Di tengah grafik peforma yang terus menurun, Liverpool harus kedatangan tamu kuat dari London, Chelsea. Sang tamu, tentu tak bisa dianggap remeh oleh si Merah. Sejauh ini, The Blues belum pernah merasakan kekalahan dalam berbagai kompetisi resmi yang mereka ikuti. Sangat bertolak belakang dengan catatan anak asuh Brendan Rodgers.
Kendati berstatus sebagi runner-up, musim ini Liverpool tak seberingas musim lalu. Kekalahan menjadi sebuah hal lumrah. Bertengger di papan tengah, sepertinya tak membuat Steven Gerrard dan kolega menjadi gelisah.
Kelumrahan inilah yang kemudian meresahkan, baik bagi pendukung maupun jajaran direksi klub. Pasalnya, jika, kekalahan sudah dianggap sebagai hal yang biasa, bisa-bisa, di akhir musim, The Reds terlempar dari posisi empat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rodgers sepertinya tahu, bahwa lawannya kali ini adalah tim yang lebih sering memilih fokus bertahan dan sesekali menyerang lewat serangan balik cepat dengan mengandalkan kedua sisi sayapnya. Oleh karena itu, ia mengisyaratkan akan melakukan sedikit perubahan.
Steven Gerrard yang biasanya berperan sebagai holding midfielder, tampaknya, akan didorong sedikit ke depan. Berdiri di belakang striker tunggal, Mario Balotelli dan berperan sebagai classic number 10.
Pilihan ini bukannya tanpa alasan. Pasalnya, jika memaksakan StevieG, yang notabene sudah menua dan sedikit lamban sebagai holding midfielder, maka pemain-pemain Chelsea yang terkenal punya kecepatan itu akan dengan mudah merangsak ke sepertiga akhir lawangan dan mengerjai duet centre back The Anfield Gank yang kemungkinan akan diisi oleh duet Martin Skrtel dan Dejan Lovren.
Di tengah, StevieG, mungkin, akan ditemani oleh Adam Lallana dan juga Raheem Sterling. Seperti biasa, kecepatan kedua winger Liverpool ini, tampaknya, akan tetap menjadi andalan mantan asisten Jose Mourinho ini.
Selain diandalkan untuk masuk ke blok penyerangan lawan, kecepatan Sterling dan Lallana ini juga diandalkan untuk mencegah duo fullback The Blues yang agresif dan sering naik membantu penyerangan.
Β
Sedangkan Lucas Leiva dan Jordan Henderson, tampaknya, akan diduetkan menjadi poros ganda yang bertugas melindungi empat bek Liverpool. Saat kehilangan bola, keduanya harus bisa mengambil alih penguasaan bola, sedini mungkin
Melakukan pelanggaran untuk menunda serangan lawan dan menunggu teman-temannya menyelesaikan transisi dari bertahan ke menyerang, tampaknya, sampai batas tertentu, masih dihalalkan. Asal gawang mereka aman dari gempuran London Biru.
Selain itu, Lucas dan Henderson juga diinstruksikan untuk bisa mengatur tempo permainan. Apakah langsung mengalirkan bola ke depan, ke kaki Gerrard, atau sedikit menunda serangan, dengan mengalirkan bola ke samping.

Grafis perkiraan susunan pemain kedua pemain. Sumber: whoscored.com
Di sisi lain, Jose Mourinho juga sepertinya sudah paham betul akan gaya permainan lawannya kali ini. Terlebih, ia juga sudah kenal betul siapa Rodgers.
Meski sedikit diunggulkan, Chelsea tampaknya tidak akan mengubah gaya permainan mereka. Tetap fokus bertahan dan tetap mengandalkan serangan balik dan tetap bermain simple.
Ya, pelatih berpaspor Portugal itu, tampaknya akan mengulangi kesuksesannya musim lalu, berhasil mencuri tiga angka di Anfield.
Jose sepertinya akan mengisntruksikan anak didiknya untuk membiarkan Liverpool untuk berlama-lama memegang bola.
Chelsea baru akan melakukan pressing ketat saat bola sudah sampai ke daerah permainan mereka. Dan untuk melancarkan pilihan taktiknya itu, Mou tampaknya akan menurunkan Cesc Fabregas dan Nemanja matic secara bersamaan. Tujuannya tentu untuk meredam agresivitas lini tengah The Reds dan mengisolasi Balotelli.
Di depan dua poros ganda itu, mungkin, akan berdiri trio Eden hazard-Oscar-Willian. Selain mendukung Diego Costa yang bediri di depan sendirian, trio ini juga bertugas untuk memancing dua poros ganda Liverpool agar keluar dari posnya. Pasalnya, jika dua poros ganda si Merah ini sudah terpancing, maka anak-anak London akan lebih mudah merangsak ke sepertiga akhir lapangan lawan.
Prediksi

Grafis hasil lima pertandingan terakhir Liverpool

Grafis hasil lima pertandingan terakhir Chelsea
Tentu, jika melihat hasil di lima pertandingan terakhir, Chelsea, memang lebih diunggulkan. Namun jangan lupakan juga misi 'Si Merah'. Mereka hendak mengamankan tiga angka dan menjaga keangkeran Anfield.
Oleh karenanya, posisi Chelsea dan Liverpool di tabel klasemen terpaut enam strip, namun, tampaknya, London Biru tak akan bisa dengan mudah. Terlebih, selain mendapat dukungan dari publik Liverpool, The Kop juga akan mendapat dukungan BIGREDS, sebagai Indonesiaβs Official Liverpool Suporters Club, yang sedang berkumpul bersama dan akan menyaksikan pertandingan ini di Semarang, Jawa Tengah.
Ya, komunitas suporter resmi Liverpool di Indonesia ini akan mengadakan acara nonton bareng dengan tajuk Guyub Pantura Joglo Semar. Dimana nonbar yang disponsori oleh detikSport ini, rencana akan dihadiri oleh banyak suporter yang Liverpool yang berasal dari Cirebon, Tegal, Semarang, Jogja dan Solo. Jadi, malam ini, tak ada kata kalah di kandang sendiri, StevieG!

==========
* Oleh tim penulis Big Reds Indonesia. Akun twitter: @BIGREDS_IOLSC
(cas/cas)











































