Kecerdikan Mancini Mengutak-Atik Lini Tengah Inter

Liga Italia: Inter 3-0 Palermo

Kecerdikan Mancini Mengutak-Atik Lini Tengah Inter

- Sepakbola
Senin, 09 Feb 2015 16:38 WIB
Kecerdikan Mancini Mengutak-Atik Lini Tengah Inter
Getty Images/Claudio Villa
Jakarta -

Inter Milan berhasil menjungkalkan Palermo dengan skor 3-0 di Giuseppe Meazza dinihari tadi. Pasukan Roberto Mancini akhirnya berhasil meraih hasil positif setelah di laga–laga sebelumnya menuai hasil buruk dengan mencatatkan tiga kekalahan beruntun, dua di Serie A dan satu di Coppa Italia.

Mauro Icardi yang mencetak dua gol dan Fredy Guarin yang mencetak satu gol dan satu assist menjadi juru selamat Nerazzurri. Kedua pemain ini seolah melakukan penebusan setelah satu pekan lalu pernah terlibat adu mulut dengan pendukung Inter, yaitu saat ditekuk Sassuolo 1-3. Kemenangan ini pun mengangkat Inter ke posisi sembilan klasemen, terpaut satu angka dari Palermo yang turun satu peringkat ke posisi delapan.

Tidak Ada Lagi Penumpukan di Pusat Lapangan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mancini menggunakan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan Xerdan Shaqiri – Icardi – Rodrigo Palacio di barisan terdepan. Namun, Shaqiri sendiri lebih banyak beroperasi sebagai playmaker ketimbang penyerang sayap dengan Guarin - Gary Medel – Marcelo Brozovic berdiri di belakang Shaqiri sebagai gelandang.

Sepintas terlihat ada kemiripan pola bermain seperti pola 4-3-1-2 di laga-laga sebelumnya yang menuai kekalahan bagi Inter.

Yang membedakan formasi ini adalah penempatan pemain di lini tengah, yaitu tidak terjadi penumpukan di area tengah lapangan (Lihat grafis perbandingan posisi pemain saat melawan Torino dan Sassuolo dengan melawan Palermo di bawah).

Hal ini membuat Palacio dan Shaqiri dapat bersilih berganti menjadi playmaker ketika salah satu pemain tersebut mencoba bergerak melebar untuk membongkar pertahanan Palermo.
Β 
Efeknya, penjagaan terhadap Icardi pun berkurang dan nyaris tak terlihat di babak pertama. Pertukaran -pertukaran posisi antara Palacio dan Shaqiri ini menyebabkan konsentrasi pemain belakang Palermo berkurang. Pasalnya Palacio dan Shaqiri juga aktif bergerak melebar untuk membuka ruang bagi Icardi yang diplot sebagai poacher.



Dengan bermain seperti ini, terlihat aliran bola ke lini depan terasa sangat lancar dan cepat. Ruang jelajah Gary Medel yang ditempatkan sebagai gelandang bertahan pun menjadi lebih jelas. Ia bisa menghalau lawan sebelum masuk lebih dalam ke wilayah pertahanan.



Grafik Aksi Bertahan Gary Medel

Selain itu, Mancini juga membuat Guarin dan Brozovic juga dapat bermain dengan baik untuk bergerak ke sisi lapangan ataupun ke area tengah lapangan dengan menyesuaikan ruang kosong di setiap lini.

Peran Guarin dan Brozovic pun sesunguhnya menjadi mudah terbantu dengan peran playmaker yang diperagakan Shaqiri. Mantan pemain Bayern ini berhasil menjadi penghubung lini depan dan tengah untuk menghindari penumpukan pemain di area lingkaran lapangan.

Tidak Ada Variasi di Lini Tengah Palermo

Palermo yang bermain dengan lima pemain tengah terlihat bermain sangat kaku terutama pada format lima pemain tengah sejajar. Saat menyerang pun tidak ada pemain tengah yang berubah fungsi menjadi playmaker. Justru perubahan peran terjadi di lini depan, dengan Franco Vazques mengubah peran sebagai pengatur serangan saat Palermo mulai memasuki pertahanan Inter.

Namun model lima pemain tengah mereka yang terlalu statis ini pemain Inter mudah melakukan penjagaan, terutama Medel yang melakukan duel one on one dengan pemain yang menguasai bola. Kelima lima pemain tengah Palermo sendiri hanya berubah β€˜bentuk’ ketika sedang bertahan.

Michel Morganella dan Achraf Lazaar akan turun ke lini pertahanan sehingga hanya akan ada tiga pemain yang berdiri di tengah. Namun lagi-lagi, mereka hanya akan melapisi poros tengah lapangan sehingga tidak serta merta membantu kedua sisi pertahanan.

Guarin dan Davide Santon praktis mudah untuk menembus lewat sayap kiri pertahanan Palermo sedangkan di sayap satunya Marcelo Brozovic dan Dodo (yang masuk di menit ke 35 setelah menggantikan Nagatomo yang cedera) menyerang lewat sisi kanan pertahanan Palermo.

Brozovic dan Guarin akan bergerak menusuk ke depan kotak penalti lawan atau bahkan melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan lawan setelah Dodo dan Santon muncul di sisi lapangan.

Hal inilah yang memudahkan Inter untuk menyerang melalui sisi lapangan dan wajar saja jika Inter kembali memainkan umpan-umpan horizontal, seperti dipertandingan-pertandingan sebelumnya.

Giuseppe Iachini yang tidak memerhatikan kekuatan permainan Inter yang terbiasa menekan di kedua sisi pun terbukti menghasilkan dua gol di babak ke-2 melalui proses umpan silang.



Masih Mengandalkan Umpan Silang dan Tembakan Jarak Jauh

Dari lima pertandingan terakhir Inter sebelum bertemu Palermo, anak-anak asuh Mancini sering melakukan tembakan jarak jauh. Hal ini berbeda dengan pertandingan malam tadi. Seluruh gol yang di cetak Inter tidak ada yang berasal dari tembakan jarak jauh dan justru diciptakan di dalam kotak penalti.

Bahkan dari enam pertandingan terakhir di Serie A (termasuk melawan Palermo), total tendangan jarak jauh Inter mencapai 43 tembakan tanpa menghasilkan satu pun gol. Catatan ini yang tampaknya harus diperbaiki Mancini dengan menginstruksikan pemainnya tidak terburu-buru melepaskan tembakan ke gawang lawan.

Bagi Inter, mengandalkan umpan silang jauh lebih baik karena bisa memaksimalkan kekuatan Icardi. Akan tetapi ini dengan catatan tambahan bahwa akurasi para penyuplai umpan silang juga harus dibenahi.



Grafis Tembakan Inter Milan Melawan Palermo

Kesimpulan

Roberto Mancini boleh berkilah jika Inter yang sekarang ini berbeda dengan Inter yang dulu menderita kekalahan tiga kali secara beruntun di semua ajang. Mantan pelatih Galatasaray ini memang sudah mulai menemukan cara membagi peran setiap pemain tengah untuk menghindari penumpukan di sektor tengah.

Namun baru sistem kerja lini tengah yang ia perbaiki dan bukan secara keseluruhan. Mancini harus lebih banyak mengeksplor kekuatan Shaqiri yang lihai melakukan tusukan ke jantung pertahanan sehingga skema serangan Inter dapat bervariasi.

Atau, Mancini juga bisa memanfaatkan skill individu Palacio dan Shaqiri untuk lebih berani melakukan penetrasi langsung ke kotak penalti lawan, jika menghadapi lawan yang sangat rapat dalam bertahan.

Tentu saja pilihan untuk melakukan tembakan jarak jauh harus diminimalisir karena data menunjukkan bahwa opsi itu tidak efektif. Atau, jika memang pilihan ini menjadi satu-satunya untuk menjebol gawang lawan, ada baiknya para pemain lebih meningkatkan akurasi.

Inter memang menang 3-0 melawan Palermo. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Palermo, Inter di atas kertas Inter memang sudah seharusnya lebih kuat dibandingkan dengan klub asal Italia Selatan itu. Sudah sewajarnya Inter harus meraih poin penuh untuk menghindari kemarahan penggemar.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads