamrun dan Diego Michels di posisi tersebut.

Sementara itu, Tantan mesti menghadapi tembok kokoh bernama Lobo. Pergerakkannya beberapa kali dihentikan paksa oleh bek asal Brasil tersebut.
Peran Raphael Maitimo dan Bima Sakti sebagai poros ganda, tak menemui hambatan berarti. Peran keduanya disorot karena tak mampu membongkar pertahanan Persib. Serangan Mitra Kukar lebih condong ke sisi yang dihuni Zulham Zamrun, langsung dari lini belakang.

Celah pertahanan Mitra Kukar sempat terbuka beberapa kali. Sialnya, dari sedikit kesempatan tersebut, sebanyak dua kali bisa dimanfaatkan Persib menjadi gol. Dua gol tersebut berawal dari sisi yang sama: kiri. Kombinasi Atep dan Supardi sulit diantisipasi Diego.

Selepas dua gol tersebut, tempo permainan kembali melambat. Tidak ada tusukan yang berarti dari Supardi di sisi kiri ataupun Tony Sucipto di sisi kanan. Persib hanya mengandalkan serangan balik yang dibangun Tantan untuk nantinya dikonversi Ferdinand Sinaga.

Lemahnya Pengawasan

Tiga gol yang dicetak Persib adalah buah kelengahan lini pertahanan Mitra Kukar. Mereka tidak menjaga dengan sempurna pemain Persib yang berada di dalam kotak penalti.



Perhatikan proses gol pertama Persib. Tantan yang mengambil tendangan sudut, memberi umpan pendek pada Atep. Winger asal Cianjur tersebut memberi umpan ke arah Tony Sucipto yang dikawal Herman Dzumafo.

Bola pun lepas dan berada tepat di area tendangan Konate. Saat konate menendang, Gusmawan dan Lobo fokus mengepung Vujovic, sementara Diego hanya menonton. Bola pun meluncur jelas ke gawang Mitra Kukar yang dikawal Dian Agus.

Kalaupun bola berhasil ditepisβ€”yang akan jatuh ke kananβ€”ada Tantan yang berdiri bebas. Dari gambar di atas terlihat bagaimana Maitimo, Bima Sakti, Herman Dzumafo, Lobo, Gusmawan, dan Diego hanya fokus pada pergerakan bola.
Β 
Posisi Konate benar-benar bebas tanpa pengawalan. Patut disoroti bagaimana peran Bima Sakti yang menunggu di area tiang dekat, meski tak ada satupun pemain Persib yang berdiri di sana.

Gol kedua yang dicetak Atep Rizal berawal dari serangan balik. Saat bola berhasil direbut dari Erick Weeks, Tony pun mengalirkannya ke sisi kiri di mana Tantan melakukan akselerasi. Perlahan, bola dipindahkan ke kanan, hingga akhirnya Supardi melakukan tusukan ke dalam kotak penalti.

Dalam proses tersebut, pemain Persib melakukannya tanpa hambatan yang berarti. Tantan mengumpan pada Konate, Konate pada Firman, Firman pada Atep, dan Atep pada Supardi. Seperti biasa, Supardi mengirimkan umpan tarik ke tengah di mana Atep tengah berlari tanpa kawalan.

Dengan mudah, pemain kelahiran 1985 ini melakukan sekali sentuhan untuk membuat gawang Dian Agus bergetar untuk kedua kalinya.



Dalam grafis di atas terlihat sebenarnya selain Atep, Tantan pun tak terkawal. Dua bek Mitra, Lobo dan Gusmawan mengejar bola yang sebenarnya sudah pasti akan diumpan ke tengah. Sialnya, Diego Michels seperti telah kehilangan semangat dengan membiarkan Atep dua langkah di depannya.

Dapat terlihat posisi Atep benar-benar bebas tanpa ada gangguan. Bahkan, kalau (lagi-lagi) bola ditepis, ada Tantan dan Ferdinand yang juga tidak dikawal.

Kelengahan seperti ini juga terjadi pada gol ketiga yang dicetak Ferdinand Sinaga. Lini pertahanan Mitra Kukar seolah meremehkan kemampuan Ferdinand yang dapat memaksimalkan segala peluang.

Bisa dibilang, umpan yang diberikan Tantan begitu keras dan arah bola tak dapat diduga. Ini yang membuat tinjuan Dian Agus melambung ke sisi kanan gawang yang dikawalnya. Saat Gamal menduga bola akan diselamatkan, nyatanya Ferdinand melepaskan diri dari kawalan dan menyundul bola sembari menjatuhkan badan.



Cukup mengejutkan karena saat itu Ferdinand ada dalam pengawasan Gamal. Namun, saat bola lepas dari penguasaan Dian, Gamal hanya menonton, seperti yang dilakukan empat pemain Mitra yang berada di dalam kotak penalti.

Memasang Garis Pertahanan Rendah

Sepanjang pertandingan, garis pertahanan Persib begitu rendah. Empat bek Persib yang dihuni Supardi Nasir, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, dan Tony Sucipto berdiri di dalam kotak penalti menjaga kedalaman.

Bahkan, Supardi dan Tony jarang menutup pergerakan Zulham Zamrun dan Anindito di kedua sayap. Pasalnya, keduanya mesti melewati hadangan trio gelandang Persib dibantu dengan Tantan ataupun Atep yang turun membantu serangan.



Keberhasilan Persib menahan gempuran Maitimo dan kolega tak lepas dari disiplinnya empat bek mereka untuk menjaga kedalaman. Dari grafis di atas bisa terlihat saat bertahan, lima gelandang Persib sudah turun membantu pertahanan. Hal ini tidak mampu dimanfaatkan pemain Mitra Kukar yang memilih bermain melebar.

Pada grafis di sebelah kanan, Anindito dengan cerdik memotong ke dalam. Ia melihat ada celah yang tak bisa ditutup Taufiq sendirian. Di sini bisa terlihat bagaimana Vujovic yang tidak terlalu bernapsu mengejar bola, karena ia tahu tidak ada pemain Mitra Kukar di area kanan pertahanan Persib. Kalaupun ada, Supardi telah siap menahan gempuran tersebut.

Pun dengan Dzumafo yang area serangannya ditutup Tony yang bergerak ke tengah dan Ahmad Jufriyanto. Ini juga telah dipikirkan karena Anindito menembak dari luar kotak penalti, dengan dua bek yang menghadang, dan satu gelandang yang mencoba mengganggunya. Presentase untuk menjadi gol menjadi minim.

Lain halnya jika Tony bermain melebar dan Vujovic serta Ahmad mengejar Anindito. Dzumafo yang posisinya bebas dapat mengubah momen tersebut menjadi gol.

Garis pertahanan rendah yang diterapkan Persib dimaksimalkan pula oleh pengaturan tempo yang lambat. Hal ini sebenarnya dipraktekan Taufiq dan kolega kala mengalahkan PBR, empat hari sebelumnya. Persib yang biasanya bermain dengan tempo cepat, kini mulai menurunkan tempo demi berjalannya taktik yang diusung.

Minimnya Peran Poros Ganda Mitra Kukar

Peran Bima Sakti dan Raphael Maitimo tidak menonjol dalam pertandingan semalam. Keduanya kesulitan dalam mengoordinasikan serangan ke lini serang. Aliran bola malah lebih sering diatur oleh Zulham Zamrun yang bermain lugas dengan pergerakannya ke segala sisi.

Hal ini diperparah dengan lambatnya Erick Weeks dalam memberikan umpan. Sepanjang pertandingan, hanya aksi-aksi individunya yang memukau. Sisanya, seolah tak berarti apa-apa, kecuali satu golnya lewat tendangan bebas.

Hal yang paling terlihat dalam pertandingan semalam adalah ketidakmampuan Bima dan Raphael menutup serangan dari sayap. Keduanya tak mampu menyaingi kecepatan Atep, Supardi, dan Tantan yang bergerak secara cepat dan terus menerus.

Saat Persib menyerang, keduanya bergerak di tengah sembari mempercayakan sisi pertahanan pada dua fullback. Hal ini menjadi riskan, karena tanpa pressing berarti membiarkan pemain Persib mengelola permainan seperti yang mereka inginkan.

Apa yang ditunjukkan keduanya seolah berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Taufiq di Persib. Sama halnya seperti menghadai PBR, ia fokus membantu pertahanan. Hal ini tidak lepas dari absennya Hariono sebagai palang pintu terdepan menggempur serangan lawan.

Memang, di awal babak pertama Taufiq seperti kerepotan menghadang Dzumafo yang turun untuk menarik dua bek Persib. Namun, karena polanya berulangβ€”Dzumafo turun, ambil bola, tendang, membuat bek Persib sudah mengerti bagaimana cara mengatasinya. Mereka mencoba menutup arah bola tendangan Dzumafo.

Ini dilakukan karena Zulham dan Anindito jarang membuka ruang, yang membuat Dzumafo tidak bisa memberikan umpan terobosan ke ruang kosong. Mestinya, dukungan dari lini tengah dapat memecahkan hal ini. Bima atau Raphael memegang bola, sementara Zulham, dan Anindito bergerak ke sayap.

Dzumafo berperan sebagai pengecoh dan membiarkan Erick Weeks bebas tanpa kawalan. Sayangnya, hal ini tidak terjadi hingga akhir laga.

Kesimpulan

Dari tiga gol yang dicetak Persib, tak lepas dari kesalahan Diego Michels. Gol pertama misalnya, ia hanya menunggu di garis depan kotak penalti, serta membiarkan Makan Konate bebas tak terkawal.

Pun dengan gol kedua Persib. Ketidakmampuannya dalam membaca arah umpan Atep, yang sebenarnya mudah terbaca karena ia pasti mengirimkan bola ke sayap, membuat Supardi dapat dengan bebas melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti. Kesalahan keduanya adalah ia membiarkan begitu saja Atep berlari menyambut umpan Supardi dan mengonversinya menjadi gol.

Hal yang sama terlihat pada gol ketiga. Gol Ferdinand tidak akan pernah terjadi andai Diego mampu menahan pergerakan Tantan. Ini bukan kali pertama Diego berduel dengan Tantan, yang sebagian di antaranya dihentikan paksa dan berbuah tendangan bebas untuk Persib.

Duet Bima Sakti dan Raphael Maitimo sebagai poros ganda tak membuahkan hasil maksimal. Steven Hansson, seolah tak menyadari bahwa Persib lebih sering menyerang lewat sayap bukan lewat tengah. Ditambah dengan lambatnya pergerakan kedua pemain tersebut untuk mendukung lini pertahanan.

Lini serang Mitra Kukar pun bermasalah. Dengan garis pertahanan yang rendah, Dzumafo telah berinisiatif menjemput bola dan melakukan attemps dari luar kotak penalti. Sayangnya, inisiatif ini tidak disambut oleh pemain lain yang malah berdiri sejajar, dan bahkan di belakang Dzumafo. Akibatnya, Dzumafo tak memiliki opsi lain selain menuntaskan peluang yang dimilikinya.

Umpan-umpan lini serang Mitra Kukar seolah tak berdasar. Misalnya, saat Anindito mengirimkan umpan, bola dapat dengan mudah dipatahkan. Pun saat melakukan umpan silang yang terkesan terburu-buru.

Persib bukannya tanpa celah. Pergerakan Tony dan Supardi yang mengisi kotak penalti membuka celah di lini pertahanan Maung Bandung. Celah tersebut sempat beberapa kali dieksploitasi Zulham Zamrun dan Jajang Mulyana meski hasilnya tak maksimal.

Kekalahan ini membuat Hansson mesti berbenah. Apalagi lawan yang akan dihadapinya nanti adalah Pelita Bandung Raya yang kuat dalam bertahan dan serangan balik.

Sementara bagi Persib, meskipun menang, banyak perbaikan yang mesti diperbaiki terutama lini pertahanan mereka. Memang, semalam lini pertahanan Persib bermain disiplin dan tak terpancing untuk mengejar bola. Namun, menempatkan Taufiq untuk menjadi gelandang bertahan, tanpa Hariono, adalah sebuah risiko.

Taufik semalam relatif mampu menetralisir peran Weeks. Pemain bernomer punggung 8 ini berkali-kali bisa memaksa Weeks mengembalikan bola ke belakang.

Trik-trik Weeks mungkin enak dilihat, tapi tak bisa menembus Taufik yang dengan sangat baik melindungi pertahanan dengan cara mem-pressing ruang. Weeks baru bermasalah ketika pemain lain yang menjaga.

Kecuali Taufik, pemain Persib lain sering terpancing β€œmengambil sekali” Weeks. Biasanya berakhir dengan pelanggaran. Inilah yang terjadi pada gol kedua Mitra Kukar.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads