Mengunci Semen Padang dengan Penjagaan Satu Lawan Satu

8 Besar ISL: Persipura 1-0 Semen Padang

Mengunci Semen Padang dengan Penjagaan Satu Lawan Satu

- Sepakbola
Minggu, 26 Okt 2014 11:32 WIB
Mengunci Semen Padang dengan Penjagaan Satu Lawan Satu
Jakarta -

Persaingan babak 8 Besar ISL Grup K semakin sengit. Persipura berhasil menjungkalkan tamunya, Semen Padang, yang sebelumnya berada di puncak klasemen dengan skor tipis 1-0.

Persipura memang cukup bersusah payah untuk meraih tiga poin pada laga ini. Pertahanan Semen Padang yang selalu menggunakan delapan pemainnya dan menggunakan garis pertahanan rendah membuat tim berjuluk Mutiara Hitam ini kesulitan mendapatkan peluang terbuka.

Variasi Defensif Semen Padang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski harus mengakui keunggulan Persipura, Semen Padang tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kesebelasan terbaik Liga Super Indonesia (LSI) pada laga ini. Sepanjang pertandingan, skuat asuhan Jafri Sastra ini menampilkan pertahanan yang solid dan penyerangan yang cukup terorganisir.

Pertahanan Semen Padang memang bisa dibilang salah satu yang terbaik di ISL musim ini. Pressing wilayah yang mereka praktikkan selalu berhasil membuat lawannya kesulitan memasuki area kotak penalti.

Semen Padang secara konsisten menggunakan delapan hingga sembilan pemain untuk membentuk tembok pertahanan. Empat gelandang tengah berdiri sejajar di depan backfour yang memainkan garis pertahanan rendah telah menjadi pakem Semen Padang dalam menyusun skema bertahannya.

Namun pada laga ini pertahanan Semen Padang sempat dikacaukan oleh lini penyerangan Persipura yang bermain begitu cair. Persipura memanfaatkan lebar lapangan untuk mengecoh lini tengah Semen Padang yang terfokus menjaga area pemain Persipura yang menguasai bola.

Tak ayal Robertino sering mendapatkan ruang bebas pada laga ini. Persipura pun beberapa kali mengancam gawang Semen Padang yang dijaga oleh Fakhurrazi. Untungnya kiper pengganti Jandia Eka Putra tersebut masih cukup sigap mengawal gawangnya.

Robertino yang tak terkawal

Namun kekacauan lini pertahanan Semen Padang ini hanya terjadi pada 20 menit pertama. Jafri Sastra menyadari bahwa amatlah berbahaya jika Robertino, sang pengatur serangan Persipura, terlalu dibiarkan begitu bebas. Perubahan skema bertahan pun dilakukannya.

Pada 25 menit terakhir babak pertama, Persipura mulai irit peluang matang. Robertino menjadi terisolasi. Lini tengah yang menjadi incaran awal Persipura dalam melakukan berhasil dibenahi oleh Eka Ramdani dkk.

Semen Padang mulai menumpukkan pemain di depan kotak penalti sambil memainkan man-to-man marking untuk menghalau setiap serangan Persipura. Sementara itu, David Pagbe secara khusus mengawal Boaz, pemain yang dinilai paling berbahaya.

Man to man marking Semen Padang

Meskipun melakukan penjagaan satu pemain satu lawan, para pemain Semen Padang tak melakukan tekanan agresif. Mereka hanya membayangi pemain Persipura, sambil menunggu momen tepat untuk melakukan clearance atau pun intersep.

Eka Ramdani dan Jajang Paliama sangat berperan besar pada skema pertahanan ini. Keduanya menjadi jangkar di lini tengah dan hanya bergerak tepat di depan area kotak penalti. Vizcarra atau Rudi menjadi pemain yang bertugas untuk menjaga pemain lawan yang menguasai bola di sisi sayap.

Ketika Persipura hendak mengganti arah serangan dari kiri ke kanan atau pun sebaliknya lewat umpan pendek, Eka dan Jajang akan dengan cepat melakukan intersep. Beberapa kali dalam laga ini Eka dan Jajang berhasil melakukannya dengan baik.

Strategi ini membuat banyak pemain Semen Padang yang mengumpul di depan kotak penalti. Akibatnya, Robertino yang sebelumnya mendapat keluasaan di depan kotak penalti pun kesulitan mendapatkan ruang bebas. Robertino terusir dari depan kotak penalti hingga harus bermain melebar (Lihat grafik di atas).

Penjagaan Satu Pemain Satu Lawan

Dengan hampir seluruh pemainnya melakukan skema bertahan, Semen Padang otomatis hanya menyisakan Osas Saha di lini depan. Usaha Semen Padang untuk mencetak gol adalah dengan skema umpan pendek cepat.

Nur Iskandar, tandem Osas Saha di lini depan, memiliki fungsi ganda pada skema yang diterapkan Jafri Sastya. Selain untuk merapatkan jarak antar pemain di lini tengah, ia pun menjadi penyambung dalam skema umpan cepat yang dipraktekkan.

Ini memudahkan Vizcarra atau pun Rudi dalam memainkan umpan pendek. Lewat ketiganya, Semen Padang mencoba untuk menembus pertahanan Persipura.

Namun lini pertahanan Persipura bermain sama baiknya. Serangan yang dilancarkan Semen Padang seringkali mampu dipatahkan. Terbukti sepanjang laga Semen Padang tak mampu menceploskan satu gol pun.

Persipura yang dikomandoi caretaker Mettu Duaramuri dan Chris Yarangga menerapkan penjagaan satu lawan satu pada pemain Semen Padang. Dengan Jun Sik yang selalu melindungi backfour, Persipura pun tak pernah kalah jumlah pemain. Karena itulah Persipura cukup berhasil membentuk pertahanan yang kokoh.


Pola bertahan Persipura

Tekanan agresif pun akan diberikan jika Persipura kekurangan jumlah pemain dalam bertahan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, pelanggaran pun akhirnya menjadi solusi Persipura untuk menghentikan lajur serangan Semen Padang yang bertumpu pada Esteban Vizcarra. Serangan Semen Padang pun menjadi tersendat.

Menyerang Lewat Kanan

Persipura sempat dibuat kebingungan ketika Robertino terisolasi dan Boaz pun terus mendapat pengawalan ketat dari legiun asing Semen Padang, Pagbe. Persipura pun berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa mencuri gol pada pertandingan ini. Akhirnya Ian Louis Kabes dipilih sebagai pemain yang ditugaskan untuk mengobrak abrik pertahanan Semen Padang.

Ya, pada laga ini area di mana Kabes berada dipilih menjadi area dimulanya serangan Persipura. Kabes yang sering bermain melebar ke sisi kanan pun mendapat bantuan dari Yustinus Pae yang rajin melakukan overlap.

Pilihan ini bukan semata karena Robertino dan Boaz dimatikan, strategi ini dipilih karena lini pertahanan sebelah kiri Semen Padang memang lebih rapuh dari sisi sebelah kanan. Sementara absennya Ruben Sanadi membuat sisi sebelah kanan Persipura lebih kuat dalam melakukan serangan ketimbang sisi kiri.

Novan Sasongko yang ditempatkan sebagai bek kiri Semen Padang sangat kewalahan menghadapi kecepatan para pemain Persipura, khususnya Pae dan Kabes. Belum lagi tugasnya yang ganda karena harus melakukan membantu serangan membuat staminanya benar-benar diuji pada laga ini.

Bantuan sebenarnya datang dari Vizcarra yang turut mundur membantu pertahanan. Namun karena Persipura begitu mengandalkan fisik, Vizcarra terlihat tak berdaya pada laga ini. Berkali-kali mendapat benturan membuat pemain asal Cile tersebut semakin menurun kekuatannya pada babak kedua.

Saat gol Persipura terjadi, Kabes yang melebar ke sisi kanan langsung berhadapan dengan Novan Sasongko. Padahal seharusnya, dalam skema bertahan Semen Padang, pemain sayap ofensiflah yang menjadi pemain pertama dalam meredam serangan lawan, dalam kasus ini, Vizcarra-lah yang seharusnya menghambat Kabes.

Proses terjadinya gol Persipura yang diciptakan Boaz

Skema pertahanan Semen Padang sebenarnya tak terlalu buruk dalam kejadian ini. Karena nyatanya terdapat tiga pemain yang berada di dekat Kabes yang menguasai bola. Di area kotak penalti pun Boaz diapit oleh dua pemain bertahan Semen Padang.

Namun kesalahan mengantisipasi datangnya bola dilakukan kiper Semen Padang, Fakhurrazi. Fakhurrazi malah menepis bola yang dikirimkan Kabes ke mulut gawang lewat umpan datar. Padahal sebenarnya bola tersebut dilepaskan tak terlalu keras. Bola berbelok arah, ketika Saepulloh dan Ohorella terfokus pada bola, Boaz dengan sigap menyambar bola muntah tersebut.

Perubahan Strategi Semen Padang yang Tak Efektif

Gol Persipura pun sebenarnya terjadi akibat dari keberanian coach Jafri Sastya yang ingin coba menekan Persipura dengan memainkan Hendra Bayauw yang masuk pada babak kedua. Pada grafik di atas, selain Vizcarra, kita tak melihat adanya Hendra Bayauw.

Ya, masuknya Hendra Bayauw yang menggantikan Jajang Paliama tentunya mengindikasikan bahwa Jafra Sastra menginginkan timnya bisa lebih berbahaya dalam segi ofensif. Bayauw diharapkan bisa mengobrak abrik sisi kiri pertahanan Persipura yang bermain tanpa Ruben Sanadi.

Pergantian lain pun dilakukan Semen Padang dengan memasukkan pencetak gol kemenangan pada laga melawan Persela, yaitu Airlangga Sutjipto. Namun Airlangga yang menggantikan Nur Iskandar tak begitu memberikan kontribusi. Pergerakannya yang lebih lambat dibanding Nur Iskandar membuat lini pertahanan Persipura lebih gampang merebut bola yang dikuasainya.

Kesimpulan

Meski kalah, permainan yang ditujukan Semen Padang masih layak untuk diacungi jempol. Kebobolan satu gol yang sebenarnya berkat dari kesalahan kiper Fakhurrazi pun menjadi bukti bahwa lini pertahanan Semen Padang memang cukup sulit untuk ditaklukkan.
Β 
Dengan kekalahan ini, nasib Semen Padang untuk melangkah ke babak semi-final akan ditentukan pada laga berikutnya. Saat ini, Eka Ramdani cs berada di peringkat dua, hanya unggul selisih gol dari Persipura yang juga memiliki poin sama.

Maka dari itu, bermain di stadion Haji Agus Salim, mereka wajib meraih poin penuh kala menjamu Arema Cronus yang saat ini berada puncak klasemen setelah menggasak Persela 4-0. Jika mereka imbang apalagi kalah, mereka terancam gagal ke semi-final. Apalagi lawan Persipura di pertandingan terakhir adalah Persela Lamongan, tim yang tak sekali pun belum meraih kemenangan di babak 8 Besar ini.



(rin/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads