Efektivitas Pergantian Pemain Benitez dan Mazzarri Paksakan Hasil Seri

Liga Italia: Inter 2-2 Napoli

Efektivitas Pergantian Pemain Benitez dan Mazzarri Paksakan Hasil Seri

- Sepakbola
Senin, 20 Okt 2014 14:51 WIB
Efektivitas Pergantian Pemain Benitez dan Mazzarri Paksakan Hasil Seri
Getty Images/Valerio Pennicino
Jakarta -

Duel bertajuk 'Big Match' pada pekan ketujuh Serie A antara Inter Milan dan Napoli berakhir imbang 2-2. Gelandang Inter asal Brasil, Hernanes, menyelamatkan muka kubu tuan rumah setelah sundulannya tak mampu dibendung kiper Napoli, Rafael Cabral, pada tambahan waktu babak kedua.

Pertahanan yang kokoh kedua tim membuat skor 0-0 bertahan hingga 15 menit jelang pertandingan akhir. Namun perubahan taktik yang dilakukan kedua pelatih menjelang pertandingan berakhir membuat pertandingan menjadi lebih menegangkan, hingga akhirnya empat gol berhasil tercipta.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Napoli Bertahan dengan 10 Pemain

Inter Milan langsung melakukan inisiatif serangan ketika wasit Daniel Orsato meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan. Serangan yang terus dialirkan oleh Mateo Kovacic dan Hernanes dari tengah menjadi titik di mana dimulainya arah serangan Inter Milan.

Dengan visi yang dimiliki kedua gelandang ini Inter mampu mendominasi pertandingan sepanjang pertandingan. Keduanya dengan baik mendistribusikan bola ke area sayap maupun lewat tengah. Tak heran setelah pertandingan berakhir Inter unggul penguasaan bola dengan 57% berbanding 43%.

Dalam tempo 20 menit, Inter berhasil menciptakan enam peluang yang cukup membahayakan gawang Napoli. Serangan sayap Inter, khususnya sisi kiri, menjadi sektor serangan yang cukup membahayakan pertahanan Napoli. Rodrigo Palacio dan Dodo yang beroperasi di sektor kiri tercatat melakukan empat umpan matang yang nyaris menjadikan gol bagi Inter Milan.





Sisi ini lebih mudah ditembus karena bek kanan Napoli, Juan Zuniga, sangat rajin membantu serangan Napoli. Sehingga Zuniga berkali-kali meninggalkan celah terbuka untuk dimanfaatkan Inter Milan. Untungnya kiper Napoli, Rafel Cabral, selalu sigap membendung setiap serangan.

Rafael Benitez, pelatih Napoli, sadar betul bahwa pertahanannya di awal babak pertama ini cukup rapuh. Maka dari itu, untuk mengantisipasinya, ia menginstruksikan seluruh para pemainnya untuk ikut membantu lini pertahanan.





Perbadaan lini pertahanan Napoli sebelum dan sesudah 20 menit pertama

Dengan Hernanes dan Kovacic yang menjadi pengalir serangan Inter, para pemain Napoli yang membentuk tembok pertahanan lebih bertumpuk di area tengah depan kotak penalti. Hal ini membuat sisi sayap Inter sering tak mendapatkan pengawalan ketat.

Dengan jeli Hernanes dan Kovacic mengalirkan bola ke kedua sisi sayap yang dihuni wingback, Dodo dan Joel Obi. Serangan mengandalkan umpan silang pun mulai diperagakan pada 20 menit terakhir.

Namun itulah yang diinginkan Benitez dengan membentuk lini pertahanan yang menumpuk di tengah dan membiarkan sisi sayap. Pasalnya, ketika bola dialirkan ke sayap, para pemainnya tersebut, khususnya backfour, langsung mengisi area kotak penalti untuk menciptakan garis pertahanan rendah.

Hasilnya, dari 17 umpan silang yang dilepaskan Inter sepanjang babak pertama, hanya empat umpan silang yang berhasil disambut lini penyerangan Inter.

Inter Menaikkan Garis Pertahanan

Napoli sendiri berupaya menembus lini pertahanan Inter dengan serangan balik. Dominasi penguasaan bola yang dilakukan Inter membuat Napoli kesulitan untuk mengkreasikan serangan dengan umpan pendek dari lini pertahanan ke tengah, lalu dialirkan ke depan.

Inter memang menaikkan garis pertahanannya hingga dekat area lingkar tengah lapangan. Dengan begitu, jarak antar pemain Inter di setiap lini tak terlalu jauh. Tentunya ini memudahkan Inter untuk menguasai permainan.

Napoli sendiri mengandalkan serangan ke kedua sayapnya. Seperti Inter, Napoli pun coba memanfaatkan flank di area sayap. Apalagi dengan Inter yang menggunakan formasi 3-5-2, di mana wingback mereka sering naik membantu lini penyerangan.

Namun, sisi kanan serangan Napoli yang menjadi titik utama serangan skuat asuhan Benitez ini tak berfungsi dengan baik. Sisi kanan dipilih menjadi serangan utama Napoli karena sisi kiri Napoli yang dihuni Lorenzo Insigne, lebih difungsikan sebagai penyelesai akhir serangan.

Penyerang timnas Italia ini memang sering menjadi pemain yang sangat diharapkan untuk menjadi sumber gol Napoli selain Higuain.

Sayangnya skema ini tak berjalan mulus. Serangan Napoli yang mengandalkan umpan-umpan panjang dari lini pertahanan selalu bisa dimentahkan back three Inter. Juan Jesus yang berada di sisi kiri berkali-kali mampu memenangi duel udara melawan Callejon ataupun Higuain yang bergerak ke kiri. Alhasil alur serangan Napoli pun cukup tersendat pada babak pertama.



Duel udara Napoli di sisi kanan selalu berhasil dipatahkan para pemain Inter

Pergantian Efektif Rafael Benitez

Alasan lain Napoli tak bisa mengembangkan permainannya adalah karena gelandang pengatur serangan mereka, Marek Hamsik, jarang mendapatkan suplai bola. Selain Napoli yang langsung mengirimkan umpan panjang dari lini pertahanan ke depan, Hamsik pun selalu mendapat pengawalan ketat dari gelandang bertahan Inter, Gary Medel.

Pada menit ke-62, Hamsik digantikan oleh Jorginho karena hanya melepaskan 39 umpan. Jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan Kovacic yang berperan sebagai pembagi bola Inter yang melakukan 62 umpan selama 62 menit.

Jika Hamsik ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang Higuain, Jorginho bermain lebih di area sekitar lingkar lapangan tengah. Bahkan jika lebih spesik, Jorginho akan selalu bergerak menjauhi Gary Medel, pemain yang mematikan pergerakan Hamsik. Hasilnya, persentase keberhasil Jorginho lebih baik dari Hamsik (Jorginho 82%, Hamsik 66%).





Jorginho yang selalu menjauhi Medel

Pergantian lain yang dilakukan Benitez adalah memasukkan Dries Mertens menggantikan Lorenzo Insigne dan Faouzi Ghoulam menggantikan Miguel Britos. Ghoulam yang baru masuk pada menit ke-74, langsung memberikan kontribusi ketika lemparan ke dalamnya tak mampu di sapu baik oleh Nemanja Vidic.

Bola yang hendak dibuang Vidic malah mengarah pada Callejon yang berdiri bebas di sisi kanan. Callejon pun tanpa kesulitan menaklukkan kiper Inter, Samir Handanovic.

Masuknya Mertens membuat serangan Napoli di sisi kiri lebih membahayakan. Sisi ini dipilih menjadi fokus utama serangan Napoli karena di sisi sebaliknya terdapat Juan Jesus yang sukses melakukan 6 intersep, 6 clearance, dan hanya sekali kalah duel udar dari 7 percobaan.

Lawan Mertens di sisi ini hanyalah seorang pemain muda, Ibrahima Mbaye, yang masuk di menit ke-57 menggantikan Joel Obi, dan Andrea Ranocchia yang bertipikal lambat. Mertens dengan kecepatannya pun dengan mudah mengobrak-abrik sisi ini.





Skema serangan Napoli sebelum (atas) dan sesudah (bawah) masuknya Dries Mertens

Gol kedua yang diciptakan Callejon pun bermula dari sisi kiri. Mertens yang menguasai bola di sisi kiri memberikan umpan pada Callejon yang bergerak ke tengah. Callejon kemudian memeberikan umpan tarik pada David Lopez yang berada di sisi kanan. Lopez kemudian mengirimkan bola ke kotak penalti lewat umpan silang, Callejon pun menyambutnya di mulut gawang dengan sempurna.

Respons Mazzarri

Pergantian efektif pun dilakukan Walter Mazzarri, pelatih Inter Milan. Saat tertinggal 1-0, mantan pelatih Napoli tersebut memasukkan Freddy Guarin untuk menggantikan Gary Medel yang mulai kewalahan menjaga Jorginho. Semenit setelah Guarin masuk, Inter mendapatkan sepak pojok yang kemudian berhasil dikonversikan menjadi gol oleh Guarin.

Skor 1-1 bukanlah skor yang diinginkan Mazzarri pada laga ini. Maka ia terus melancarkan serangan pada 10 menit menjelang waktu normal berakhir. Opsi yang dipilih Mazzarri untuk mencari gol kemenangan adalah dengan menaikkan posisi Juan Jesus hingga area sepertiga akhir milik Napoli.



Heatmap Juan Jesus 10 menit terakhir

Pemilihan skema ini jelas terlalu beresiko bagi lini pertahanan Inter. Juan Jesus yang sejatinya seorang centre-back harus bekerja dobel untuk membantu lini penyerangan. Dan itu terbukti dengan terciptanya gol kedua Callejon.

Namun dengan strategi ini pula Inter berhasil menyamakan kedudukan di babak tambahan waktu. Skema gol yang diciptakan Hernanes melibatkan Juan Jesus. Dodo yang mengirimkan umpan silang pada Hernanes sebelumnya menerima umpan dari Juan Jesus.



Proses sebelum terjadinya gol Hernanes yang melibatkan Juan Jesus

Kesimpulan

Hasil imbang ini mungkin bukan hasil yang diinginkan oleh Walter Mazzarri. Namun dua kali mampu mengejar ketertinggalan sepertinya akan membuat Mazzarri bisa sedikit berpuas diri. Taktiknya memasukkan Guarin dan menaikkan Juan Jesus terbukti menghasilkan dua gol.

Sebaliknya, hasil imbang ini cukup mengecewakan Rafale Benitez, pelatih Napoli. Kemenangan yang sudah di depan mata pupus karena tak mengantisipasi lini penyerangan Inter yang meningkatkan intesitas serangan menjelang pertandingan berakhir.

Namun kredit harus diberikan pada kedua pelatih yang berhasil membuat pertandingan semakin menarik menjelang pertandingan berakhir. Dengan perubahan-perubahan strategi yang dilakukan kedua pelatih ini empat gol pun tercipta dalam 15 menit terakhir.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
*Grafik: Squawka (squawka.com)

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads