Kesabaran Pertahanan Stoke City Gagal Membendung Manchester United

Liga Inggris: Man Utd 2-1 Stoke

Kesabaran Pertahanan Stoke City Gagal Membendung Manchester United

- Sepakbola
Rabu, 03 Des 2014 20:58 WIB
Kesabaran Pertahanan Stoke City Gagal Membendung Manchester United
AFP/Paul Ellis
Jakarta -

Manchester United mendapatkan kemenangan keempat mereka secara berturut-turut di Liga Primer Inggris. Kemenangan 2-1 atas Stoke City di kandang mereka sendiri ini sekaligus membuat 'Setan Merah' bertengger di posisi keempat klasemen sementara.

Marouane Fellaini berhasil mencetak gol resmi pertamanya di Old Trafford melalui sundulan kepala, tetapi Steven N'Zonzi sempat membuat Stoke mengimbangi United kembali saat jeda turun minum.

Juan Manuel Mata menjadi pemain yang menyelamatkan United dengan tendangan bebasnya, yang sebenarnya berniat untuk mengumpan tetapi tidak ada yang menyambut bola dan bola masuk menghujam gawang Asmir Begovic.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pahlawan United semalam tidak lain adalah David De Gea dan Ashley Young yang keduanya berhasil membuat penyelamatan gemilang di garis gawang pada masa injury time.

United memang harus menang dengan bersusah payah, tetapi Louis van Gaal pastinya sangat bangga karena United seperti mulai mendapatkan momentum mereka di Liga Inggris.

Badai Cedera dan Reuni Mantan Binaan United


Susunan pemain Manchester United dan Stoke City (sumber: WhoScored)

Bermain di kandang sendiri dengan banyaknya badai cedera membuat Setan Merah hanya menurunkan dua bek murni pada pertandingan ini, yaitu Chris Smalling dan Marcos Rojo. Sementara pos bek sayap tetap diisi oleh pemain mereka yang biasa bermain di gelandang sayap, yaitu Antonio Valencia dan Ashley Young.

Kapten Wayne Rooney juga tidak terlihat di daftar pemain inti dan cadangan. Van Gaal menurunkan James Wilson di depan bersama Robin van Persie, sementara Radamel Falcao duduk di bangku cadangan.

Badai cedera ini memang merepotkan United. Banyak yang meragukan terutama Young sebagai bek kiri. Padahal di bangku cadangan ada nama Tyler Blackett yang bisa saja menjadi bek kiri. Tetapi semalam Young bermain dengan sangat baik.

Di kubu tim tamu, Mark Hughes yang merupakan mantan pemain United kembali ke Old Trafford juga dengan membawa mantan pemain-pemain binaan United. Beberapa di antara mereka adalah kapten Ryan Shawcross dan Marc Wilson sebagai bek tengah, Phil Bardsley, dan penyerang Mame Biram Diouf.

Tidak seperti United, Stoke City memang bisa menurunkan skuat terbaik mereka, ditambah Bojan Krkic yang juga menjadi starter.

United yang Tidak Kreatif

Banyak yang memprotes Van Gaal bahwa United jarang mendominasi dari awal sampai akhir pertandingan musim ini, bahkan saat melawan tim-tim yang lebih lemah. Mereka seringkali lengah di akhir.

Pada malam tadi United akhirnya bisa mendominasi penguasaan bola dengan angka statistik mencapai 64 persen. Meskipun mereka masih dinilai tidak memiliki kreativitas terutama karena absennya Angel Di Maria dan Rooney.

United memang memainkan dua striker, tetapi dua gol United tidak berasal dari permainan kedua striker mereka. Van Persie dan Wilson tidak terlalu banyak mengancam pertahanan Stoke. Peluang pertama United bahkan berawal dari blunder Begovic.


Perbandingan umpan silang Stoke City dan Manchester United (sumber: Squawka)

Dua gol yang United cetak sama-sama berawal dari umpan silang. Pada pertandingan ini United memang melepaskan 24 buah umpan silang, namun hanya 7 buah saja yang tepat sasaran.


Tembakan Manchester United sepanjang pertandingan (sumber: Squawka)

Masalah United masih tetap sama, yaitu mereka tidak cukup klinis di depan gawang lawan, padahal mereka berhasil melepaskan 10 buah tendangan ke gawang.

Stoke City yang Sabar Bertahan

Cara bermain Stoke terlihat jelas semalam. Jarang sekali terlihat pemain mereka berada di wilayah setengah lapangan lawan ketika United memegang penguasaan bola.


Grafik posisi pemain Stoke City (sumber: FFT Stats Zone)

Hughes malah menginstruksikan pemain-pemainnya untuk berkumpul di setengah lapangan mereka sendiri untuk membuat buntu penyerangan United. Lalu dengan sekejap berharap serangan balik ketika mereka berhasil mendapatkan bola.

Cara bermain seperti ini terlihat sukses dengan membatasi tembakan United di babak pertama, yaitu 3 buah tembakan saja.

Namun, ini juga yang membuat Stoke jarang mendapatkan peluang sampai di akhir kedua babak. Baik gol dari N'Zonzi dan kedua peluang emas Diouf, mereka cetak di akhir babak pertama dan babak ke dua.

Stoke memang bermain sabar, dan kalau saja Diouf bisa lebih tenang, mungkin Hughes bisa tersenyum lebar sekarang ini.

Dua Gol Akibat Kesalahan Pertahanan

Yang menjadi sorotan pada pertandingan semalam juga adalah cara United dan Stoke bertahan. United menghujani pertahanan Stoke dengan umpan-umpan silangnya, tidak heran ini membuat bek-bek Stoke senantiasa harus selalu sigap.

Namun, yang terjadi pada gol pertama Fellaini justru sebaliknya. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, tidak ada yang menjaga pergerakan Fellaini. Bahkan ketika umpan berhasil sampai ke depan gawang pun Marc Wilson tidak ikut melompat untuk berduel udara dengan gelandang jangkung asal Belgia tersebut.


Proses gol Fellaini

United juga melakukan hal serupa di akhir babak pertama. Pada gambar di bawah ini, tiga pemain terlalu terfokus pada Bojan, sementara N'Zonzi tidak ada yang menjaga.

Sebenarnya Michael Carrick bisa saja menutup ruang N'Zonzi, tapi ia tidak melakukannya. Bisa kita lihat area keleluasaan N'Zonzi (yang digambarkan dengan lingkaran berwarna kuning) sebelum ia menerima operan dan bahkan saat ia menerima operan. Luasnya justru semakin membesar.


Proses gol N'Zonzi

N'Zonzi begitu leluasa sehingga ia sampai punya waktu beberapa saat sebelum ia menembak. Saat sebelum ia menembak, bahkan Carrick sudah berada jauh di belakang. Satu-satunya pemain United yang menyadari bahaya ini dan mencoba menutupnya justru Herrera.

Kinerja Wasit

Wasit Jonathan Moss yang memimpin pertandingan sebenarnya sudah melakukan tugasnya dengan cukup baik. Tetapi ada dua kejadian yang menjadi sorotan.

Pertama, ketika Geoff Cameron menjatuhkan James Wilson di dalam kotak penalti, United bisa saja mendapatkan tendangan dari titik dua belas pas.
Sementara yang kedua terjadi pada gol kemenangan United. Pada saat Mata menendang bola, Rojo berada pada posisi offside, entah ia menyentuh bola ataupun tidak, karena ia terlibat langsung pada permainan.


Gol Juan Mata dan clearance garis gawang dari Ashley Young

Di samping kedua kejadian di atas, keputusannya tidak ada yang perlu diperdebatkan, termasuk clearance Young di akhir laga yang sudah terbukti "no goal" dengan teknologi garis gawang.

Kesimpulan

Pertandingan ini memang secara statistik dimenangi oleh United. Tetapi banyak yang meragukan kemenangan United terutama karena mereka kembali harus bersusah payah mengandalkan kecemerlangan De Gea, ditambah juga Young yang membuat clearance yang krusial di atas garis gawang pada injury time.

Bayangkan, tanpa De Gea dan Young, mungkin United harus menelan kekalahan, dan hal seperti ini tidak terjadi sekali saja, tetapi berkali-kali pada matchday-matchday sebelumnya.

Van Gaal dan fans United mungkin bisa mengeluarkan berbagai alibi bahwa tim mereka sedang mengalami badai cedera. Sejauh ini memang United berhasil lolos dari bencana, dan jika ini terjadi berkali-kali, kita tidak bisa menyebutnya sebagai kebetulan lagi.

Semalam United menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang lebih baik, bahkan tanpa Di Maria dan Rooney. Mereka memang dianggap beruntung tidak kebobolan di menit-menit akhir, tetapi mereka berhak mendapatkan tiga poin ini.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads