Pertahanan Kokoh Southampton Membuat Manchester United Frustrasi

Liga Inggris: Man Utd 0-1 Southampton

Pertahanan Kokoh Southampton Membuat Manchester United Frustrasi

- Sepakbola
Senin, 12 Jan 2015 16:06 WIB
Pertahanan Kokoh Southampton Membuat Manchester United Frustrasi
Getty Images/Clive Mason
Jakarta -

Setelah menjalani 21 pertandingan, Manchester United hanya mampu meraih 37 poin. Anda merasa deja vu? Coba ingat-ingat kembali atau mari cek ke mesin pencari Google Anda.

Kekalahan 0-1 yang diderita United dari Southampton di Old Trafford, Minggu (11/1/2015) malam WIB, membuat pasukan Louis van Gaal memperoleh 37 poin untuk sementara ini di Liga Primer Inggris. Angka ini adalah angka yang sama yang David Moyes raih musim lalu pada jumlah pertandingan yang sama.

Namun, jangan bersedih dulu, karena musim lalu Moyes membawa United ke peringkat 7 dengan 37 poin. Sementara Van Gaal bisa berada di peringkat 4 dengan jumlah poin yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi hal besar dari pertandingan semalam bukanlah fakta ringan di atas, melainkan beberapa poin berikut ini:

-Sebelumnya Manchester United belum pernah kalah di kandang sejak mereka kalah dari Swansea City di pembukaan Liga Primer (sejumlah 11 pertandingan dengan rekor 7 kali menang dan 1 kali imbang),
-Sebelum pertandingan semalam juga Southampton belum pernah menang sekalipun di Old Trafford sejak Januari 1988, dan yang paling parah adalah...
-Setan Merah tidak berhasil mencetak satu pun tendangan ke gawang yang tepat sasaran pada pertandingan ini.



Grafik tendangan ke gawang Southampton (kiri) dan Manchester United (kanan) - sumber: Squawka

Poin terakhir di atas diperparah dengan fakta bahwa terakhir kali United gagal mencetak satu pun tembakan mengarah ke gawang (shot on target) pada April 2012 saat mereka menghadapi Manchester City. Sedangkan terakhir kali United gagal mencetak satu pun tembakan mengarah ke gawang di kandang sendiri di Liga Inggris adalah pada Mei 2009 ketika mereka menghadapi Arsenal.

Dengan kekalahan ini juga membuat Southampton berhasil menggeser United ke peringkat 4, sementara The Saints bisa menikmati posisi 3. Kami akan coba mengkaji hasil pertandingan semalam tersebut.

Manchester United dengan Susunan Pemain yang Menyerang

Tidak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, Van Gaal kali ini mulai bisa tersenyum sebelum kick-off karena beberapa pemain yang sebelumnya cedera kali ini mulai bisa bermain kembali.

Tercatat, hanya Marcos Rojo, Rafael, dan Ashley Young yang masih harus absen. Daley Blind sudah bisa bermain dan langsung diturunkan, kali ini sedikit mengejutkan yaitu sebagai salah satu dari tiga bek United. Ángel Di María juga sudah bermain sejak awal.



Susunan pemain Manchester United dan Southampton - sumber: WhoScored

Jika memperhatikan susunan pemain di atas, dengan Wayne Rooney dan Juan Manuel Mata sebagai gelandang, Luis Antonio Valencia sebagai sayap kanan, serta Di MarΓ­a dan Robin van Persie bermain sebagai dua penyerang, United menurunkan skuat menyerang mereka.

Praktis hanya Michael Carrick yang ditinggalkan sebagai gelandang bertahan. Bahkan Blind saja, yang posisi alaminya sebagai gelandang, diturunkan sebagai bek.

Kemudian di bawah mistar, meskipun VΓ­ctor Valdes sudah didatangkan, Van Gaal tetap mempercayai David De Gea sebagai penjaga gawang. Sementara di kubu tim tamu, Ronald Koeman mencoba bereksperimen dengan langsung memainkan pemain barunya, yaitu Eljero Elia sebagai penyerang sayap kiri.

Bermainnya Elia ini membuat DuΕ‘an Tadic harus duduk di bangku cadangan. Tadic sendiri akhirnya masuk di babak ke dua dan berhasil mencetak gol di menit ke-70.

Kokohnya Pertahanan Southampton

Jika ada satu hal yang paling menggambarkan pertandingan ini, kami sudah menyampaikannya di awal, yaitu: Nol tembakan ke gawang. Cukup itu hal yang perlu kita ketahui tentang penampilan United semalam.

Tuan rumah tampak kerepotan dari peluit pertama sampai akhir karena mereka berkali-kali gagal untuk melewati pertahanan Southampton. Para pemain jenius seperti Rooney, Mata, Di Maria, dan Van Persie sedang terkena penyakit endemik yang sudah mewabah di United sejak awal musim, yaitu sulitnya melakukan penyelesaian akhir.



Grafik operan Manchester United ke daerah sepertiga pertahanan Southampton; dan grafik Southampton mendapatkan penguasaan bola - sumber: FourFourTwo Stats Zone

Hal ini diperparah dengan kesalahan elementer seperti operan mereka yang juga sering tidak sampai sasaran, terutama operan menuju daerah pertahanan lawan. Penguasaan bola United juga sering hilang karena beberapa kecerobohan, terutama dari sisi kiri lapangan mereka.

Statistik 60% penguasaan bola memang berhasil menempatkan lebih banyak tekanan kepada Soton sepanjang pertandingan, tetapi lagi-lagi United mengalami kebuntuan.

Kita mungkin bertanya, apa yang salah dengan susunan pemain menyerang di atas? Tapi sebelum menjawabnya, mari kita lihat bagaimana pertahanan Soton berkerja.



Grafik sapuan bola Southampton - sumber: FourFourTwo Stats Zone

The Saints sangat terorganisir di seluruh pertahanan mereka, begitupun dengan lini tengah mereka yang senantiasa bekerja keras dan juga sabar dalam menutup ruang gerak dan jalur operan tim tuan rumah.

Tercatat 32 sapuan (clearance) dan 20 intersep berhasil dibuat Soton sepanjang pertandingan.

Pergerakan Schneiderlin dan Rooney yang Tidak Pernah Surut

Kemudian permainan terbaik juga ditampilkan oleh Morgan Schneiderlin. Gelandang asal Prancis ini menampilkan permainan penuh stamina dan komitmen sambil berlari tanpa lelah sepanjang pertandingan.

Kemampuan pengambilan posisinya juga memainkan bagian penting dalam hasil pertandingan. Ia memberikan perlindungan yang cukup untuk pertahanannya (dengan 5 clearance) dan juga dalam memutus serangan United pada saat-saat penting (5 intersep).



Heat map Wayne Rooney (kiri) dan Morgan Schneiderlin (kanan) - sumber: Squawka

Sedangkan model serupa juga ditunjukkan oleh Rooney di kubu tim tuan rumah. Kapten tim yang berposisi alami sebagai penyerang ini kembali diturunkan sebagai gelandang oleh Van Gaal.

Ia sangat rajin bergerak naik dan turun. Rooney bahkan berhasil mencetak 2 chances created melalui operannya (yang tentunya tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh rekan-rekannya).

Jika Anda memperhatikan (pada layar televisi), dua pemain di atas hampir selalu muncul di manapun dan kapan pun kamera menyorot ke atas lapangan, baik dalam bergerak dengan bola maupun tanpa bola.

Pertahanan United yang Masih Tidak Bisa Berkoordinasi dengan Baik

Berseberangan dengan kokohnya pertahanan Southampton, bagaimana dengan pertahanan United?

Pertahanan United, baik dengan tiga ataupun empat bek, dinilai masih sangat berantakan. Dalam beberapa kesempatan, jumlah kebobolan mereka yang baru 21 kali (peringkat terbaik ke-4 di Liga Primer) disinyalir hanya karena buah dari kecemerlangan De Gea di bawah mistar gawang.

Apapun alasannya, termasuk badai cedera, pekerjaan rumah ini belum bisa dipecahkan van Gaal dalam 21 pertandingan Liga Inggris. Bahkan keteledoran pertahanan mereka langsung terlihat hanya pada detik ke-40 setelah kick-off.



Peluang Nathaniel Clyne di awal pertandingan

Soton langsung tancap gas dengan peluang Nathaniel Clyne di awal laga. Pada peluang di atas, terlihat bahwa posisi ketiga bek United sedang tidak siap dalam menghadapi serangan lawan.

Phil Jones sebagai bek tengah bagian kanan justru berada di tengah, Chris Smalling dan Blind malah ketinggalan di belakang Clyne. Dengan posisi seperti ini, wajar saja jika tiga bek United kocar-kacir, bahkan untuk koordinasi saja masih belum sempurna.

Setelah satu-satunya peluang Southampton di awal pertandingan itu, United memang kemudian secara bertahap mampu mendominasi pertandingan. Namun Soton selalu bisa membuat Setan Merah frustrasi.

Skenario ini berlanjut ke babak ke dua, hingga Koeman kemudian memasukkan Tadic. Pemain asal Serbia ini berhasil memancing seluruh bek United untuk mengoper kepada Graziano Pellè, sebelum akhirnya ia mampu bereaksi paling cepat ketika bola muntahan dari tendangan Pellè tersebut membentur tiang gawang.



Proses terjadinya gol Dusan Tadic

Pada proses terjadinya gol di atas, terlihat kembali bahwa tiga bek United (kali ini Jones-Smalling bersama Blackett) sedang dalam posisi yang berantakan ketika Tadic menggiring bola ke depan. Dalam satu momen, empat pemain United menumpuk di satu titik hanya untuk menjaga Tadic dan membiarkan Pelle berdiri bebas.

Smaliing yang bertugas menutup Tadic berhasil dilewati, sehingga membuat Blackett harus melakukan cover. Akibat konsentrasi Blackett yang terpecah ini, membuat Pellè tak terjaga.

Di sini seharusnya Blind sudah sadar dan buru-buru melakukan track-back (gambar bagian atas). Namun, Blind hanya terdiam dan menyebabkan Pelle leluasa untuk mengambil tembakan (gambar bagian bawah). Bahkan sampai gol terjadi pun ia tidak turun untuk membantu pertahanan sama sekali.

Saat bola ditendang Pellè juga seluruh pertahanan United terlalu berkonsentrasi kepada bola, sehingga menyebabkan Tadic tak terkawal dan berhasil menyambar bola muntahan tersebut.

United Selalu Menyerang dari Kanan

Sangat ironis melihat United tampil dengan begitu banyaknya pemain tipikal menyerang, tapi tak satupun tendangan tepat sasaran berhasil mereka cetak. Namun, permasalahan United tidak selalu tentang penyelesaian.

Pada proses menyerang saja, kreativitas mereka seperti sedang di ujung tanduk. Berkali-kali United selalu menyerang dari sisi kanan, sisi dimana Valencia dan Mata bermain.



Grafik arah serangan Manchester United dan Southampton - sumber: WhoScored

Entah karena mayoritas pemain tengah dan penyerang mereka berkaki kidal (Mata, Di MarΓ­a, Shaw, dan Van Persie berbanding dengan Carrick, Rooney, dan Valencia), ini mungkin yang membuat kebanyakan arah operan United selalu ke kanan (Anda bisa kembali memperhatikan grafik operan United pada halaman ke empat untuk mengetahui hal ini).

Satu hal yang jelas terlihat, sisi kiri United terlihat lebih loyo dengan bermainnya Shaw. Mantan pemain Southampton ini terlihat kerepotan dan beberapa kali kehilangan bola karena sentuhannya terlalu jauh.

Sedikit pencerahan datang ketika Tyler Blackett masuk menggantikan Shaw di menit ke-64. Van Gaal memang masih memakai skema tiga bek dengan menggunakan dua sayap. Blackett kemudian dipasang menjadi bek tengah (bagian kiri), sementara Blind naik menjadi pemain sayap kiri.

Dari sini United baru mulai hidup ketika memulai serangan dari sisi kiri. Bahkan dua dari tiga peluang emas Mata di babak ke dua, berawal dari kiri. Sayang, Mata gagal memanfaatkan tiga kesempatan tersebut, seluruh tendangannya melenceng.

Kesimpulan

Ada beberapa pertunjukan yang buruk dari United di musim ini, pertandingan semalam adalah salah satu di antara yang terburuk. Soton memperlihatkan bahwa mereka punya ambisi dan konsistensi, sehingga merengseknya mereka ke Tiga Besar mustahil lagi dipahami semata sebagai kebetulan. Ingat, ini sudah 21 pertandingan, bukan lima, tujuh atau sepuluh laga.

Satu yang menjadi poin plus dan juga faktor penentu adalah, The Saints sangat terorganisir dan disiplin di seluruh lapangan, sementara United berjuang untuk membuat sesuatu terjadi pada sepertiga lapangan lawan meskipun mereka menikmati lebih banyak penguasaan bola.

Cara bermain Southampton bukanlah cara bermain yang indah. Namun, bukannya juga mudah, cara bermain ala Soton toh juga sangatlah sulit dilakukan di kandang tim seperti Manchester United. Jadi, pada akhirnya kredit memang patut diberikan kepada pertahanan Southampton, bahkan Van Gaal pun mengakuinya saat diwawancarai setelah pertandingan.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads