Persipura Jayapura berhasil mengamankan peluangnya untuk lolos ke babak semi-final Liga Super Indonesia pada Selasa kemarin (21/10). Menjamu pemuncak Grup K, Arema Cronus, tim berjuluk Mutiara Hitam ini berhasil menang tipis dengan skor 2-1.
Pertandingan sendiri sempat berjalan alot saat skor 1-1 terus bertahan menjelang wasit Najamuddin Aspiran menuipkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Namun pada babak tambahan waktu babak kedua, legiun asing Persipura asal Argentina, Robertino Pugliara, berhasil melesakkan gol indah dan memastikan kemenangan Persipura.
Kedua tim bermain menyerang pada laga ini. Sepanjang pertandingan keduanya tak menurunkan instensitas serangan. Hanya saja strategi Persipura yang mematikan pergerakan skema penyerangan Singo Edan pada babak kedua dan memainkan empat penyerang menjelang pertandingan berakhir menjadi faktor penentu hasil laga ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan Susunan Pemain Kedua Tim
Tak ingin mengulangi hasil serupa dengan pertemuan pertama, kalah 3-0 di stadion Kanjuruhan, Malang, Persipura yang ditangani caretaker Mettu Dwaramury mengubah skema permainannya. Dimulai dari susunan pemain hingga formasi yang digunakan, tak sama seperti pada pertemuan pertama.
Jika sebelumnya menggunakan formasi 4-3-3, kali ini Persipura bermain dengan formasi 4-3-1-2. Absennya Titus Bonai membuat Persipura hanya menduetkan Ian Kabes dan Boaz Salossa di lini depan. Sementara Robertino menjadi gelandang serang di belakang Boaz-Kabes.
Untuk menyempurnakan formasi ini pun Persipura rela tak menurunkan bek asing mereka, Bio Paulin. Ya, Lim Jun Sik-lah yang dipilih Mettu Duaramuri untuk melengkapi kuota tiga pemain asing yang diturunkan Persipura. Lim Jun Sik ditempatkan sebagai tiga gelandang tengah menemani Nelson Alom dan Immanuel Wanggai. Posisi bek yang ditinggalkan Bio sendiri diisi oleh Dominggus Fakdawer.
Sementara itu, kubu tim tamu pun melakukan perubahan strategi dari laga sebelumnya. Tak menggunakan 4-3-3, coach Suharno lebih memilih untuk menggunakan formasi 3-5-2. Ia pun memilih untuk membangku cadangkan Samsul Arif pencetak gol terbanyak Arema musim ini demi bisa menduetkan Gonzales-Beto.
3-4-3 Arema Rapuh di Belakang
Meski bermain di kandang lawan, Arema tak menerapkan permainanan defensif. Bahkan Arema langsung melakukan pressing agresif ketika para pemain Persipura menguasai bola di area pertahanan miliknya sendiri. Duet penyerang Arema Beto Goncalves dan Christian Gonzales terlihat selalu mengejar dan berusaha merebut bola yang dikuasai pemain bertahan Persipura.
Dengan mendapatkan pressing seperti ini, Persipura pun sering kesulitan mendistribusikan bola karena selalu mendapatkan tekanan. Alhasil pada awal-awal babak pertama Arema terlihat lebih mendominasi pertandingan.
Arema sendiri sebenarnya menyerang hanya menggunakan tiga pemain, Beto, Gonzales dan Gustavo Lopez. Pada pola 3-4-3, Lopez dimainkan sebagai penyerang kiri. Meskipun begitu, Lopez pun mendapatkan keluasaan bergerak untuk mencari dan menerima bola untuk mengalirkan serangan Arema.

Arema seringkali menyerang hanya dengan Lopez-Beto-Gonzales
Meski hanya dengan tiga pemain, lini pertahanan Persipura tetap kewalahan menghadapi ketiganya, apalagi jika mendapati serangan balik. Ketiga pemain ini berkali-kali mampu menembus pertahanan Persipura. Beto-Gonzales-Lopez yang ketika bertahan berada di area tengah lapangan, dengan cair melakukan umpan-umpan pendek cepat untuk merepotkan pertahanan Persipura.
Dengan posisi Gustavo Lopez sang pengatur serangan Arema yang berada di sisi sebelah kiri, otomatis pendistribusian bola sering dialirkan lewat sisi kiri. Setelah bola di kaki Lopez, umpan-umpan matangnya pun diarahkan langsung ke jantung pertahanan lawan.
Strategi ini terbukti berhasil dengan gol yang diciptakan Gonzales pada menit ke-27. Berawal dari serangan balik, Lopez yang menerima bola di sisi kiri memberikan umpan tarik pada Beto yang berada di area kotak penalti Persipura. Lalu Beto hanya memantulkan bola ke arah Gonzales yang muncul dari lini kedua. Gonzales pun langsung menyambutnya dengan tendangan first time yang menghujam kanan gawang kiper Persipura, Yoo-Jae Hoon.
Namun, kombinasi ciamik ketiganya ini tak diimbangi dengan pertahanan Arema yang selalu memiliki celah di kedua sayapnya. Beny Wahyudi dan Ahmad Al Farizi yang bermain sebagai wingback sering dengan mudah dilewati oleh lini penyerangan Persipura.
Karena menerapkan pressing, keduanya memang sering terpancing naik untuk menjegal duo fullback Persipura, Ruben Sanadi dan Yustinus Pae, yang aktif membantu lini penyerangan. Dan para pemain Persipura yang menguasai bola memanfaatkan situasi ini dengan memberikan umpan-umpan terobosan pada kedua flank.
Beny Wahyudi menjadi titik lemah pertahanan Arema pada laga ini. Bola yang mengarah ke sisi kanan pertahanan Arema selalu berhasil lolos dari penjagaan Beny. Tercatat dalam tempo 40 menit, empat kali serangan berbahaya Persipura bermula dari area milik Beny.


Beny yang selalu terpancing naik
Gol penyama kedudukan yang diciptakan Persipura pun terlahir dari sisi ini. Beny terlambat turun setelah mengejar Ruben Sanadi. Mendapatkan bola di dekat kanan gawang, Boaz kemudian memberikan umpan menyilang yang diselesaikan dengan baik oleh Ian Louis Kabes dari sisi lainnya.

Proses sebelum terjadinya gol Kabes
Dari 3-4-3 ke 4-3-1-2
Coach Suharno tak mau berlama-lama melihat timnya terus-terusan digempur lewat area milik Beny Wahyudi. Dua menit setelah gol penyama kedudukan Persipura tercipta, Beny langsung digantikan oleh Juan Revi.
Masuknya Revi, Arema mengubah formasinya. Jika sebelumnya menggunakan formasi 3-5-2, kini Arema menggunakan formasi 4-3-1-2. Revi diperankan menjadi holding midfielderΒ di tengah untuk mem-back-up lini tengah Arema yang dihuni Hendro Siswanto dan I Gede Sukadana. Sementara untuk pos yang ditinggalkan Beny, Suharno memilih Thierry Gathuessi bermain sebagai fullback kanan.
Bahkan untuk lebih mengamankan sisi sayap pertahanan pun Juan Revi diinstruksikan untuk menjadi pemain yang juga mengcover sisi sayap pertahanan. Sayap pertahanan memang menjadi incaran lini penyerangan Persipura sebagai upaya untuk menembus pertahanan Arema. Terlebih sisi kiri, di mana pergerakan Ruben Sanadi sering membahayakan pertahanan Arema.


Juan Revi yang selalu bergerak ke sayap pertahanan
Juan Revi yang secara konsisten tak meninggalkan area depan kotak penalti memang menjadi pemain pertama yang mengahalau serangan Persipura. Ia memperlambat serangan Persipura sambil menunggu rekannya yang lain membentuk tembok pertahanan di area kotak penalti. Strategi ini cukup berhasil karena Persipura hanya sesekali mendapat peluang terbuka.
Pelanggaran untuk Mengacaukan Skema Penyerangan Arema
Persipura hanya kebobolan satu gol pada laga ini. Setelah Gonzales menciptakan gol, Persipura memiliki taktik jitu untuk mematikan serangan Arema Cronus, yaitu dengan pelanggaran.
Ya, pada pertandingan ini Persipura melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan Arema. Apalagi jika trio Beto-Gonzales-Lopez yang menguasai bola, para pemain Persipura tak ragu untuk melakukan pelanggaran meski jauh dari kotak penalti.
Strategi ini terbukti efektif mematikan serangan Arema. Lini penyerangan Arema cukup frustasi mendapat perlakuan seperti ini. Walau pun tak sedap dipandang mata, cara ini cukup membuat Yoo Jae-Hoon tak terlalu sibuk, khususnya pada babak kedua.
Persipura tampaknya beruntung wasit Najamuddin Aspiran sangat irit mengeluarkan hukuman kartu atau justru Persipura memaksimalkan benar ketidaktegasan Najamuddin untuk menerapkan taktik ini. Padahal dalam beberapa kesempatan, Persipura harusnya mendapatkan kartu kuning. Sedangkan kenyataannya, hanya Lim Jun Sik pemain dari kubu Persipura yang mendapat kartu kuning pada laga ini.
Tiga Penyerang, Kemudian Empat Penyerang
Mettu Dwaramury terus berpikir keras agar anak asuhnya bisa menambah gol dan meraih tiga poin. Perubahan pertama yang ia lakukan adalah memasukkan Ferdinando Pahabol untuk menggantikan Nelson Alom.
Masuknya Pahabol membuat Persipura mengubah formasinya dari 4-3-1-2 menjadi 4-3-3. Pahabol menambah lini penyerangan yang sebelumnya hanya dihuni Boaz-Kabes. Sementara Robertino tetap ditempatkan sebagai gelandan serang, dan dua gelandang lainnya, Immanuel Wanggai dan Lim Jun Sik, bermain sebagai gelandang bertahan.
Pahabol cukup memberikan angin segar bagi Persipura. Kecepatan dan kemampuan dribbling-nya yang cukup istimewa membuat Juan Revi harus bekerja keras lebih ekstra. Namun dengan Arema yang mulai merendahkan garis pertahanan rendahnya, lini pertahanan masih belum bisa ditaklukkan Persipura.
Lantas Persipura memasukkan penyerang lainnya, Rickie Kayame, menggantikan Immanuel Wanggai. Ya, di lapangan kini Persipura memiliki empat penyerang. Formasi 4-2-4 pun diterapkan. Bahkan dengan rajin naiknya Ruben Sanadi membantu penyerangan, pertahanan Arema pun semakin didominasi para pemain Persipura.
Persipura pun terus menggempur pertahanan Arema. Hanya saja sempat terjadi insiden perkelahian antara Ruben Sanadi dan Dendy Santoso. Perkelahian ini pun sempat memicu keributan lain di pinggir lapangan, di mana Kurnia Meiga mendapat cekikan dan pukulan.
Insiden tersebut tampaknya sedikit banyak membuat para pemain Arema hilang konsentrasi. Karena saat pertandingan memasuki babak tambahan waktu, Robertino Pugliara dibiarkan bebas untuk menempatkan bola ke pojok kanan gawang.

Proses gol Robertino, lima pemain Arema tak mampu menghadangnya
Kesimpulan
Terlepas dari insiden yang terjadi 10 menit jelang pertandingan berakhir, Persipura memang bermain lebih baik pada laga ini. Tak seperti pertemuan pertama, serangan Persipura lebih terorganisir dan berkali-kali membahayakan gawang Arema.
Hal itu pun merupakan kegagalan Arema kala menggunakan formasi 3-5-2. Di mana formasi ini memiliki celah yang selalu dimanfaatkan lini penyerangan Persipura.
Hasil ini tentunya membuat perburuan tiket ke semi-final dari grup K menjadi lebih ketat. Tambahan tiga poin membuat Persipura menjaga peluangnya untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Dua pertandingan sisa akan sangat menentukan langkah dari Persipura, Arema dan Semen Padang yang pada hari kemarin pun meraih kemenangan.
====
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
(roz/a2s)











































