Chelsea Siap Bersenang-senang di Laga Tandang

Liga Champions: PSG vs Chelsea

Chelsea Siap Bersenang-senang di Laga Tandang

- Sepakbola
Selasa, 17 Feb 2015 14:15 WIB
Chelsea Siap Bersenang-senang di Laga Tandang
Getty Images/Jamie McDonald
Jakarta - Hari keempat di bulan Februari tahun 2014. Juara Prancis, Paris Saint-Germain FC, menjamu kesebelasan Inggris, Chelsea FC, di babak perempatfinal Liga Champions. Pertandingan yang awalnya berjalan ketat (masing-masing kesebelasan mencetak satu gol sebelum setengah jam dan setelahnya sama-sama tidak mampu mencetak gol tambahan hingga menit ke-60) akhirnya dimenangi tuan rumah karena gol bunuh diri David Luiz dan gol injury time Javier Pastore.
Β 
Setahun berselang, kedua kesebelasan kembali bersua di tempat yang sama. Hanya saja, kali ini mereka lebih cepat dipertemukan. Dini hari nanti PSG akan kembali bertindak sebagai tuan rumah untuk Chelsea di fase gugur pertama Liga Champions musim ini.

Hasil undian ini menguntungkan Chelsea. Bermain di Parc des Princes pada leg pertama membuat Chelsea memiliki peluang lolos yang lebih baik ketimbang lawannya.

Chelsea (Mungkin) Menyempurnakan Lyon

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paris Saint-Germain mengedepankan pertukaran umpan pendek dari kaki ke kaki sebagai dasar serangan mereka. Kala menjamu Chelsea dinihari nanti, pendekatan tersebut kemungkinan besar akan tetap dipertahankan mengingat PSG bertindak sebagai tuan rumah. Namun meraih kemenangan di pertandingan melawan Chelsea dengan cara itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Kemenangan 3-1 di babak perempatfinal musim lalu bisa jadi tidak berarti apa-apa. Karena di dalam tubuh Chelsea sendiri sudah terjadi perubahan komposisi pemain. Ditambah lagi, para pemain yang sudah bekerja sama dengan Jose Mourinho sejak musim lalu (apalagi yang sudah bermain di bawah arahan Mou lebih lama dari itu) sudah lebih mengerti kemauan dan instruksi manajer mereka. Secara kolektif, Chelsea musim ini adalah kesebelasan yang lebih tangguh ketimbang musim lalu.

PSG jelas patut waspada. Chelsea memang bukan Olympique Lyonnais namun bukan tak mungkin Mou akan mengadopsi dan menyempurnakan strategi Lyon ketika pimpinan klasemen Ligue 1 tersebut bermain imbang melawan PSG belum lama ini (satu-satunya pemisah antara Lyon dan kemenangan atas PSG adalah penalti Zlatan Ibrahimovic).



Ketika tidak sedang menguasai bola, para pemain Lyon dengan disiplin menjaga wilayah permainan mereka. Begitu bola berhasil direbut dari penguasaan para pemain PSG, Lyon langsung melancarkan serangan. Mengingat Mourinho lebih cerdas ketimbang Hubert Fournier, mengingat kualitas kesebelasan Chelsea lebih baik ketimbang Lyon, Chelsea pasti dapat dengan lebih baik melakukan apa yang dilakukan Lyon.
Β 
Hal lain yang membuat Chelsea kemungkinan besar akan menyempurnakan strategi Lyon adalah fakta bahwa pertandingan dengan PSG dini hari nanti akan dilangsungkan di Parc des Princes. Dan dalam pertandingan dua leg, penting untuk memperlakukan pertandingan tandang dan kandang sebagai sebuah kesatuan.

Satu gol di kandang lawan memiliki arti besar dan bisa saja, seperti musim lalu, menjadi kunci lolos ke putaran lanjutan bagi Chelsea. Terlalu banyak mengambil risiko di kandang lawan bukanlah sesuatu yang bijak, dan Mourinho yang sangat pragmatis tentunya tahu benar mengenai hal tersebut.

Kartu Kuning dan Kekhawatiran Tak Berdasar

Laurent Blanc sudah mengenal Jose Mourinho sejak keduanya sama-sama bekerja di FC Barcelona (Blanc masih menjalani karier sebagai pemain profesional, sedangkan Mou menjabat posisi sebagai salah satu staf kepelatihan Sir Bobby Robson). Karenanya, Blanc paham betul cara-cara yang akan digunakan Mourinho untuk sebanyak mungkin mengambil keuntungan dari pertandingan ini.

"Saya cukup mengenal Jose Mourinho, dan saya tahu ia akan memanaskan situasi pertandingan. Para pemain saya harus tetap dingin, tetap tenang, dan tidak boleh bereaksi ketika situasi di lapangan memanas. Mereka harus tenang dan dingin. Kami tidak boleh mendapat tambahan kartu kuning," ujar Blanc dalam sesi konferensi pers prapertandingan.

Blanc menyoroti persoalan kartu kuning akibat kehilangan yang harus ia derita di Ligue 1. Ibrahimovic memamerkan rajah di tubuhnya setelah mencetak gol di pertandingan melawan Stade Malherbe Caen hari Sabtu (14/2) lalu, sebagai bagian dari kampanye Ibra bersama World Food Programme – 805 Million Names – untuk meningkatkan kesadaran dunia akan kelaparan. Karena kartu kuning tersebut, Blanc terpaksa kehilangan pemain andalannya di pertandingan penting akhir pekan nanti, melawan AS Monaco.

Walau demikian, kekhawatiran Blanc mengenai permainan Mou yang dapat berujung pada hukuman kartu kuning di Liga Champions bisa dibilang tak berdasar. Tidak ada pemain PSG yang terancam tidak larangan bermain di leg kedua walaupun mereka menerima kartu kuning di laga dini hari nanti. Malah, adalah Mou yang sebenarnya harus waspada. Jika Filipe LuΓ­s Kasmirski mendapatkan kartu kuning di laga ini, pemain yang bersangkutan tidak akan dapat ambil bagian ketika kesebelasannya menjamu PSG di Stamford Bridge.

Tuan Rumah Diganggu Cedera

David Luiz, pencetak gol bunuh diri Chelsea saat bertandang ke Paris musim lalu, kini membela Paris. Tak heran jika dirinya menjadi sorotan utama di pertandingan ini. Dan menurut pendapatnya, pemenang laga dini hari nanti bisa sangat tergantung kepada detil-detil kecil karena kedua kesebelasan sama-sama kuat.

Detil kecil yang dimaksud Luiz bisa saja satu gol penting. Bisa saja kartu kuning yang membuat salah satu (atau lebih dari satu) pemain menjadi berhati-hati dalam setiap usaha merebut bola, yang pada akhirnya memberi keleluasaan pada lawan. Bisa saja sebuah kesalahan yang menguntungkan lawan. Atau, bisa saja detil kecil yang ia maksud adalah komposisi pemain.

Tuan rumah berada dalam situasi sulit karena sedang menghadapi badai cedera. Beberapa andalan, seperti Serge Aurier, dipastikan tak akan bermain dini hari nanti. Bersama Aurier, absen pula Yohan Cabaye dan Lucas Moura, juga karena cedera.



Selain tiga pemain yang dipastikan tak akan ambil bagian karena cedera, ada empat nama yang kebugarannya diragukan. Marquinhos mungkin akan dipaksa tampil mengingat Aurier tidak dapat bermain. Namun Thiago Motta dan Blaise Matuidi beda cerita. Keduanya mengalami cedera ringan dan belum dinyatakan sembuh. Begitu juga dengan Javier Pastore.

Chelsea, di lain pihak, hanya memiliki satu nama di daftar cedera: John Obi Mikel. Satu hal lain yang membuat PSG berada di situasi yang lebih sulit adalah fakta bahwa Chelsea datang dengan kondisi yang lebih bugar. Sementara PSG menjalani pertandingan melawan Stade Malherbe Caen akhir pekan lalu, Chelsea tidak menjalani pertandingan karena sudah tersingkir dari ajang Piala FA.

Kesimpulan

Paris Saint-Germain pernah dengan meyakinkan mengalahkan kesebelasan kuat FC Barcelona di Parc des Princes, namun pertandingan melawan Chelsea dinihari nanti jelas berbeda. Cedera yang menimpa para pemain utama PSG membuat Chelsea memiliki peluang menang yang lebih besar.

Jika Olympique Lyonnais yang tidak diperkuat pemain belakang andalan Milan Bisevac dan penyerang tajam Alexandre Lacazette saja mampu merepotkan PSG yang tampil full team dengan menerapkan strategi yang tepat, Chelsea sangat mungkin menang. Chelsea, bagaimanapun, memiliki kualitas kesebelasan yang sangat baik. Dan para pemain kelas satu tersebut akan bergerak di bawah arahan manajer jenius, melawan tuan rumah yang kekuatannya melemah.

Walaupun kemenangan kemungkinan besar akan menjadi milik Chelsea, tak pernah ada jaminan menang mudah. Jika PSG nantinya menerapkan strategi yang berbeda, maka prediksi hasil akhir juga akan berbeda. Sederhananya, Chelsea akan menang jika PSG berkeras menerapkan strategi yang sama dengan biasanya di tengah badai cedera yang sedang menerpa.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads